
Chapter 47. Strategi Mata-mata.
Hari Minggu pun masih berlanjut, di rumah Kim Alex, datang Sekretaris nya ke ruang kerja Kim Alex yang saat itu sedang duduk santai diruang tamu sambil menikmati Vodka.
"Presidir, Nino gagal membunuh Saga," lapor Seketaris nya.
"Dasar anak tidak berguna, Bagaimana dengan mekanik lainnya?" tanya Kim Alex.
"Tidak tahu kenapa? harga untuk kepala Saga Indraguna telah meningkat drastis menjadi 15 Juta USD," jawab Seketaris.
Kim Alex pun sontak terkejut dan kesal, "Apa?! beraninya Yamamoto melakukan hal seperti itu kepada ku!" ucap kesal Kim Alex.
"Selain itu, ada sesuatu yang harus anda lihat, Presdir!" seru Seketaris yang langsung mengambil remote tv dan menyalakannya.
Didalam berita terkini terungkap tentang obat Heal yang dikembangkan oleh Kim Alex telah melanggar Hak asasi Manusia dan Kim Alex serta keluarga akan dideportasi kan ke Korea Selatan untuk disidangkan.
"Bocah sialan, beraninya bermain-main denganku!" ucap kesal Kim Alex.
Mendengar itu, Kim Alex menaruh minumannya diatas meja dan menelepon seseorang.
"Jimmy, bisa sambungkan aku kepada ketua?" ucap Kim Alex.
__ADS_1
"Maaf, ketua sedang ada tamu. Beliau tidak bisa menerima telepon," jawab pria yang bernama Jimmy.
"Sampaikan kepada Ketua, Saya tidak akan mati sendiri!" ancam Kim Alex.
Seusai mengatakan itu, Kim Alex menutup teleponnya.
"Sialan, Presidir Prima tidak mau membantuku!" umpat kesal Kim Alex.
"Presidir, apa rencana Anda?" tanya Seketaris.
"Kita bunuh bocah sialan itu di pertemuan nanti malam dengan tangan kita sendiri dan persiapkan semuanya!" perintah Presidir Kim Alex.
"Baik, Presidir!" ucap Seketaris.
Seketaris itu pun berhenti dibelakang mobil BMW itu. Setelah itu, Seketaris keluar dari mobil dan masuk ke Mobil itu yang dimana Rizal sudah menunggunya.
"Hei, semua lancar?" tanya Rizal.
"Hm, semua nya lancar dan malam ini, Kim Alex akan membunuh Saga di tempat pertemuan," ucap Seketaris.
"Aku mengerti. Kerja bagus!" ucap Rizal. Lalu, mengambil sebuah tas ransel dan memberikan kepada sekretaris itu.
__ADS_1
Seketaris itu pun membuka tas dan memeriksa isi yang didalamnya terdapat beberapa tumpuk uang tunai rupiah dan dolar beserta dua passport palsu yang dibuat Rizal.
"Terima kasih," Seketaris itu pun keluar dari mobil dan pergi meninggalkan Rizal.
Setelah Seketaris itu pergi, Rizal tersenyum sendiri. " Semua sesuai skenario, Saga."
Rizal pun teringat pada rencana Saga sesaat menelepon Kim Alex. Saga meminta semua berkas profil karyawan mirage Group. Untuk orang umum hal itu mungkin sulit tapi tidak dengan Saga.
Saga meminta Dina untuk meretaskan data milik perusahaan Mirage Group yang tentu saja Saga membekalinya dengan laptop kinerja super Asus ROG G703 yang memiliki harga berkisar 60 juta Rupiah dan Saga berikan laptop itu untuk Dina.
Dengan laptop itu tentu Dina dengan mudah keluar masuk ke jaringan dan komputer Mirage Group dengan mudah lalu, memberikan berkas yang diminta oleh Saga.
Setelah menerima itu, Saga menganalisa satu persatu yang akhirnya Saga menemukan orang yang tepat untuk dijadikan mata-mata yaitu sekretarisnya sendiri.
Hal ini disebabkan, Seketaris itu hanya tinggal dengan ibunya yang sakit keras dan harus mendiami rumah sakit dalam waktu yang panjang selain itu, Saga juga memiliki video msum Seketaris itu dengan Kim Alex dan anaknya, Kim Nino.
Setelah mata-mata terpilih, Rizal pun mengambil tindakan untuk bertemu pribadi dengan seketaris itu dan menawarkan uang 100 juta rupiah dan 1 juta USD bersama dua passport agar Seketaris dan ibunya meninggal kan Indonesia.
Tanpa pikir panjang, Seketaris itu menerima nya dan menjadi mata-mata Saga.
Lamunan Rizal pun tersadar.
__ADS_1
"Sekarang, mari kita lihat pertunjukan Saga!" gumam Rizal yang tersenyum.
Lalu, Rizal pun melajukan mobilnya.