Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 57. Permintaan Tanya


__ADS_3

Chapter 57. Permintaan Tanya.


Sesudah keributan di panti, Saga dan lainnya pun temu kangen di panti bersama anak-anak.


Lalu, tidak lama kemudian. Bu Rosa melirik kearah Tanya.


"Nak Saga, siapa wanita cantik ini?" tanya Bu Rosa.


Saga pun melihat dan memperkenalkan Tanya.


"Bu Rosa, dia Tanya. Pacar ku," jawab Saga.


Tanya yang mendengar itu sontak menghampiri Bu Rosa dan mencium tangan Bu Rosa seraya memperkenalkan dirinya.


"Saya Tanya, Bu," ucap Tanya.


Bu Rosa pun tersenyum dan mengelus-elus Tanya.


"Wanita yang cantik. Saga beruntung memiliki kekasih seperti mu," ucap Bu Rosa.


Tanya pun mengembalikan posisi badannya dan tersenyum mendengar pujian itu.


Saga dan Rizal pun juga tersenyum.


Sesaat kemudian, Saga dan lainnya melakukan berbagai aktifitas disana.


Salah satunya bermain bola. Saga, Raya dan Rizal bersama dengan anak-anak yang lain bermain di lapangan.


Suka cita pun mereka rasakan bahkan Raya yang jarang tersenyum. Pada saat itu, dia banyak tersenyum.

__ADS_1


Sedangkan, Tanya memberikan sorakan semangat kepada Saga dan lainnya disisi lapangan bersama dengan anak-anak yang tidak bermain.


Tidak lama kemudian, Bu Rosa datang dan berdiri disamping Tanya.


"Hei, Nona Tanya!" sapa Bu Rosa.


Tanya yang sedang bersorak, dia pun langsung menghentikan sorakannya dan melihat kearah Bu Rosa.


"Iya, Bu," jawab sopan Tanya.


"Nona, bagaimana penilaian mu tentang Saga?" tanya Bu Rose.


Saat Bu Rosa menanyakan itu, Tanya melihat kembali Saga yang sedang bermain.


"Dia pria yang sangat baik, bertanggungjawab, peduli kepada sesama tapi tegas disaat melihat ketidakadilan," jawab Tanya.


"Apa kamu mencintai nya?" tanya Bu Rosa.


"Jadi, begitu. Aku bersyukur. Saga memiliki pacar yang sangat mencintainya," ucap Bu Rosa.


"Terimakasih, Bu," jawab Tanya.


Beberapa saat kemudian, Saga menghampiri Tanya dan Bu Rosa. Tanya yang melihat wajah Saga yang penuh keringat, dia pun langsung mengusap nya.


Saga pun membiarkan Tanya mengusap wajah dirinya dan mereka pun saling bertukar senyum.


Matahari sudah semakin naik maka dari itu, Saga dan semua nya memilih untuk masuk ke dalam panti.


Didalam panti, Saga dan Tanya berkeliling panti lalu, sampailah mereka berdua dikamar Saga yang dimana Tanya tersenyum senang melihat kamar yang begitu rapi.

__ADS_1


Lalu, langkah Tanya terhenti di suatu piagam penghargaan yang tergantung disana. Tanya yang penasaran dengan piagam itu, dia pun mendekat kan pandangan dan melihat tulisan dalam piagam tersebut.


"Juara pertama Olimpiade Matematika tingkat Nasional," ucap Tanya yang membacakan tulisan pada piagam. Seusai membacanya, Saga mengembalikan posisi badannya dan menghadap Saga sambil tersenyum.


"Pacar ku memang luar biasa!" puji Tanya.


"Terimakasih," jawab Saga disertai senyuman.


Seusai mengatakan itu, Tanya terdiam dan menundukan kepalanya sambil tersenyum. Saga yang penasaran dengan diamnya Tanya itu, dia pun menghampiri nya.


"Tanya, ada apa?" tanya Saga.


Setelah Saga bertanya itu, Tanya mengangguk kepala nya. Lalu, kembali memandang Saga.


"Mas, boleh tidak aku meminta darimu?" tanya Saga.


"Boleh. Kami meminta apa?" jawab Saga.


"Mas, aku ingin kamu mengajari matematika. Aku sangat lemah dalam pelajaran itu dan juga pelajaran lainnya. Jika, Aku mendapatkan hasil 80 atau diatasnya maka sebagai hadiahnya, Mas, Boleh mengambil keprawanan ku! Aku tidak akan menyesal jika itu, kamu yang melakukan nya," ucap Tanya yang diakhiri dengan senyuman lebar hingga matanya tertutup.


Mendengar itu, Saga tersenyum lalu, memeluk Tanya hingga dirinya sedikit terkejut.


"Aku tidak masalah untuk guru privatmu. Tapi, hadiah yang kamu ucapkan itu sudah bulat. Meski, tanpa hadiah sekalipun Mas tidak masalah," ucap Saga didalam pelukan.


Mendengar itu, Tanya mempererat pelukannya.


"Aku sangat yakin Mas," jawab Tanya yang menaruh kepalanya di badan Saga dan tangannya yang berada di punggung Saga semakin erat.


"Begitu, terima kasih. Itu akan menjadi kehormatan ku," jawab Saga.

__ADS_1


Tanya dan Saga pun saling tersenyum dan menikmati pelukan tersebut.



__ADS_2