
Chapter 53. Raya in The Chamber
Sesudah pertemuan Saga di rumah Tanya, Saga kembali melakukan aktifitas seperti biasanya.
Dipagi hari yang cerah, Saga yang sedang sarapan dikunjungi oleh Raya yang membawa beberapa dokumen untuk Saga tanda tangani.
"Aga, ini dokumen nya!" ucap Raya.
"Iya, taruh saja diatas meja," jawab Saga sambil sarapan.
Ray pun menaruh nya diatas meja.
"Ray, kamu sudah sarapan?" tanya Saga.
"Sudah," jawab dingin Raya.
Sesudah menyelesaikan makannya. Saga pun beranjak dari kursinya dan mengambil berkas yang dibawa oleh Raya.
"Ray, apa kamu percaya kepadaku?" tanya Saga yang menghentikan langkah dan melihat kearah Raya.
"Tentu, Saya percaya," jawab Raya.
"Kalau begitu, ikutlah denganku dan apapun yang kamu lihat menjadi tidak melihat apapun! Kamu mengerti?!" seru Saga.
"Baik, saya mengerti," jawab Raya.
Sesudah percakapan itu, Saga pun membawa Raya ke dalam Chamber. Awalnya, Raya sempat ragu namun dia percaya kepada Saga.
Tidak lama kemudian, Saga dan Raya pun masuk ke dalam sebuah kota yang membuat Raya tertegun-tegun.
"Aga, dimana ini?" tanya Raya sambil melihat kesana-kemari.
Saga pun berjalan dan membalikan badannya menghadap Raya.
"Ray, selamat datang ditempat kerjaku yang sesungguhnya, The Chamber of secret. Sebuah dungeon yang menghubungkan dunia lain dan dunia nyata," ucap Saga memperkenalkan dungeon nya sambil membentangkan tangan nya.
__ADS_1
Raya pun tersenyum dan akhirnya, dia menemukan jawaban atas pertanyaan selama ini tentang kekayaan Saga yang begitu berlimpah.
"Aku mengerti. Ketua Saga, Izinkan aku juga bekerja disini!" ucap Raya sambil membungkuk badannya.
"Tentu saja, aku menerimamu. Mohon kerja sama nya!" balas Saga.
"Baik, Aga!" ucap Raya.
Seusai itu, Saga memperkenalkan semua pahlawan yang ada disana kepada Raya dan para pahlawan menyambut hangat Raya terutama Date Masamune, dia melihat Raya seperti melihat anak yang baru saja muncul.
Lebih daripada itu, Date malah mengajak duel Raya. Raya pun tidak bisa menolaknya dan duel pun terjadi. Megahime hanya tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Maaf, Tuan Saga. Dia memang seperti itu," ucap Megahime.
"Tidak masalah, aku malah senang Chamber menjadi ramai," jawab Saga.
Sesaat kemudian, Aritoteles yang berada disamping Saga menyambung pembicaraan.
"Saga, apakah dia yang kamu pilih?" tanya Aritoteles.
Beberapa hari sebelumnya, Saga pernah bertanya kepada Aritoteles tentang mengajak seseorang ke dungeon.
Dia pun bercerita tentang teman Bagas yang dahulu diajak ke dungeon. Teman itu tidak lain ialah Andreas Prima.
Mendengar itu, Saga menjadi semakin penasaran dengan kebenaran terbunuhnya Bagas Ayahnya. Maka memang, Andreas Prima yang melakukan ataukah orang lain.
Selain, temannya. Tentu saja, Liliana. Ibunya Saga. Liliana sudah membantu Bagas sejak dirinya berpacaran.
Mendengar itu juga, Saga terpikir untuk mengajak Tanya namun, Saga berpikir lagi dikarenakan Tanya harus fokus pada ujian akhir. Jika dibawa ke Chamber, ada kemungkinan Tanya malah susah belajar.
Saga pun menunda rencana itu dan memutuskan untuk membawa Raya. Selain dia teman kecil Saga, Raya juga penyimpan rahasia.
Maka dari itu, saat ini Raya berada di Chamber.
Sesaat kemudian, Aritoteles juga memberi tahu bahwa Avicenna telah membuat pemandian air panas herbal.
__ADS_1
Sebuah pemandian yang mampu menyembuhkan kan segala luka luar dan mengembalikan stamina.
Saga yang mendengar itu sontak senang dan tanpa membuang waktu, Saga pun kesana.
Setibanya disana, Saga menyirami dulu tubuhnya dengan air dingin barulah masuk ke dalam kolam air panas herbal.
"Ahh, sungguh nyamannya!" gumam Saga sambil menyandarkan tubunya di sisi kolam.
Hingga membuat Saga mengantuk.
Sesaat kemudian, ada seseorang yang membuka pintu pemandian air panas dan masuk ke dalam.
Mendengar itu, Saga pun membuka matanya dan pandangan pertama nya, Saga melihat Agitta yang masuk hanya dengan handuk melangkah masuk. Kulitnya sungguh putih dengan postur tubuh yang sempurna.
Tidak hanya Saga yang terdiam dan terbengong. Agitta pun sama, Langkahnya terhenti disaat dia melihat Saga yang sedang menatap nya.
"Putri Agitta?" tanya Saga.
Lalu, disaat Saga bertanya itu. Wajah Agitta sontak memerah dan langsung membalikan badannya dan melangkah keluar pemandian.
Melihat itu, Saga langsung keluar dari kolam.
"Tunggu!" seru Saga.
Agitta tidak mempedulikan dan terus melangkah. Namun, Agitta yang berjalan sangat buru-buru membuat dirinya terpeleset ke belakang namun, Agitta tidak sempat jatuh dikarenakan Saga berhasil menahan dengan tangan nya hingga membuat tubuh Agitta miring 45 derajat. Agitta pun terselamatkan dari jatuh namun, handuk yang dikenakan Agitta terlepas yang membuat Saga melihat tubuh Agitta seutuhnya.
Saga dan Agitta terdiam sejenak sampai Agitta melihat tubunya yang sudah tidak mengenakan handuk. Hal itu membuatnya malu bercampur marah.
"Hiyaaaaaaaaa ... dasar msum!" teriak Agitta yang langsung menampar pipi Saga.
Pada saat itu, Saga tidak tahu apakah momen itu keberuntungan ataukah kesialan.
__ADS_1