
Chapter 68. Negosiasi dan Pelayan Tak terduga.
Malam sunyi, mobil Lexus melaju yang dimana terdapat Saga disana dan mobil itu pun terhenti di sebuah KTV atau tempat karaoke kelas atas.
Setibanya disana, Saga menyerahkan kunci kepada Valet untuk diparkir kan mobilnya itu. Saat melihat kearah pintu masuk, Raya sudah berada disana menunggu kehadiran Saga.
Saga pun menghampiri Raya dan mereka pun masuk kedalam gedung KTV tersebut.
Saat didalam, Saga dihampiri oleh seorang pria berjas hitam.
"Selamat malam, Apakah anda Tuan Saga?" tanya pria berjas hitam.
"Iya, aku Saga," jawab tegas Saga.
"Ketua Haiden menunggu anda. Silahkan biar saya antarkan!" ucap pria berjas hitam.
Saga menganggukan kepalanya dan mengikuti pria berjas hitam itu di ikuti oleh Raya dibelakang Saga.
Gedung KTV itu memiliki 4 lantai yang dimana setiap ruangan memiliki kelas tersendiri dari studio, Luxury, VIP dan VVIP. Sedangkan, tempat pertemuan itu berada di ruangan VVIP yang berada di lantai 4.
Setibanya didepan pintu ruangan, Saga berpapasan dengan seorang wanita yang memakai baju mewah, antik yang mengkilap, rambut yang tertata rapi namun, wajahnya Saga mengenalinya meski, wanita itu memiliki riasan yang cukup tebal.
"Ayu?" gumam Saga.
Ayu yang berjalan diarah berlawanan dengan Saga. Dia pun menghentikan jalannya dan terkejut tapi, hanya dengan mengerutkan dahi dan tersenyum tanpa ada respon ucapan.
Saat Saga ingin mengucap lebih lanjut, Raya pun menghentikan dengan mengelengkan kepalanya. Saga pun mengerti dengan isyarat tersebut.
Sesaat kemudian, pria berjas menuntun Saga dan Raya masuk kedalam ruangan sebelum Ayu. Ayu pun hanya menundukan kepalanya saat Saga melewati nya.
Setibanya didalam, Saga melihat sosok pria dewasa dengan jas abu-abu nya yang beranjak dari kursi dan menyambut Saga.
__ADS_1
"Mr. Saga aku telah lama menunggu. Mari duduk!" seru Haiden.
"Senang bisa bertemu dengan anda!" jawab Saga dan dia pun duduk di sofa.
"Mari kita mulai bisnis nya!" ucap Haiden.
Saga dan Haiden pun saling melakukan negosiasi yang dimana Saga bermaksud untuk membeli 5 persen dari 10 persen saham utama prima group yang dimiliki Haiden. Saat itu, Saga memberikan hak kepada Haiden untuk membuka harga.
Mendengar itu, Haiden pun memberikan harga yang tidak masuk akal dengan maksud agar Saga tidak merendahkan nya.
"3 Milliar USD, bagaimana? anda mau?" ucap remeh Haiden.
Saga tersenyum lebar, "Baiklah, bagaimana jika 10 milliar USD untuk semua saham milik mu," ucap tantang Haiden.
"Hahaha ... Jangan bercanda! Tapi, apa kamu yakin?" ucap Haiden.
"Tentu saja," ucap Saga sambil tersenyum dan melipat kakinya.
"Baiklah, jika begitu. Aku akan berikan KTV ini sebagai hadiah hiburan dan ..." Haiden menuangkan bir kedalam dua gelas kecil. "Sekarang, mari kita bersulang! Bawa mereka masuk!" seru Haiden.
Sesaat kemudian, penjaga disana membuka pintu dan beberapa wanita masuk dengan pakaian gaun dan perhiasan mewah serta dandanan yang sangat cantik sekitar 6 wanita disana termasuk Ayu.
Saga dan Ayu saling menatap. Haiden pun menyadari itu.
"Kamu! cepat layani tamu!" seru Haiden yang menunjuk kearah Ayu.
Ayu pun tidak menolak dan pergi kearah Saga serta duduk disampingnya.
"Mari kita mulai party nya!" seru Haiden.
Pesta pun dimulai yang dimana satu persatu mereka bernyanyi, mabuk mabukan dan bermain dengan wanita disampingnya.
__ADS_1
Sedangkan, Saga dan Ayu masih berdiam. Ayu hanya membantu menuangkan minuman untuk Saga.
Haiden yang melihat itu, dia memegang bahu Saga.
"Saga, tenang saja! apapun yang terjadi disini? aku tidak akan memberi tahu kepada keponakan ku." Haiden pun melihat kearah Ayu, "Kamu cepat berikan layanan terbaik mu!"
"Baik, pak!" jawab Ayu yang menganggukan kepalanya.
Setelah menjawab itu, Ayu menempelkan tubuhnya di tubuh Saga. Lalu, memgambil satu tangan Saga dan menaruh di payudara nya dan menggoyangkannya sendiri.
Saga masih terdiam dan bersikap dingin sedangkan Haiden menyeringai senang.
Beberapa saat kemudian, Saga pun beranjak dari kursi nya.
"Maaf, ketua Haiden. Saya ada urusannya dan ..." Saga menatap tajam Ayu," Aku bawa dia!" ucap Saga.
"Ah, begitu. Silahkan! dan selamat bersenang-senang!" ucap Haiden yang berpikiran jrok.
Seusai mengatakan itu, Saga pun meraih tangan Ayu dan mereka pun pergi meninggalkan ruangan.
Di mobil, Raya pun mengemudikan mobil Saga yang dimana saat itu Saga duduk dibelakang bersama Ayu disampingnya. Disana, Ayu menyandarkan kepalanya di bahu Saga serta menggenggam tangan Saga. Saga pun membiarkan nya.
"Ayu, katakan kepadaku! kenapa kamu bekerja seperti ini?" ucap Saga.
"Apalagi kalau bukan uang. Aku harus membayar sekolah ku dan adik ku serta membayar hutang di Prima Finance," ucap Ayu.
"Hutang? bagaimana dengan kedua orang tua mu?" respon kaget Saga.
"Ayah telah kabur sedangkan ibu sakit sakitan jadi, aku yang sebagai anak pertama harus menjadi tulang punggung keluarga," Ayu melepaskan sandaran kepala nya dan melihat kearah Saga, "Mas Saga, mau kah anda membeli ku, membayar hutangku dan menikah denganku! aku rela menjadi istri yang berapa pun. Aku ingin mas Saga membantu keluarga ku!" Ayu pun mulai meneteskan air mata. "Aku juga tidak mau bekerja seperti ini!" ucap Aku sambil menangis tersedu-sedu.
Saga yang melihat Ayu, dia pun menghela nafas panjang lalu, memeluknya serta membiarkan Ayu menangis di tubuhnya.
__ADS_1