
...Chapter 94. Raya Special Edition part I....
Dihari kerja, Sehabis Raya berbelanja di minimarket MI dan perjalanan ke kantornya. Raya melihat Santi yang dimana, dia sedang melihat-lihat mainan lalu, mencurinya. Sedangkan, penjaga toko seorang pria paruh baya yang sedang tidur di kursi.
Saat Santi keluar, Raya bersembunyi agar dirinya tidak terlihat oleh Santi dan dia pun melewati Raya pergi meninggalkan toko mainan. Raya yang melihat kesulitan Santi, dia pun mendatangi toko itu dan menghampiri orang tua tersebut.
"Berapa jumlah yang gadis kecil itu ambil?"
Orang tua itu pun membuka matanya dan ternyata, orang tua itu tidaklah tidur melainkan berpura-pura tidur.
"Tidak usah. Dia anak yang kurang kasih sayang bahkan saya tidak pernah melihatnya bermain dengan anak seumuran nya."
"Begitukah."
Sesudah itu, Raya pun kembali pulang yang dimana Santi lagi-lagi menunggu nya didepan pintu. Setibanya Raya disana, Santi menghampiri kembali.
"Om ... Raya."
"Sekarang ini gadai apa?"
Santai melepaskan Ipod nya dan memberikan nya kepada Raya, "Aku ingin mengadaikan ini."
Sesaat kemudian, ibunya datang mencari usianya sama dengan Raya.
"Santi! Santi!" seru panggil ibunya.
Santi yang mendengar itu, dia sontak masuk ke kantor gadai yang saat itu baru dibuka pintunya oleh Raya untuk bersembunyi.
__ADS_1
Saat ibunya tiba didekat Raya, dia pun menatap tajam Raya.
"Kamu Raya kan? dimana kamu sembunyikan anak saya?! Saya dia pasti disini."
Raya tidak menjawab yang membuat ibunya kesal lalu, dia pun membuka kantor dan masuk ke sana. Raya pun juga mengikutinya dari belakang.
Didalam Ibunya mencari sekitar ruangan itu namun, tetap dia tidak menemukan Santi.
"Sial! kemana anak itu?"
Sambil kesal, ibunya kembali menatap sinis Raya.
"Kamu ingat ya! jangan main-main dengan anak saya! Jika, kamu ..." Ibunya Santi pun memainkan tangan di tubuh Raya. Namun, Raya bersikap dingin kepadanya.
"Aku tidak ada hubungan dengan anakmu."
"Saya peringatkan kamu jika berani macam-macam dengan putriku, aku akan membunuhmu!" ancam Raya.
Seusai mengatakan itu, Ibunya Santi pun pergi meninggalkan Raya.
Sesaat melihat ibunya sudah jauh, Raya mendekati lemari besi dan membuka lalu didapatilah Santi disana yang sedang bersembunyi. Raya hanya menatap dingin sedangkan Santi tersenyum lebar.
Urghhhhhh!!
Suara perut Santi pun berbunyi.
"Kamu mau makan?" tawar Raya.
Santi pun menganggukan kepalanya dan mereka berdua pun makan bersama yang dimana Raya membuat mie instan dengan sayur dan telur.
__ADS_1
"Aku hanya memiliki itu," ucap Raya.
"Aku suka kok!" ucap Santi dan dia pun melahapnya dengan semangat.
Malam hari pun tiba, Raya yang baru saja kembali ke apartemen nya. Tanpa sengaja ia meninggalkan ponselnya di kantor sehingga membuatnya harus kembali.
Namun, setibanya di kantor. Raya melihat pintu yang didobrak paksa. Hal itu membuat Raya meningkatkan kewaspadaan dan masuk kedalam ruangan secara berhati-hati. Ruangan itu tidak dinyalakan lampunya bahkan kondisi kantor menjadi berantakan maka Raya berjalan pelan sambil bersiaga.
Sesaat kemudian, Raya dihadapkan dengan dua pria. Satu berbadan besar dan satu berbadan kecil. Lalu, pria kecil membawa tas kamera yang digadaikan oleh Santi.
"Kamu ingin barang itu, berikan aku 1 juta untuk diberikan kepada pemiliknya," ucap Raya.
Pria kecil tertawa remeh dan memberikan kode kepada pria besar untuk menyerang Raya. Pria besar pun datang dengan percaya dirinya pria besar melesatkan pukulan tapi Raya menyerangnya lebih cepat memukul lehernya hingga pria besar mundur beberapa langkah setelah itu, Raya menendangnya dengan keras hingga pria besar jatuh ke lantai dan tidak sadarkan diri.
Pria kecil terlihat ketakutan dan ada keraguan untuk kabur. Raya pun melompat dan menendang pria kecil hingga terpental dan membuat pintu didalam ruangan jatuh oleh pentalnya pria kecil itu dan membuat nya pingsan.
Raya pun sontak mengambil tas itu dan berlari menuju lantai yang dimana tempat Santi dan ibunya tinggal karena Raya menduga sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka.
Benar yang di perkirakan Raya, ibunya yang ada didalam sudah tidak bernyawa lagi dan kondisi rumah sangat berantakan. Raya pun mencari Santi di apartemen nya namun tidak ditemukannya. Maka Raya keluar dan berlari kearah bawah yang dimana, Raya melihat Santi sedang mengebrak-gebrak jendela namun suara nya tidak terdengar dan juga mobil Van itu pergi dengan membawa Santi. Raya pun tidak menyerah, dia mengejar mobil Van itu namun, kecepatan mobil Van itu melebihi kecepatan lari Raya sehingga Raya harus melepaskan kejarannya itu.
Sekembalinya ke MI, Raya sudah ditunggu Saga dan Tanya didepan pintu masuk.
"Ray, ada apa?"
"Aga, aku butuh bantuanmu!" ucap Raya dengan tatapan tajam.
...##...
New cover:
__ADS_1