Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 30. Laporan pagi Rizal.


__ADS_3

Chapter 30. Laporan pagi Rizal.


Selama ada System uang akan terus bertambah. Itulah yang dilakukan oleh Saga setiap harinya.


Setelah Saga mengenal Oracle, dia mendapatkan misi di setiap harinya merupakan misi harian untuk sit up 100 kali dan push 100 kali, tentu nya Saga harus memakai jam tangan agar bisa dinilai. Misi itu pun aku mendapat kan 500 poin tidak terikat dan Saga sudah melakukannya selama seminggu ini jadi Saga sudah mengumpulkan 4.500 poin. Total Saldo poin tidak terikat menjadi 12.015 poin.


Meski, di dunia nyata sihir tidak bisa digunakan namun, sistem masih memberikan keuntungan kepada Saga.


Saga pun memutuskan untuk membiarkan nya menjadi poin dan weekend pun datang.


Sabtu pagi, Rizal datang ke rumah Saga dengan pakaian santai dan saat itu, Saga sedang sarapan setelah lamanya berolahraga.


Ding! Dong!


Suara bell berbunyi, Saga pun menghentikan aktifitasnya dan membuka pintu.


"Pagi, my Boss," sapa Rizal.


Saga pun tersenyum kecil dan berjalan untuk membuka pagar, "Tumben kamu pagi-pagi datang?" ucap Saga.


"Iya, dong soalnya. Siang aku masih banyak kerjaan," jawab Rizal.


"Iya, ya," respon datar Saga.

__ADS_1


Lalu, Saga dan Rizal pun masuk ke dalam rumah.


Disana Rizal terkagum, "Aga, kamu memang pintar mendesain ruang interior rumah," ucap Rizal.


"Iya, ya. Terimakasih. ngomong-ngomong, kamu sudah sarapan?"


"Santai, bro. Baru sarapan tadi di jalan," jawab Rizal.


"Saya selesain sarapan dulu," ucap Saga.


"Oke, sambil santai saya jelasin," ucap Rizal.


Saga pun kembali ke ruang makan yang diikuti oleh Rizal. Lalu, Saga yang sambil sarapan Rizal menjelaskan laporan seminggu ini.


Yang pertama, Rizal sudah mengalihkan nama rumah dari Bagas kepada Saga di lima rumahnya yang berada di seluruh Indonesia. Salah satunya, rumah yang ditempati oleh Saga saat ini.


Selanjutnya, Rizal telah menemui pemilik apartemen yang sedang di sengketa kan serta menyakini nya dengan membayar lebih dari Mirage Group yang awalnya 2,3 Trilliun rupiah. Rizal memberi kan penawaran 2,5 Trilliun rupiah dan pemilik itu menyepakati dan ingin bertemu Sabtu siang ini.


"Aga, kamu ikut juga dalam pertemuan itu?!" ajak Rizal sambil mengambil roti tawar yang ada diatas meja dan memakannya.


"Ya, jam berapa memang?" tanya Saga.


"Dia mengatakan jam satu siang ini," jawab Rizal.

__ADS_1


Laporan pun selesai dan tidak lama ada chat yang berada dari Rachel dan Tanya. Rizal pun melirik ke ponselnya Saga.


"Kamu mengebet dua cewe? gila loe, sumpah gila! bagaimana ngaturnya?!" ucap Rizal sambil menggelengkan kepalanya.


"Satu drama dan satu lagi ... dia asyik aja. Selain itu, Rachel masih di Singapura," jawab Saga.


"Ohhh, kamu ya sudah menjadi pria nakal. Ngomong-ngomong, kapan dia rencana Pulang ke Indonesia?" tanya Rizal dengan tatapan ledek.


"Entahlah, kata sih Minggu depan," jawab Saga.


"Oke deh, apapun itu. Aku dukung," ucap Rizal.


Saga tidak menjawab dan hanya tersenyum. Lalu, Saga yang selesai sarapan. Dia pun mencuci piring setelah itu mandi dan menganti baju serta berpenampilan santai seperti Rizal.


Seusai semua itu, Saga kembali ke ruang Santai yang dimana Rizal sedang menunggu Saga.


"Oke, Riz. Pagi ini kita kemana dulu," tanya Saga.


"Aku akan tunjukan sesuatu yang menarik kepadamu," ucap Rizal


"Jadi penasaran. Ayo!" jawab Saga.


Sesaat kemudian, Saga dan Rizal pergi dengan mengunakan mobil BMW M4 milik Rizal.

__ADS_1


...$$...


Saldo tidak terikat: 12.015 poin.


__ADS_2