Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 88. The Heritage Wu (Revised)


__ADS_3

...Chapter 88. The Heritage Wu (Revised)...


Beberapa hari kemudian, Tanya pergi ke rumah sakit namun, didapatilah kabar bahwa nenek itu sudah meninggal rumah sakit dan dia pergi bersama seorang pria muda. Menurut, suster disana kemungkinan itu keluarganya.


Tanya yang mendengar itu, dia hanya bisa mengelus-elus dada. Dia yang sudah berkorban untuk izin dan mengunakan uang tabungannya. Nenek itu malah pergi tanpa kabar.


Tanya hanya bisa ikhlas. Hal itu mengingat kan dirinya akan pesan neneknya sewaktu Tanya masih berumur 7 tahun. Nenek nya Tanya seorang dokter sukarela yang sering memberikan perawatan gratis kepada pasien yang kurang mampu dan Tanya selalu menemani nya. Sepulang dari klinik sukarela, Tanya dan Neneknya pulang mengunakan kereta dan disana, Tanya bertanya.


"Nek. kenapa memberikan pengobatan gratis kepada mereka? memang apa keuntungannya?"


"Tanya, kita sebagai manusia harus saling tolong menolong! jangan mengharapkan balasan! itulah kebaikan sejati manusia. Kamu mengerti Tanya?"


Tanya menganggukan kepalanya dengan senang.


Ingatan itu membuat Tanya menitihkan air matanya dan lamunan pun tersadar. Dengan wajah yang tersenyum Tanya meninggalkan rumah sakit dan melakukan aktifitas seperti biasanya.


Seminggu kemudian ...


Sebuah mobil sport bermerek BMW berhenti di depan rumah Tanya.


"Kak Rizal?" gumam Tanya.


Benar seperti yang dipikirkan Tanya, Rizal pun keluar dari mobil itu dan menghampiri Tanya.


"Selamat pagi, Tanya!" sapa Rizal.


"Pagi juga kak Rizal. Ada apa pagi-pagi begini ke rumahku?"

__ADS_1


"Tanya, ikutlah dengan ku!" seru Rizal.


"Kemana?" ucap bingung Tanya.


"Udah ikut saja dulu!" seru Rizal memaksa.


"Iya. Ya," jawab malas Tanya.


Sesaat kemudian, Tanya pun masuk kedalam mobil Rizal dan Rizal pun masuk ke mobil lalu, melajukan mobilnya.


Didalam mobil, Rizal menjelaskan bahwa nenek yang diselamatkan oleh Tanya seorang konglomerat Taiwan yang tinggal di Indonesia dan Rizal merupakan kuasa hukum dari nenek tersebut. Selain itu, Rizal menjelaskan bahwa nenek itu mengalami gagal jantung yang membuatnya meninggalkan dunia. Namun, sebelum meninggal nenek itu menuliskan wasiat bahwa dia mengangkat seorang putri bernama Tanya.


Rizal juga pun menjelaskan bahwa dirinya akan mengantar Tanya ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhirnya.


Setibanya disana, Ayu, Jaka dan Boim sudah berada disana. Tanya pun sontak menghampiri mereka dan melangkah bersama-sama kedalam rumah duka.


"Jadi, kamu kah Tanya?"


"Iya," jawab Tanya.


Wanita dewasa itu pun sontak memeluk Tanya dan menangis di bahuku.


"Pantas saja, Ibu mengangkat putri. Kamu memang mirip dengan anak ku," ucap wanita dewasa.


Tanya hanya terdiam dan menerima pelukannya itu. Lalu, beberapa saat kemudian.


Tanya kumpul bersama dengan keluarga Nenek Lee Fang Wu di sebuah ruangan khusus dan Tentunya Rizal juga ada disana.

__ADS_1


"Baiklah, saya akan menyampaikan wasiat dari Preskom Lee Fang Wu!"


Dalam penjelasan Rizal, keluarga Nenek itu mendapat kan jabatan, gedung dan uang tabungan yang dibagi secara merata di penjuru dunia salah satunya Indonesia.


"Hak kepemilikan gedung Menara Imperium akan diwariskan kepada Tanya Dwi Saravati Wu!"


Mendengar itu, Tanya pun terkejut. "Apa aku? ... Tapi, aku tidak bisa apa-apa dan baru lulus sekolah."


Wanita dewasa itu, memegang tangan Tanya dan tersenyum.


"Nak Tanya, terima lah rasa terimakasih kami. Kamu telah membuat ibu kami beristirahat dengan damai dan penuh senyuman selama tinggal di Indonesia."


"Tapi, aku tidak sendiri ..." Tanya melihat teman-tema nya yang berada diluar. "Mereka juga turut menemani nenek. Jadi, izinkan kepemilikan gedung bukan atas nama ku saja tapi kami berempat. Bukan, berlima. Pacar ku, turun membantu dalam bidang keuangan."


Wanita dewasa itu melihat anggota keluarganya yang lain lalu, memberikan senyuman kearah Tanya.


"Nak Tanya, kamu memang wanita yang rendah hati dan tidak egois. Baiklah, Rizal buatkan seperti yang nona Tanya pinta!" ucap wanita dewasa.


"Terimakasih Bu ..."


"Saya Lee Shi Wu, Putri sulung dari Nenek Lee Fang Wu." Lee Shi pun memegang bahu Tanya, "Mulai sekarang, kamu juga anggota keluarga Wu. Jika ada apa-apa jangan sungkan untuk memberitahu kami."


"Terima kasih Bu Lee Shi."


Tanya dan Lee Shi Wu pun berpelukan dan saling bertukar senyum.


__ADS_1


__ADS_2