Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 102. Pernikahan Merah Part I


__ADS_3

...Chapter 102. Pernikahan Merah part I....


Sejak Saga memperkenalkan Chamber kepada Tanya. Dirinya selalu hadir di Chamber untuk mempelajari cincin yang digunakannya dari para guru.


Sedangkan, Saga, Raya, Rizal dan Rachel sudah berada di Singapura yang dimana hari pernikahan Saga dan Rachel akan berlangsung 2 hari lagi.


Gedung-gedung sudah didekorasi kan dan undangan sudah disebarkan namun dalam undangan itu tidak ada undangan dari Saga melainkan dari keluarga besar Prima.


Sebenarnya Tanya diundang oleh Rachel namun, dia lebih memilih untuk tetap tinggal di Indonesia dan ingin terus mempelajari cincin miliknya.


Saga hanya bisa mengelus dada. Yang dimana, Saga pun mengerti, ini adalah pernikahan politik dan kekayaan.


Saga, Rizal dan Raya bersikap biasa tapi berbeda dengan Rachel. Dia begitu bersemangat dan sibuk untuk melaksanakan pernikahan yang sempurna.


Didalam malam sebelum pernikahan, Saga, Rizal dan Raya berkumpul dan berbincang. Disaat membahas tentang Prima group. Saga barulah menyadari sesuatu.


"Tunggu! apa kalian tidak merasa aneh? kenapa semua nya berjalan mulus bahkan sampai malam ini? Dan, kenapa Andreas menikahiku? apa untungnya?"


"Bukan kah untuk mencari modal," jawab Rizal.


"Tidak mungkin sesederhana itu," ucap Saga sambil mengelus-elus dahi nya untuk mempermudah dirinya berpikir.


Rizal yang melihat Saga yang terus berpikir, dia pun mendekati Saga dan merangkulnya.


"Apapun itu, tenang aja Ga! kamu sudah mau menikah dan persiapkan saja dirimu, ya! lagian sejahat apapun Andreas tidak akan menyakiti putri dan menantunya!"


Saga pun menenangkan pikiran dan mengangguk kepalanya.


Keesokan paginya, acara akad nikah pun dilaksanakan di hadiri oleh berbagai konglomerat dari penjuru dunia dan acara pun berjalan lancar.


Pada malam harinya, resepsi megah pun dilakukan. Semua orang memberikan selamat kepada Saga namun tidak ada satupun yang dia kenal.


Sedangkan, Rizal dan Raya bersandar di pojok ruangannya sambil menikmati sampanye mereka. Yang tidak lama, Saga mendatangi mereka.


"Bagaimana pernikahan diam mu?" sindir Rizal.


"Melelahkan," jawab santai Saga.


Lalu, Saga pun mengambil satu sampanye.


"Mari kita bersulang untuk rumah tanggaku yang dingin!" ucap Saga yang mengangkat gelasnya.


Raya dan Rizal pun juga mengangkat gelas.


"Bersulang!"


Cikkk!


Saga dan lainnya pun minum bersamaan.


Beberapa saat kemudian, Rachel mendatangi Saga.


"Sayang, kamu dipanggil oleh ayah!" ucap Rachel yang memeluk lengan Saga.

__ADS_1


"Sorry, aku pamit dulu!"


"Yoii," jawab santai Rizal.


Sesudah itu, Saga dan Rachel pergi ke ruangan istirahat VIP yang dimana Andreas sedang bermain poker dengan beberapa konglomerat yang lainnya.


Melihat kedatangan Saga, Andreas menghentikan sejenak aktifitasnya dan melihat Saga.


"Oh, menantu telah datang."


"Ayah," jawab Saga yang menundukan kepalanya.


"Rachel kamu bisa pergi sekarang. Ini adalah urusan sesama pria!"


Rachel yang mendengar itu, dia pun menolak nya akan ingin tetap bersama Saga tapi ayahnya melarangnya.


"Rachel, jangan manja!" teriak keras ayahnya.


Rachel yang mendengar itu, dia memanyunkan mulutnya. Saga yang melihat itu, dia pun mencoba meyakinkan Rachel.


"Tidak apa-apa Rachel! Nanti, aku akan mengunjungi mu."


"Janji ya!" ucap manja Rachel.


"Iya, aku janji."


Saga pun berhasil meyakinkan Rachel dan dia pun meninggalkan.


"Iya."


Saga pun melangkah dan duduk di kursi yang kosong.


"Baiklah, permainan dimulai lagi!" ucap bandar pria sambil mengocok kartu.


Kartu pun dibagikan dan chip pun dipertaruhkan dengan blind awal 100 ribu USD. permainan yang cukup besar namun, Saga tidak mempermasalahkan.


Ditengah permainan, Andreas mengajak berbincang-bincang.


"Saga, perkenalkan dia adalah Le chiffon, pemilik dari perusahaan GI teknologi, Thomas Jowy, kepala ilmuan metafisika Juan dan dia Vin Cody, ketua mafia Rusia."


"Saya Saga."


Saga dan para pemain pun saling bertukar senyum.


Saat Saga memperkenal diri, Andreas menyambung ucapan nya.


"Sang pemilik ruang kekayaan Indraguna."


"Apa?!"


Saga yang mendengar itu, dia pun merasa bahwa dirinya sedang terancam dan ingin beranjak dari kursi tapi semua penjaga di ruangan itu menodongkan pistol kearah Saga.


"Tenang saja, menantuku. Aku tidak akan membunuhmu. Aku hanya ingin mengambil harta yang ada dirumah orangtuamu," ucap Andreas.

__ADS_1


Saga pun menahan amarahnya dan duduk kembali, "Apa maksudmu?"


"Aku sudah mengirimkan orang yang memiliki teknologi tercanggih bahkan aku membelinya dengan millliaran dolar agar aku bisa menjebol ruang kekayaan."


Mendengar hal itu, Saga sontak panik. Hal yang membuatnya panik bukan lah ruang Kekayaan tapi, manusia yang ada di sana salah satunya Tanya dan Agitta.


"Kurang ajar!" gumam kesal Saga.


"Tidak usah marah. Setelah pertandingan selesai dan ruang Kekayaan dikosongkan. Aku akan membebaskan dirimu juga tamu yang lainnya dan pernikahan merah pun dimulai!"


Disaat yang sama, banyak pria berjas hitam dengan kacamata hitam masuk ke ruangan pernikahan dan mengelilingi ruangan.


Rizal dan Raya pun melihat sekeliling mereka yang dimana mereka merasakan adanya kejanggalan yang terjadi.


"Apa yang terjadi disini?"


"Pasti bukan sesuatu yang baik," jawab Raya.



Permainan diatas meja poker terus berlanjut yang dimana Saga mendapat untung sedikit setelah beberapa pertandingan.


"Saga, aku jadi teringat akan ayahmu, Bagas. Dia pemain poker yang sangat buruk karena sifatnya yang gegabah dan pemarah," ucap Andreas sambil bermain.


"Aku tidak seperti ayahku." seusai mengatakan itu, Saga melihat pergerakan detail dari Andreas yang menandakan bahwa dia sedang mengertak Saga bahwa kartunya sedang bagus. "Aku All In."


Dan, semua pemain menutup kartu kecuali Andreas. "All in."


Jadi, diatas meja pun ada 11 juta USD yang sedang dipertaruhkan dan bandar mengeluarkan kartu terakhir.


"Showdown!" ucap bandar.


Kedua kartu pun dibukakan yang dimana hasil menunjukkan Saga mendaparkan full house. sedangkan, Andreas Four of kind . Maka, Andreas yang menang.


"Benar, bukan. Kamu mirip dengan ayahmu dan juga kamu pikir aku mengertak." Andreas mengambil ponsel dan memberikan perintah nya. "Lakukan sekarang!"


Saat Saga mendengar itu, dia pun menatap tajam namun Andreas tersenyum lebar.


...##...


Di tempat yang berbeda, mobil Van hitam berhenti di rumah Saga dan keluarlah pasukan yang memakai serangan hitam dengan besi hitam, mengunakan helm khusus dan senjata yang berbeda dari yang lain.


Mereka pun mendobrak masuk rumah Saga. Lalu, mengunakan alat semacam radar untuk mencari radiasi dimensi dan mereka pun tepat sasaran di gudang.


Tidak hanya ke rumah Saga. Banyak Van hitam berhenti di Menara Imperium. Lalu, keluarlah banyak pria yang mengenakan jas hitam, masker hitam dan topi hitam dengan membawa pisau dan golok memasukji ruangan.


Pria hitam itu pun langsung membuka paksa dan menebas secara brutal ke seluruh penghuni.


Sedangkan, Di ruangan berbeda juga Raya dan Rizal saling mengangguk lalu, mencoba untuk melawan tapi, tanpa mereka sadari beberapa penjaga sudah ada dibelakang dan menahan langkah mereka.


Dan, pernikahan merah pun masih berlanjut.


__ADS_1


__ADS_2