
Chapter 79. Restoration.
Malam belumlah berakhir, lambat laun tangisan Tanya. Saga saat ini sedang duduk disisi kasur dengan Tanya yang menaruh kepalanya dibahu Saga melamun dan terdiam.
"Tanya, kamu sudah lebih baik?"
"Tidak, bagaimana bisa lebih baik melihat kedua orang tua dibunuh tepat didepan mata." Tanya menegakan kepalanya dan menatap tajam Saga. "Siapa sih yang tega bunuh orang tuaku dan menculik ku?"
Saga tidak ingin mengatakan yang sebenarnya jika itu dia katakan maka Tanya akan menimbulkan dendam kepada Rachel dan keluarganya yang mungkin juga bisa membahayakan Tanya juga.
Selain itu, Saga ingin menguji sesuatu yang di luar nalar manusia yaitu membangkitkan kembali keluarganya yang sudah terbunuh.
Namun, itu tidak mungkin bisa dibicarakan maka mau tidak mau, Saga harus berbohong.
"Tenang saja, Paman Andre, Bu Lani dan Kak Aziz masih hidup dan saat ini sedang berada di rumah sakit," ucap Saga seraya senyuman diwajahnya.
Tanya yang mendengar itu, dia sangat senang.
"Benarkah, Terimakasih Mas Saga. Kamu memang pahlawan ku."
Saga tidak menjawab pujian itu, dia hanya memberikan senyuman kepadanya. Lalu, Saga menatap Tanya dengan sangat dekat serta menempelkan kening nya kepada kening Tanya.
"My sweety, sekarang kamu harus tidur. Besok, kamu harus menjenguk kedua orangtuamu!"
"Iya."
Saga dan Tanya terdiam serta saling menatap diiringi dengan senyuman. Setelah itu, mereka pun berciuman namun tidak lama. Saga membaringkan Tanya dan memberikannya selimut setelah itu mengencup keningnya.
"Selamat tidur, My sweety!"
"Selamat tidur, Mas Saga!"
Tidak lama kemudian, Tanya menutup matanya dan tertidur. Saga pun meninggalkan kamar dan masuk ke dalam Chamber yang dimana Rizal dan Raya sudah berada disana bersama dengan ketiga keluarga Tanya yang sedang diperiksa oleh Guru Avicenna.
"Guru, bagaimana menurut anda?" tanya Saga yang penasaran dengan keadaan keluarga Tanya.
"Mereka mengalami luka tembak yang cukup dalam dua tidak begitu parah namun, satu tertembak di kepala. Sulit untuk menyembuhkan nya jika hanya mengandalkan ramuan dan obat," penjelasan Avicenna.
"Apakah dengan mengunakan sihir ada kemungkinan sembuh?"
__ADS_1
Aritoteles yang berdiri disamping Saga menjawabnya, "Jika menggunakan sihir memang ada kemungkinan untuk sembuh tapi jika melewati energi pembatasan dimensi. Kita tidak tahu apa efek samping nya."
"Menurut, kenapa kita tidak coba saja?" saran Rizal.
Saga bukannya tidak menerima saran Rizal namun, jika terjadi apa-apa Saga akan merasa bersalah kepada Tanya hingga Saga harus berpikir matang-matang sampai beberapa kali menghela nafasnya. Namun, Saga tidak memiliki cara lain hingga terpaksa melakukan nya.
"Baiklah kita coba."
Saga pun menghampiri ayahnya Tanya yang tertembak dikepalanya. Dari semua sihir yang pernah dipelajari, Saga masih belum yakin maka dari itu, dia bertanya kepada Operator.
"Operator, sihir apa yang memiliki keberhasilan tertinggi?"
Operator dungeon saat ini sudah Saga gabungkan dengan watch sistem, Oracle yang dahulu pernah dipakai. Lalu, Operator pun berevolusi menjadi Rafael, sang malaikat kebijaksanaan.
"Jawab. Saya sarankan anda untuk mengunakan sihir modern tingkat tinggi, Eidos Restoration."
"Eidos Restoration? sihir apa itu?"
Operator pun menjelaskan Eidos Restoration merupakan sihir tingkat tinggi yang mampu mengembalikan seutuhnya segala kerusakan atau luka baik itu makhluk hidup atau benda seperti sedia kala sebelum 24 jam dari kejadian kerusakan tersebut. Namun, penguna sihir diharuskan menerima sakit dari target selama waktu belum di perbaiki sebesar 0,2 detik persatu derita. Jadi, jika kerusakan sudah 30 menit maka menguna sihir harus menanggung 60 kali rasa yang diderita target.
"Baiklah, Operator. Lakukan!"
Sesaat kemudian, sebuah layar udara muncul yang bertuliskan;
Sihir tingkat SSR - Eidos Restoration, Harga: 500k poin terikat. Apakah anda yakin mengunduh nya?
"Iya. Aku unduh."
"Dimengerti! ... Proses berhasil! ... sihir telah terunduh."
Setelah itu Saga mendapatkan laporan itu, Saga menempel tangannya ke luka tembak di kepala Paman Andre.
"Eidos Restoration, Begin!"
Sebuah gambaran data muncul dibayangan Saga yang saat itu telah hilang kesadarannya ke dimensi lain. Satu demi satu perbaikan pun dilakukan meski harus menanggung rasa sakit dari Paman Andre. Saga berhasil menanggung rasa tersebut.
beberapa saat kemudian, proses restorasi usai dan Saga melepaskan tangannya serta mengambil nafas panjang.
"Bagaimana? sukses kah?" tanya Rizal.
__ADS_1
Saga melihat Rizal dan mengangguk kepalanya.
"Syukurlah," jawab Rizal.
"Baiklah, sekarang ke rencana berikutnya."
Sesudah itu, Saga dan lainnya menempatkan keluarga Tanya ke rumah sakit. Sedangkan, rumah Tanya telah di rapihkan oleh agen mekanik agar terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.
Setelah semua permasalahan usai, Saga memerintahkan Rizal untuk tetap stay di rumah Saga. Sedangkan, Saga sendiri kembali ke Jepang dengan mengunakan serbuk gerbang bersama Raya.
Sebelum pergi, Saga mengunjungi Tanya yang sedang tertidur. Saga pun tersenyum. Lalu, dia menghampiri Tanya dan mengecup kan kening.
"Aku pergi dulu."
Kecupan dan ucapan Saga membuat Tanya membuka matanya dan menatap Saga.
"Kamu sudah mau pergi?"
"Iya, Rizal ada disini jadi kalau ada apa-apa. Katakan saja ke dia!"
"Iya. Hati-hati dijalan! Dan, cepat pulang!"
Saga menganggukan kepalanya dan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Tanya.
Sesudah itu barulah, Saga pergi meninggalkan kamar nya Tanya dan pergi ke gerbang yang sudah terbuka di kamar Saga.
"Riz, aku mengandalkan mu!"
"Serahkan kepada ku!"
Seusai itu, Saga dan Raya pun masuk kedalam gerbang.
Catatan kecil:
- Eidos Restoration diadaptasi dari anime - MAHOUKA KOUKOU NO RETTOUSEI.
- Rafael system diadaptasi dari anime Tensura.
__ADS_1