
Chapter 28. Agitta Grindwald dan Proposalnya.
Saat ini Saga berhadapan dengan seorang putri dari kerajaan lain bernama Agitta Grindwald. Saga pun terkejut oleh kedatangan nya ini disebabkan oleh Oracle yang mengatakan bahwa dia akan menjadi salah satu istri Saga.
Saga yang sedang terkejut, Dia hanya berdiam diri. Disisi berlawanan, Agitta melihat Saga dengan ekspresi bingung.
Namun, Aritoteles menyadarkan lamunan Saga.
"Ghmm!" batuk yang disengaja Aritoteles.
Saga pun tersadar dan langsung memperkenalkan diri.
"Salam kenal juga, Aku Saga Indraguna, Master dari dungeon ini," ucap Saga yang membungkukkan sedikit badannya.
"Iya, senang bertemu dengan anda," jawab Agitta seraya senyum di wajahnya.
Saga pun mengembalikan posisi badannya dan memperkenalkan Agitta untuk masuk.
"Ayo masuk! Kita bicara ditempat pertemuan!" seru Saga.
"Baik," jawab Agitta.
Kelompok Saga dan Agitta pun masuk kedalam Dungeon. Selama perjalanan, Agitta terkagum-kagum melihat pemandangan yang begitu Indah dan pandangan nya melihat sekitar yang dilewatinya.
"Apa ini di dungeon? sungguh berbeda seperti yang lainnya," ucap kagum Agitta.
"Iya, aku membuat dungeon ini bukanlah untuk pertarungan melainkan untuk perdagangan ataupun hubungan diplomatik lainnya," ucap Agitta.
Agitta pun mengalihkan pandangannya ke arah Saga seraya senyuman. Saga pun menyadari tatapan itu dan dia juga melihatnya.
__ADS_1
"Ada apa, putri Agitta?" tanya Saga.
"Kamu pria yang unik," Agitta mengembalikan pandangannya ke depan, "Biasanya para master dungeon selalu menginginkan untuk menjadi terkuat bahkan ada yang ingin menguasai negara," ucap Agitta.
"Dan, itu bukanlah Aku," jawab santai Saga.
Jawaban itu membuat Agitta tertawa kecil dengan menutup sedikit mulutnya. Saga pun juga tersenyum melihat Agitta.
Sampailah mereka di kota dalam Dungeon. Agitta pun terkagum-kagum saat melihat kota itu dengan kebersihan dan penjagaan yang cukup ketat disetiap gedungnya.
"Wow, Tuan Saga. Anda memang luar biasa. Aku baru melihat kota seperti ini," kagum Agitta.
Tidak hanya Agitta, beberapa pengawal juga ikut terkagum.
Saat Saga menerima pujian itu, dia menoleh ke gurunya. Aritoteles tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.
Sebenarnya desain dari kota ini dibuat oleh Aritoteles baik bangunan, jalan dan perdagangan. Hal itu bisa dilakukan Saga saat Aritoteles diberikan jabatan Direktur Ekonomi dan Direktur Pembangunan.
Saga pun tersenyum bangga kepada guru dan masternya. Dia pun memperkenalkan kotanya tersebut.
"Selamat datang di Kota the Chamber of Secret!" ucap Saga memperkenalkan kotanya.
Agitta pun melihat ke arah Saga dan tersenyum lebar hingga menutup kedua matanya, "Iya."
Lalu, Saga mengantar Agitta ke gedung pertemuan. Setibanya disana, lagi-lagi Agitta dan lainnya terkagum melihat desain dalam gedung.
Dan, tibalah di ruang rapat. Agitta dan lainnya menempati kursi begitu juga Aritoteles dan Date. Lalu, rapat pun dimulai.
"Lalu, Negosiasi apa yang putri ingin utarakan?" tanya Saga yang duduk ditengah kursi panjang.
__ADS_1
"Sebelum aku mengutarakan, aku ingin menjelaskan sesuatu," ucap Agitta.
"Silahkan!" jawab Saga.
Agitta pun mulai menceritakan tentang kerajaan Grindwald yang diserang oleh kerajaan Baharuth. Awalnya, kedua kerajaan ini damai dan saling bekerja sama namun, sejak pergantian raja di kerajaan Baharuth. Mereka mulai serakah dan melakukan penjajahan serta membumi hanguskan kerajaan disekitarnya. Ayahnya, Raja Albert Grindwald menduga Kerajaan Baharuth bekerja sama dengan raja iblis beserta dungeon-dungeon nya.
Sejak saat itu, kerajaan Grindwald selalu berperang demi untuk mempertahankan kerajaan Grindwald hingga menimbulkan kesulitan pangan dan banyaknya anak-anak yang kehilangan ayahnya.
"... itulah yang terjadi di kerajaan ku," ucap Agitta yang mengakhiri ceritanya.
"Aku mengerti. Lalu, bantuan apa yang bisa ku bantu?" tanya Saga.
"Aku ingin tuan Saga menampung dan mengurus anak-anak yang kehilangan kedua orangtuanya," ucap Agitta.
Mendengar itu, Saga langsung terkejut dan mengenai hatinya bahwasannya Saga sudah merasakan sakitnya kehilangan orang tua dan dibesarkan di panti asuhan serta menerima kasih sayang di panti tersebut.
Maka dari itu, tanpa pikir panjang Saga menyetujuinya.
"Baiklah, aku izinkan! bawa semua anak-anak kesini. Aku yang akan mengurus dan menjaganya di sini," jawab Saga.
"Benarkah," Agitta pun sontak senang dan berdiri lalu, membungkukkan badannya, "Terima kasih banyak, Tuan Saga."
Para pengawal nya pun ikut membungkukkan badannya dan mengucapkan terimakasih.
"Tapi, ada syarat. Aku akan menyediakan semua akomodasi dan pangan namun, Putri Agitta kamu yang harus bertanggungjawab atas pendidikan mereka dan pengaturan di panti asuhan itu," ucap Saga.
Agitta mengembalikan badannya, "Baik," jawab Agitta seraya senyuman lebar.
Saga pun juga membalasnya dengan senyuman. Itulah permasalahan di Chamber.
__ADS_1
Sedangkan, di dunia nyata. Saga mempercayakan kepada Rizal dan Boim untuk mengambil alih Mirage Group.