
Chapter 73. Working Black Sparrow.
Saat ini Saga dihadapi dengan situasi yang sulit. Namun itu untuk orang biasa tapi, tidak dengan Saga dan hal itu membuat Rachel khawatir.
"Saga, bagaimana jika rekaman Niken menjatuhkan karir bisnis mu?"
"Tidak masalah," jawab santai Saga sambil mengelus-elus rambut Rachel.
"Tapi ..." Rachel tidak bisa menenangkan dirinya.
Saga pun hanya bisa menghela nafas panjang.
"Bagaimana kalau aku tunjukan cara?"
Medengar itu, Rachel menjadi penasaran. "Cara seperti apa?"
"Boleh aku minta nomornya Niken?"
"Oh, iya." Rachel mengambil ponselnya dan mengirimkan nomor Niken kepada Saga, "Itu!"
"Terimakasih."
"Lalu?" tanya penasaran Rachel.
Saga tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman. Sesudah itu, Saga menelepon Dina yang saat itu, Dina sedang berada di festival Jepang di salah satu kampus Jakarta.
Dina begitu bersemangat dengan pakaian kosplay Misa Amane serta rambut yang di Twintail, dia mengikuti tokoh wanita dari anime Death note.
Saat itu, Dina sedang menonton performance musik lagu-lagu Jepang dan begitu bersemangat dengan sorakan serta lompat-lompat.
Ditengah menonton, ponsel Dina bergetar yang membuat mengehentikan aktifitas nya. Lalu, dia melihat panggilan itu berasal dari Saga.
Lalu, Dina pun keluar dari kerumunan dan mencari tempat yang cukup sepi. Setelah itu, barulah Dina menerima panggilan tersebut.
"Hai, Dina -desu," ucap Dina bergaya Jepang.
Saga yang ada dibalik telepon tertawa kecil. Hal itu membuat Dina tersadar dan menutup mulutnya.
"Sorry, Bos! Gue salah omong."
Saga pun mengabaikan itu dan kembali ke topik utama. Saga meminta Dina untuk meretaskan ponsel Niken dan memberikan nomornya.
"Baik, Boss! Siap 86!"
__ADS_1
Seusai menjawab itu, Dina menutup ponselnya dan mengambil laptop dari ranselnya.
Disisinya datang Boim yang membawa dua kotak Takoyaki di tangannya.
"Oi, Din. Ini makanan Loe," ucap Boim yang memberikan satu kotak kepada Dina.
"Pegang aja dulu, Bos kasih kerjaan gue."
"Oke lah!"
Sesudah menawarkan itu, Boim duduk disamping Dina sambil menyantap Takoyaki miliknya.
Sedangkan, Dina sibuk mengetik cepat dengan bermodalkan nomor ponsel Niken dengan mudahnya Dina melacak dan meretas ponsel tersebut.
"Bingo! Black Sparrow memang jenius," ucap Dina yang memuji dirinya sendiri.
Boim yang tahu itu, dia pun menjadi penasaran. "Wow, tidak sampai 5 menit dan kita lihat si bos Inget ngapus apa?" Boim pun memperdekat wajah ke layar laptopdnamun, terlalu dekat.
"Im, kepala loe besar banget. Minggir Napa!" ucap Dina sambil menyikirkan kepala Boim.
Boim pun mengembalikan posisi badannya dan Dina melanjutkan pencarian rekaman video skandalnya.
"Oke, misketa! (Misuketa)."
Dina pun menyetel video itu yang membuat mereka berdua terkejut.
"Wow, gila si Bos! enak banget!"
"Enak pala Loe, ini bisa jatuhin saham dan pamor Bos. Tapi, placur ini kayanya gue pernah liat. Dimana ya?"
Boim pun menyadari sosok wanita di video, "Hah, gue Inget dia kan model cantik dan artis itu, Niken Prima. Kemarin dia viral karena video msum dengan pemain band itu lho?!"
"Hah, iya. Gue Inget. Berani nya dia main-main sama si Bos."
"Berarti pacar si bos bertambah jadi lima sekarang," ucap Boim sambil menghitung.
"Lima? Siapa aja tuh?"
"Tanya, Rachel, Ayu, Loe sama Niken," ucap santai Boim.
"What? gue? Lepasin nama gue dari daftar! gue cuman babu nya, cuy! gak akan lebih."
Mendengar itu, Boim membuka matanya dan tersenyum senang.
__ADS_1
"Beneran, Loe gak ada rasa?!"
"Yup, zero persen!" jawab Dina.
"Din, Bagaimana kalau kita pacaran?"
"Kepala loe. Oi, butuh 100 tahun loe bisa pacaran sama gue ... udahlah, gak penting. sekarang, Mari kita hapus!" Dina pun menekan enter dan video pun terhapus.
"Yaaaa, kenapa loe hapus? kita kan bisa jual jadi video bkep," ucap kecewa Boim.
"Pala Loe, bkep!"
Dina pun melihat dengan tatapan aneh ke Boim.
"Im, Takoyaki gue, Loe makan ya?" tanya Dina saat melihat dua kotak Takoyaki yang sudah kosong.
"Hehehe ..." wajah tidak bersalah ditunjukan Boim.
"Wait?" Dina melihat penampilan Boim yang mengenakan baju Joker. "Tunggu, Loe pake baju Joker!"
"Iya, bukan nya Joker juga kartun di Marvel."
"DC Kali! udah lah, terserah Loe aja. Gue cabut mau beli gunpla dulu."
Dina pun menutup laptop, menaruhnya ditas lalu meninggalkan Boim.
"Din, Tungguin gue!"
Boim pun beranjak diri dan mengejar Dina.
"Bukan nya, lho. Udah punya satu apartemen buat robot-robotan Loe."
"Gunpla, smpak! lagian suka-suka gue, wuee!"
Ditempat yang berbeda, Niken berjalan dengan percaya dirinya ke dalam kamarnya. Lalu, dia pun duduk diatas kasur dengan memegang ponsel nya.
"Sekarang, game dimulai!"
Pandangan Niken terfokus pada layar ponsel. Dia mencari rekaman Saga yang akan diunggah olehnya. Namun, setelah lama mencari Niken tidak menemukan rekaman tersebut.
"Rekaman gue dimana ya? Ya kali, gue lupa rekam tadi." Niken mencoba mengingat-ingat, "Hhaaa, Njing! penyakit pikun gue kumat nih. Aisshh, nyebelin!" ucap Niken sambil melemparkan ponselnya ke lantai.
Kasus pun usai, Saga yang sedang berjalan-jalan dengan Rachel menerima laporan dari Dina bahwa rekaman sudah dihapus. Lalu, Saga pun mengirimkan uang 5 juta untuk hadiahnya.
__ADS_1