Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 81. Sleepless Pil dan Memilih salah satu


__ADS_3

Chapter 81. Sleepless Pil dan Memilih salah satu.


Manusia bertahan berapa lama untuk tidak tidur? Dan, 11 harilah waktu terlama manusia bertahan tidak tidur lebih dari pada itu sudah dipastikan meninggal dunia.


Di Chamber, Saga bersama kedua gurunya Avicenna dan Galileo melakukan penelitian yang dimana mereka berhasil menciptakan sebuah pil yang mampu menjaga fisik tubuh agar tidak tidur. Saga pun memberi nama Sleepless Pil.


Ini didasari oleh pemikiran Saga yang ingin memanfaatkan waktu tidur 8 jam untuk beraktifitas di Chamber atau pun dunia nyata. Walaupun, Saga mengunakan pil Sleepless tapi, Saga hanya membutuhkan waktu 10 hari tidak tidur dan hari kesebelas, Saga memutuskan untuk tidur dan beristirahat.


Itulah aktifitas Saga yang saat ini sedang mengantar pulang Tanya bersama Rachel juga. Tanya pun dihadapan Saga dan Rachel sama seperti dahulu yang dimana dirinya selalu bercerita bahkan Tanya menceritakan dirinya yang dibully. Tanya begitu santai menceritakan hal itu. Dalam hal itu, Rachel merasa bangga terhadap Tanya yang bisa begitu santai menghadapi dunia nya.


Tibalah mereka di rumah Tanya, saat ini Tanya tinggal seorang diri lantaran kedua orang tuanya tinggal di Amerika. Hal itu sejak kejadian penculikan Tanya, Saga menawarkan rumah untuk Paman Andre dan Bu Lani di Amerika. Mereka pun setuju untuk tinggal di sana namun, Tanya menolak nya lantaran dia tidak mau berpisah jauh dengan Saga.


Paman Andre dan Bu Lani pun menjadi dilema soalnya, tujuan mereka pergi ke Amerika demi untuk melindungi Tanya dari Prima group. Mendengar itu, Kakaknya. Aziz. Menawarkan diri untuk menemani Tanya di Indonesia dan meminta pekerjaan dari Saga untuk membantunya membantu menjatuhkan prima group. Saga pun menyetujuinya dan Aziz yang memiliki gelar S2 ekonomi, Saga memperkerjakannya sebagai akuntan dan banker.


"Mas Saga?!" sapa Tanya yang mengembalikan lamunan Saga yang saat ini sedang mengantar Tanya sampai didepan pintu rumahnya.


"Iya. Maaf, Mas Melamun."


"Ini pasti karena aku, maaf ya mas," ucap Tanya yang tersenyum kecil dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Saga pun menganti posisi badan menghadap Tanya dan menaruh tangannya dikepala Tanya.


"Kamu bicara apa? Kamu bukanlah beban tapi semangat untuk ku!"


Tanya yang mendengar itu, dia pun tersenyum menatap Saga begitu pun Saga. Lama kemudian, Saga dan Tanya saling berciuman didepan pintu masuk yang tentu saja dilihat oleh Rachel. Namun, dia hanya bisa tersenyum kecut.


Disaat Saga ingin pergi, Tanya menahannya. "Mas Saga, Tunggu!"


Saga pun mengehentikan langkah dan menoleh kearah Tanya kembali.


"Ada apa?"


Tanya mengingat bibirnya dan menundukkan kepalanya. "Permintaan ku di panti? Bisakah mas kabulkan?"


Tanya pun menganggukan kepalanya dengan malu-malu. "Aku tunggu!" seusai mengatakan itu, Tanya pun masuk kedalam rumahnya tanpa melihat Saga.


Saga pun juga kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumah Rachel. Dalam perjalanan ke rumah Rachel tidak ada percakapan, Saga begitu sibuk melihat Ipadnya sedangkan Rachel ingin mencoba mengobrol namun sulit untuk mencari topik dan beberapa menit kemudian, sampailah di rumah Rachel.


Rachel mendekatkan dirinya kepada Saga dan menaruhkan kepalanya di badan Saga sambil memeluknya.

__ADS_1


"Sayang, kita sudah sampai. Bolehkah aku meminta ciuman juga?"


"Eee ... kamu cemburu ya," ledek Saga.


Rachel tersenyum dan mengangguk kepalanya seperti anak kecil. Saga pun juga tersenyum lalu, dia mendekatkan wajahnya begitupun Rachel dan mereka pun perciuman.


Rachel dalam kondisi hasrat tinggi. Dia terus bermain lidah didalam bibir Saga sampai sampai Rachel benar-benar terangsang dan memasukan tangan nya kedalam kemeja. Saga pun juga ikut terbawa suasana. Tangannya masuk kedalam gaun dan memainkan buah dadanya. Sampai-sampai, Rachel ingin melepaskan ikat pinggang Saga. Disaat itu juga, bayangan Tanya muncul saat masuk kedalam rumah sehingga membuat Saga menghentikan tindakan Rachel dan melepaskan ciumannya beserta remasannya.


"Maaf, aku masih belum bisa."


Rachel tersenyum seraya menatap Saga penuh mesra.


"Aku mengerti. Maaf, aku yang ingin terlalu cepat."


Saga pun mengencup kening Rachel setelah itu memeluknya. Rachel pun keluar dari mobil dan Saga terus menatapnya sampai dirinya benar-benar masuk ke rumahnya.


"Maaf, Rachel. Aku tidak bisa menjadikan mu yang pertama."


Seusai mengatakan itu, Saga kembali melihat ke depan dan menutup kaca mobilnya.

__ADS_1


"Ray, kita kembali ke rumah Tanya!"


"Baik."


__ADS_2