
Chapter 36. Media Massa.
Hari keempat, Saga yang baru saja pulang dari Chamber. Dia dikejutkan oleh suara gemuruh di depan rumahnya.
Saga pun menjadi penasaran dengan suara gemuruh itu dan saat Saga mengintip di jendela yang ternyata suara gemuruh itu berasal dari para wartawan.
Pada saat itu, Saga tidak mengetahui bahwa dirinya sudah terkenal dalam beberapa hari. Saga pun menghubungi Rizal melalui chat dan bertanya apa yang terjadi sampai-sampai wartawan datang ke rumahnya.
Disana Rizal menjelaskan semua melalui Chat dari kemenangan sidang sampai mengungkapkan identitas Saga sebagai pemilik dari Sunshine Finansial.
Saga yang memahami itu hanya menghela nafas panjang. Awalnya, Saga ingin low profil dan ingin masyarakat mengenalnya sebagai orang biasa dan sederhana. Namun, Rizal malah memperkenalkan Saga sebagai satu-satu pewaris dari Sunshine Finansial.
Tidak hanya itu saja, Saga juga melihat notifikasi sosial medianya yang sudah dibanjiri Follower dan like.
Hal ini tentu membuat Saga mengarukan kepala belakangnya. Dia mau tidak mau harus mengungkapkan diri kepada Media.
Saga yang berpikir seperti itu, dia pun pergi ke kamar mandi lalu, berpakaian mewah disertai parfum yang wangi. Saga pun memutarkan badannya di kaca panjang yang ada di kamar tidurnya.
Saat Saga sudah bersiap diri dan akan pergi keluar. Tanya datang dari jalan samping.
"Iyaaa, apa yang kalian lakukan berdiri di rumah orang!" seru kesal Tanya.
Saga yang berada didalam, dia malah tersenyum mendengar teriakan Tanya.
__ADS_1
Teriakan Tanya itu pun membuat semua wartawan menghampirinya dan bertanya berbagai pertanyaan.
Tanya pun mengaku dirinya sebagai Manager Saga dan memerintahkan satu wartawan untuk melakukan wawancara eksklusif.
Mendengar itu, Saga tersenyum bangga melihat sikap Tanya," Dia memang wanita yang menarik," gumam pelan Saga.
Selang tidak lama, salah satu wartawan dan kameraman memasuki rumah Saga bersama Tanya.
Setibanya didalam, Tanya mengetuk pintu dan meminta izin untuk masuk. Saga pun mengizinkan nya.
Setibanya didalam, Saga beranjak dari sofa dan memberikan salam kepada awak media.
"Selamat datang di rumah kecil ku ini. Mari Silahkan duduk!" seru Saga.
Setelah itu, Saga pun melakukan wawancara. Berbagai pertanyaan dilontarkan kepada Saga namun, Saga menjawab semuanya secara memuaskan hingga wartawan dan kameraman itu pun pergi berikut dengan wartawan lainnya.
Wawancara pun selesai yang memakan waktu dua jam lamanya.
Sesudah para wartawan pergi, Tanya yang sebelumnya berdiri terus. Dia langsung menjatuhkan badannya di sofa.
"Wuaah, nyaman nya!" ucap Tanya yang merebahkan diri di sofa panjang sambil tersenyum.
"Tanya, maafkan saya telah merepotkan mu! Dan, terimakasih atas bantuannya," ucap Saga yang menutup pintu lalu, duduk di sofa yang berhadapan dengan Tanya.
__ADS_1
Tanya yang sedang rebahan di sofa, dia melihat Saga dengan tangan yang menjadi bantalannya.
Tatapan Tanya itu membuat Saga terpesona dan dimata Saga, Tanya saat ini terlihat sangat cantik.
"Hei, Mas Saga. Kata terimakasih saja tidak cukup," ucap Tanya yang masih berada di posisi yang sama.
"Lalu, kamu mau apa?" tanya Saga.
Tanya bangun dari rebahannya dan tersenyum menghadap Saga.
"Gue ingin, Mas Saga mengantarkan ke supermarket. Hihihi ...." ucap Tanya sambil menunjuk kertas belanjaan.
Awalnya, Tanya hendak berbelanja dengan mengunakan ojek online namun ditengah perjalanan Tanya melihat kerumunan di depan rumah Saga. Tanpa memikirkan tujuan sebelumnya, Tanya langsung menolong Saga.
Lalu, ditengah wawancara. Tanya di chat oleh ibunya dan itulah yang membuatnya teringat akan tujuan awalnya.
Saga yang mendengar itu, dia tersenyum dan menyetujuinya.
"Baik, Saya akan antarkan. Lagipula Saya juga ingin berbelanja," jawab Saga.
"Yeeeee, gue naik mobil mewah!" seru senang Tanya sampai mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Yasudah, Ayo!" seru Saga.
__ADS_1
Lalu, Saga dan Tanya pun pergi ke supermarket yang berada disalah satu mall dengan mengunakan mobil Lexus Saga.