Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 21. Mengantar Tanya Pulang


__ADS_3

Chapter 21. Mengantar Tanya Pulang.


Saga yang menerima telepon dari Bu Lani, Dia pun langsung menghubungi beberapa temannya Tanya seperti Ayu, Jaka dan Boim.


Jaka dan Boim tidak mengetahui keberadaan Tanya tapi berbeda dengan Ayu. Dia mengatakan Tanya pergi dengan teman sekolahnya ke sebuah klub malam namun, Ayu tidak berani mengatakan hal itu kepada Ibunya Tanya. Saga pun menghormati keputusannya dan Saga pun pergi menuju klub malam yang di katakan oleh Ayu.


Setibanya disana, Saga menyerahkan kunci ke valet lalu, masuk kedalam klub. Gemuruh musik EDM masih terdengar dan pengunjung juga masih lah banyak padahal sudah jam tiga pagi.


Saga yang sudah didalam, dia mengelilingi klub dan mencari Tanya. Saga pun menemukan Tanya sedang duduk dan bersulang dengan teman-temannya.


Saga pun menghela nafas dan menghampirinya.


"Tanya, waktunya pulang!" seru Saga.


Tanya dan teman-teman nya melihat kearah Saga bahkan ada dua teman wanita nya Tanya malah terpesona dengan Saga. Sedangkan Tanya tersenyum sambil melihat Saga.


"Ah, ada Mas Saga. Loe juga disini!" ucap Tanya yang sudah setengah sadar.


"Tanya pulang biar Saya antar!" ucap Saga lalu, dia pun menarik tangan Tanya dan memaksanya untuk berdiri.


Tanya pun berdiri sambil tertawa-tawa kecil dan Saga tanpa mempedulikan temannya Tanya, dia menyeret Tanya keluar namun, Tanya menahannya malah menarik Saga kerarah berlawanan menuju tempat dansa.


"Sekali lagi, please!" pinta Tanya.


Saga pun menuruti nya dan dia berdansa pelan dengan Tanya. Lalu, disetengah sadarnya Tanya terus menatap Saga lalu, mengalungkan lehernya Saga.

__ADS_1


"Sudah, Yuk. Kita pulang!" seru pelan Saga.


Tanya menggelengkan kepalanya dan memegang bibir Saga dengan jari nya.


"Mas, kamu abis kemana? ganteng banget! tau gak!" ucap Tanya.


Saga tidak menjawab dan mengalihkan pembicaraan, "Udahlah. Yuk, pulang!"


Sesaat setelah itu, tiba-tiba Tanya mencium bibir Saga dengan tempo yang cukup lama. Saga pun membiarkan nya. Tanya sepertinya menikmati bibir Saga meski Saga harus menahan bau alkohol dari mulut Tanya.


Sesaat kemudian, Tanya melepaskan ciumannya dan menatap Saga sambil tersenyum, "Bibir mu hangat!"


Seusai mengatakan itu, Tanya pun tertidur di pelukan Saga.


Saga pun tersenyum sendiri dan menghela nafas.


Setelah itu, Saga pun mengendong Tanya seperti seorang putri keluar dari klub malam dan masuk kedalam mobil.


Seperjalanan pulang, Saga pun menelepon Bu Lani dan menjelaskan bahwa Tanya berada di rumah temannya namun, Tanya tertidur di rumah temannya. Rencanna itu sudah di sepakati oleh temannya Tanya yang ikut ke klub malam. Sedangkan, Saga menyemprotkan parfum mahal kepada Tanya sehingga bau alkohol hilang.


Bu Lani pun percaya dengan ucapan Saga dan Setibanya di rumah Tanya, Saga mengendong Tanya ke kamarnya. Lalu, memberikan selimut kepada Tanya.


"Terima kasih ya, Nak Saga," ucap Bu Lani yang berada disamping Saga.


"Sama-sama, Bu. Sudah pagi, saya pamit dulu," ucap Saga.

__ADS_1


"Iya," jawab Bu Lani.


Saga pun meninggalkan kamar Tanya dan saat berjalan keluar, Saga bertemu dengan ayahnya Tanya yang sedang duduk di ruang keluarga. Lalu, dia menoleh kearah Saga.


"Terimakasih, Nak. Kamu yang tinggal dirumah putih itu ya?" ucap ayahnya Tanya.


Saga menghentikan langkahnya dan melihat kearah ayahnya Tanya, "Iya, pak," jawab Saga.


"Tolong tetap jaga putri ku ini! dia anak yang bandel juga dia masihlah kanak-kanak!" ucap ayahnya Tanya.


"Baik, Pak," jawab Saga.


"Yasudah, hati-hati dijalan!" ucap ayahnya Tanya.


"Iya, Pak!"


Seusai itu, Saga melanjutkan langkah dan dia pun pulang ke rumahnya.


Keesokan harinya, Tanya membuka mata dan terkejut saat melihat dirinya berada di kamarnya sendiri. Tanya pun menjadi panik dan bangun secara terburu-buru juga memeriksa pakaiannya yang masih sama seperti saat dirinya pergi.


"Gimana gue pulang?" gumam panik Tanya.


Tanya pun mencoba mengingat semua kejadian yang dialaminya waktu semalam. Lalu, dia teringat tentang Saga yang menjemput dan juga dirinya yang mencium bibir Saga.


Mengingat itu, Tanya sontak memegang bibirnya.

__ADS_1


"Hiyaaaaaaaaa," gumam kesal Tanya yang merebahkan badannya lagi lalu, menutupi dirinya dengan selimut serta kakinya yang diayunkan diatas kasur.


Tanya pun menjadi malu kepada Saga atas perbuatannya sendiri.


__ADS_2