Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 66. Info dari Paman Cahya Candrawinata.


__ADS_3

Chapter 66. Info dari Paman Cahya Candrawinata.


Dalam dua hari saja, Chamber yang sebelumnya sebuah desa kecil sekarang menjadi kota yang besar.


Hal ini dikarenakan poin dungeon milik Saga yang berlimpah ruah sehingga Saga dengan mudah memperluas lantai dari 2 hektar menjadi 100 hektar maka untuk lantai dungeon seluas itu seseorang yang masuk ke dungeon akan kesulitan untuk itu Saga juga membangun monumet Teleport hingga seseorang bisa dengan mudah keluar masuk tentu dengan izin para unit penjaga.


Unit penjaga juga Saga tingkatkan menjadi satu batalion samurai dan Shogun. Pekerjaan sepecat itu juga tidak lepas dari para guru Saga yang jenius bahkan Raja Alexander merasa dirinya bukanlah apa-apa dihadapan mereka.


Meskipun begitu, Raja Alexander dan rakyat merasa lebih damai dari sebelumnya.


Dan, hari weekend pun tiba...


Pagi-pagi sekali, seseorang mengunakan mobil BMW M4 datang dan itu bukanlah, orang lain melainkan Rizal bersama ayahnya.


Saga pun menyambutnya dengan hangat dan mengarahkan nya ke ruang tamu untuk berbincang.


"Apa kabar, paman Cahya? Bagaimana dengan kesehatan anda?" tanya Saga yang membuka pembicaraan.


"Sangat luar biasa, Mas Saga. Saya sudah terlalu lama tidur jadi kondisi saat ini luar biasa," jawab paman Cahya.


Ucapan paman Cahya itu membuat Saga dan Rizal tertawa kecil.


"Syukurlah," jawab Saga.


"Mas Saga, saya telah mendengar semuanya dari Rizal bahkan Mas telah membantu sengketa apartemen dan melawan Mirage Group." paman Cahya menundukkan kepalanya, "Terima kasih," ucap Paman Cahya.


"Tidak perlu sungkan, Rizal sudah aku anggap saudara maka, paman juga sudah aku anggap ayahku sendiri," jawab Saga sambil tersenyum.


Mendengar ucapan Saga, Rizal dan ayahnya menitihkan air mata dan mengusap nya.

__ADS_1


"Aga, kamu memang saudaraku yang paling baik," jawab Rizal.


"Mas Saga, Anda memang anak yang rendah hati dan saya jadi bangga jika diizinkan untuk menjadi ayahmu," ucap Cahya.


"Anda berlebihan, aku hanya manusia biasa," jawab Saga.


"Bolehkah Saya bertanya?" ucap Paman Cahya.


"Silahkan!" jawab Saga.


"Apakah Saga punya hubungan dengan keluarga Indraguna, seorang wanita konglomerat, Liliana Indraguna?" tanya Paman Cahya.


Saga yang mendengar itu, dia sontak terkejut bahwasannya Paman Cahya mengetahui nama dari ibunya.


"Beliau adalah ibu kandung. Meski, dia telah membuangku 18 tahun yang lalu," ucap Saga.


"Maaf, Saga. Saya rasa ibu anda memiliki alasan untuk menempatkan Anda di panti asuhan," ucap Paman Cahya.


"Iya, paman. Aku mengerti. Maka dari itu, Aku saat ini juga ingin mencari tahu kenapa beliau membuang ku. Meski begitu, Aku bersyukur ibu telah membuang ku karena aku bertemu dengan sahabat, saudara yang aku cintai," jawab Saga seraya menatap Rizal dan Raya.


Rizal dan Raya pun juga tersenyum kepada Saga.


"Begitukah, Saya juga senang ada seseorang yang mampu membuat anak bodoh ku ini dewasa," ucap Paman Cahya sambil mengacak-acak rambut Rizal yang duduk disampingnya.


"Jika boleh tahu, apakah anda pernah bertemu ibuku?" tanya Saga.


"Pernah. Ada disuatu ketika ...."


Paman pun mulai menceritakan. Pada saat itu, Paman Cahya masih muda dan baru keluar dari kantor hukumnya.

__ADS_1


Yang dimana, ada seorang anak muda yang sedang dibulli oleh teman-temannya. Paman Cahya yang melihat itu sontak membantu dan membelanya dengan membawa ke kantor polisi.


Pada saat dikantor polisi, orang tua para pembully itu malah menyalah korban juga paman Cahya. Tentu hal itu disebabkan pra pembulli itu anak-anak dari pengusaha Besar dan satu anak pejabat yang dimana, mereka sudah banyak memberikan suap di kantor polisi.


Hal itu bukanlah sekali atau dua kali mereka dibawa ke kantor polisi melainkan berkali-kali hingga banyak uang dikantong mereka.


Saat paman Cahya sudah terpojok, seorang wanita menghampiri Paman Cahya. Wanita itu tidak lain, Liliana Indraguna. Semua polisi dan orang tua pembully memberikan hormat kepadanya. Namun, Liliana menatap tajam orangtua murid pembully tersebut.


"Dia anak buahku, jika kalian berani mengusik nya maka, besok jangan harap suami kalian kalian bisa bekerja lagi!" ancam Liliana.


Ancaman itu tentu membuat orang tua membulli ketakutan dan memutuskan untuk memilih jalan damai.


Sejak itulah, paman Cahya menjadi salah satu pengacara Lilianan sampai akhirnya, beliau dinyatakan MIA atau Missing In Action.


Saga pun terkejut kembali, "Action?" tanya heran Saga.


Paman Cahya pun menjelaskan lagi. Selain, pengusaha muda, Liliana Indraguna seorang penjelajah harta Karun yang terkenal dan misi pelajahan terakhirnya, Tanah Segitiga Permuda dengan maksud mencari mesin waktu.


"... Itulah kabar terakhir yang saya dapatkan. Tidak sampai seminggu, Liliana dinyatakan meninggal," ucap Paman Cahya.


Sedangkan, saat Saga bertanya tentang ayahnya, Bagas Indraguna. Paman Cahya menjelaskan dia telah dibunuh oleh seseorang saat Bagas sedang berada di rumah yang ditempati Saga saat ini dalam keadaan tertutup dan terkunci.


Lalu, keesokan harinya Andreas prima menutup kasus itu sebagai kasus bunuh diri.


Sesudah menceritakan semua itu, Saga pun tersenyum dan menitihkan air mata bahwasannya Saga sudah mendapatkan sedikit informasi tentang ayah dan ibu nya.



Maaf, sedikit telat.

__ADS_1


__ADS_2