Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 92. Program kerja dalam seminggu & kerja lembur Senja (21+) (Revised)


__ADS_3

...Chapter 92. Program kerja dalam seminggu & kerja lembur Senja (21+)...


Seminggu kemudian ...


Pada hari itu, Saga bersama dengan beberapa anggota Sunshine Finance sedang mengadakan pemotongan pita untuk peresmian Apartement Mentari menjadi sebuah tempat tinggal untuk orang-orang yang terlantar. Meskipun pemerintah sudah membuat program yang sama tapi, Saga berbeda. Saga tidak membiarkan para penghuni untuk bebas. Jika dibiarkan bebas maka penghuni pasti akan merusak fasilitas Apartement maka dari itu, dia menempatkan beberapa orang angkatan TNI yang dimana mereka diizinkan tinggal di unit terbaik secara gratis. Menteri pertahanan dan Jenderal TNI pun menyetujuinya hingga Saga mendapatkan penghargaan warga teladan dari president Indonesia.


Tidak hanya itu saja, Tanya dan kakaknya Aziz pun memutuskan untuk pindah rumah dan Tanya pun menempati satu dari dua penthouse yang ada di menara Imperium tersebut.


Setelah acara usai, Saga, Rizal dan lainnya kembali ke cafe Tanya di Rooftop MI (Menara Imperium).


"Ini pesanan mu Mas Saga," ucap Tanya sambil menyajikan makanan diatas meja.


"Terima kasih, Tanya," ucap Saga.


Rizal melihat kearah Tanya sambil tersenyum lebar, "Yo, siapa ini yang terlihat lebih cantik hari ke hari." gombal Rizal.


"Gombal aja terus, Mas koki." sambung ledek Tanya terhadap Rizal.


Percakapan itu membuat seluruh cafe tertawa kecil.


Tanya tidak mempedulikan nya, dia kembali ke meja bar lalu, mengambil kaleng bir setelah itu, melemparnya kearah Raya.


"Raya, tangkap!"


Dengan cepat Raya pun menangkapnya dengan mudah.

__ADS_1


"Itu free buat loe!" seru Tanya.


"Thank you," jawab dingin Raya.


'Iyaaa, loe cool banget kaya kulkas," komentar Tanya sambil tesenyum dan melipat kan tangan nya.


"Tanya, punya gue mana Free nya!" ucap Boim.


"Tunggu sebentar!" ucap Tanya sambil mengambil kotak minuman dari kulkas lalu, melemparkan juga kearah Boim.


Saat Boim menangkap nya, dia pun terkejut. "Lah, kenapa kotak susu?"


"Biar loe bisa putih Im," jawab Tanya.


Semua orang disana pun juga menjadi ramai dengan kehadiran Tanya yang sudah gembira kembali. Raya yang sulit tertawa saja menjadi tertawa saat itu.


"Iya, aku tidak menyangka Tanya menjadi pewaris keluarga Wu," sambung Saga.


Mendengar ucapan Saga membuat semua orang yang ada di cafe itu terdiam dan tersenyum saling memandang satu sama lain.


"Dan, aku berterimakasih kepada orang-orang hebat yang ada disekitarku bahkan mau berkenan tinggal dan berkantor di menara Imperium ku ini," ucap Tanya.


"Iya, semua itu berkat bos kita yang crazy rich bukan main. Bagaimana tidak? bos membeli 10 ruang kantor, 30 unit apartemen untuk karyawan nya-" ucap Boim lalu, dipotong oleh Dina, "Iye, termasuk loe. Dirumah tidak perlu pikir bayar uang kontrakan lagi."


"Hehehe ... Iya."

__ADS_1


Semua orang disana pun tertawa.


Senja baru saja pulang, dia habis lembur karena ada sidang yang Senja hadiri. Dengan, jalan malas hingga kedua bahunya keluar dari mobil Audi A4 nya yang diparkirkan di basement satu.


"Lelahnya!" gumam Senja yang melangkah kearah lift dan dia pun menaikinya.


Kamar Senja berada di lantai 30 dengan nomor kamar 3016. Kamar itu memiliki ruangan lengkap dan berkamar tidur tiga.


Tidak lama, pintu lift pun terbuka di lantai 30 yang Senja masih dengan malas melangkah namun, saat tiba di pintu apartemen. Senja melihat Rizal yang sedang duduk bersandar di pintu masuk.


"Pak Rizal, kenapa anda disini?" tanya Senja.


Rizal pun melihat Senja dengan senyuman lebar.


"Aku merindukan mu," jawab Rizal lalu, dia pun berdiri dan menghadap Senja seraya menatap nya.


Senja mengerti akan tatapan itu, "Maaf, pak jangan sekarang! Aku sangat lelah."


Rizal tidak mendengar ucapan senja. Lalu, dia pun menghampiri dan menarik pinggang nya Senja hingga tubuh mereka saling menempel. Senja hanya terdiam menatap malu melihat wajah Rizal dari dekat. Tatapan nya mengoda dirinya begitu pun Rizal.


Tanpa banyak basa-basi lagi, Rizal menempel bibirnya kepada bibir senja dan senja sendiri menerimanya. Bermainan lidah dan bibir terjadi secara reflek Senja mengalungkan dirinya. Lalu, didalam kecupan mereka melangkah masuk ke dalam ruangan. Didalam ciuman juga, Senja menempelkan kartu apartemen sehingga pintu terbuka.


Setibanya didalam, Senja menjatuhkan tas dan jasnya. Lalu, Senja melepaskan sejenak untuk melepaskan kemejanya tapi Rizal tidak membiarkan. Dia menyambar lagi dan membantu melepaskan pakaian mereka berdua. Ciuman terus dilakukan sampai di kamar tidur.


Rizal menjatuhkan Senja dan memulai melepaskan semua pakaiannya begitu pun Rizal dilepaskan oleh Senja.

__ADS_1


Dan, permainan tubuh yang lembut pun mereka kerjakan untuk mengisi rasa kelelahan dan kesepian mereka.



__ADS_2