
Chapter 35. Air mancur dan Mulanya Ketenaran.
System Oracle, sebuah sistem yang memberikan misi dan membuat ramalan. Selebihnya, Saga tidak tahu.
Dalam hal misi, Saga menjalankan misi harian olahraga dan mendapat 2.500 poin tidak terikat. Lalu, adapun misi lainnya yang Saga tidak ketahui diantaranya;
Membuka lapangan kerja, 1.500 poin tidak terikat.
Membagi kekayaan, 3.000 poin tidak terikat.
Dan, Menyelamatkan seseorang, 1.000 poin tidak terikat.
Dengan ini, Saga mendapatkan 5.500 poin tidak terikat dan Total saldo menjadi 17.515 poin tidak terikat.
Saga pun tersenyum melihatnya.
Pada saat ini, Saga sedang berkeliling kota chamber dengan Agitta beserta pengawalnya yang sebelumnya petualang kuat yang menyusup ke Chamber.
Disana, Saga memperkenalkan pertokoan yang dibuat sendiri oleh Saga diantaranya;
Toko perkebunan dan buah.
Toko kain dan pakaian.
Toko ramuan.
Toko senjata.
Dan, lain-lainnya.
Semua toko itu dijaga oleh boneka sihir yang memiliki skill pelayan dan perdagangan. Saga menyebut mereka NPC.
__ADS_1
Selama perjalanan, Saga dan Agitta mengobrol kecil yang membuat mereka tertawa dan tersenyum. Selain menceritakan kisah Saga, Agitta juga turut cerita.
Langkah mereka pun terhenti di pusat kota yang dimana Saga membuat air mancur dengan patung seorang kesatria. Tidak hanya itu saja, Saga pun membuat butiran pelangi disisi air mancur hingga air mancur itu terlihat sangat indah.
Air mancur itu tentu membuat Agitta takjub.
"Wua, indahnya!" kagum Agitta yang pandangan tertuju pada air mancur.
Saga pun melihat Agitta yang disampingnya sedang menatap air mancur yang membuat Saga tersenyum.
Sesaat kemudian, Agitta menyadari tatapan Saga. Lalu, melihat dirinya.
"Tuan Saga, itu patung apa?" tanya Agitta.
"Itu patung dewa Ares atau dewa perang," jawab Saga yang melihat kearah patung air mancur.
Agitta pun juga mengembalikan pandangan ke air mancur.
"Didunia ku banyak sekali Dewa dan Dewi. Tapi, aku sendiri belum pernah melihatnya langsung namun, Aku percaya dengan kehadiran mereka. Maka dari itu, aku harap dengan patung ini disini bisa untuk menghentikan peperangan di kerajaanmu dan maka itu juga, aku mempersembahkan air mancur ini untuk mu," ucap Saga yang mengakhiri nya dengan melihat Agitta seraya senyum di wajahnya.
Agitta pun terdiam dan melihat Saga dengan wajah yang sedikit memerah seraya senyum di wajah nya.
"Terimakasih, Tuan Saga."
Agitta dan Saga pun saling bertukar senyum.
...$$...
Ditempat yang berbeda, Rizal sedang melakukan sidang terakhir yang dimana dia sudah mempersiapkan segala berkasnya.
Sidang pun berlangsung sejam lamanya sampai pada akhirnya, hakim mengerutkan palu dengan hasil akhir, Rizal memenangkan sidang dan hak tanah serta bangunan menjadi milik Sunshine Finansial.
__ADS_1
Sejak itu nama Sunshine Finansial beserta pemimpin nya Saga Indraguna dikenal oleh media. Tidak hanya itu saja, tanpa diketahui oleh Saga. Semua sosial medianya Saga di banjiri oleh follower dan like.
Selain dari Media, tim Army Sunshine juga ikut andil untuk mempromosikan bos nya.
Ditempat yang berbeda juga, Rachel yang sedang duduk santai di sisi kolam berenang Marina Bay Sand, Singapura. Dia tersenyum bangga melihat Saga yang menjadi Selebgram.
"Sayang, kamu semakin dekat untuk sejajar dengan ku," ucap Rachel yang melihat salah satu foto Saga dan seusai mengatakan itu, Rachel mencium foto Saga di ponselnya.
Dimana ada yang senang namun ada juga yang membenci. Ayah dari Kim Nino menampar putra sendiri.
Dengan bahasa Korea, Alex Kim memarahi anaknya.
"Anak rndahan, kenapa kamu diam saja tentang bocah tengik itu?!" Marah ayahnya.
"Saya pikir dia hanya bocah pengemis saja," jawab pembelaan Kim Nino.
"Kamu terlalu meremehkannya Rachel. Keluarga Prima tidak buta jika ingin merekrut orang apalagi Rachel menganggap bocah itu sebagai pacarnya," penjelasan Alex Kim.
"Ayah, kenapa tidak memanggil mekanik untuk memperbaiki dan membuang barang yang tidak berguna," saran Kim Nino.
Mendengar itu, ayahnya langsung menjambak dan mendekatkan wajah kepada anaknya itu, "Iya, kita gunakan mekanik tapi, kamu yang perintahkan. Kamu mengerti?!" perintah Alex Kim.
"Baik, ayah," jawab Kim Nino.
Setelah itu, Kim Nino Keluar dari ruangan itu dan setibanya di luar, dia memukul tembok sambil mengumpat.
"Bocah taI, njing. Awas Lu! mati sama gua!" umpat Nino dengan bahasa Indonesia.
...$$...
Saldo poin tidak terikat: 17.515 poin
__ADS_1