
Chapter 80. Playboy Billionaire.
3 bulan kemudian ...
Kesuksesan Saga semakin pesat bahkan menjadi halaman utama di berita bisnis ekonomi sebagai Pebisnis termuda yang memiliki uang bersih 10 trilliun Rupiah. Tidak hanya itu, Saga juga dikenal sebagai Pebisnjs dermawan yang sering menyumbang dan berkunjung ke banyak panti asuhan, rumah yatim, panti jompo, rumah orang-orang terlentar dan miskin bahkan donatur untuk beberapa penampungan dan perlindungan hewan seperti kucing dan @njing.
Itu semua terpapar di seluruh media yang pastinya internet yang saat ini Saga membaca nya di pesawat jet pribadinya. Melihat itu, Saga tersenyum bangga. Lalu, suara pemberitahuan dari pilot mengatakan bahwa sebentar lagi Saga akan tiba di Indonesia. Saga menghentikan aktifitasnya dan melihat langit dari balik jendela.
"Ibu, ayah. Semoga dengan ini aku bisa memenuhi harapan kalian." batin Saga seraya senyum di wajahnya.
Beberapa saat kemudian, jet pribadi Saga pun landing di bandara Halim Perdanakusuma. Disanalah, Saga membeli garasi pesawat pribadinya.
Sesaat pesawat landing, dua mobil Jeep Wrangler hitam yang menutupi mobil Limousine Roll Royce hitam menghampiri pesawat jet pribadi Saga. Lalu, beberapa orang berpakaian jas hitam keluar dari mobil dan berjaga termasuk Raya. Selain itu, Rachel keluar dengan pakaian gaun hitam dan mantel bulu menatap pintu pesawat yang sudah terbuka.
Tidak lama, Saga pun keluar dan langsung disambut oleh Rachel dengan senyuman dan ciuman.
"Selamat datang kembali, Sayang!" ucap Rachel yang sudah melepaskan kecupannya dan menatap mesra Saga.
"Aku pulang."
Sesudah itu, Saga dan Rachel masuk kedalam mobil Limousine nya dan pulang bersama.
Saat dalam perjalanan pulang, Rachel berbincang segala urusan bisnisnya di Indonesia selama Saga pergi. Sesudah pembicaraan selesai, Saga memotong pembicaraan.
__ADS_1
"Rachel, bagaimana dengan ujian akhirnya Tanya?"
Pertanyaan itu membuat Rachel diam sejenak dan ada rasa kecemburuan. Namun Rachel tahu. Jika, dia menunjukan rasa kecemburuan dan posesif maka, Saga akan meninggalkan dirinya lantaran Saga terlihat lebih mencintai Tanya dibandingkan dirinya.
Disisi lain, Saga tahu jawaban tentang pertanyaan nya itu. Namun, Saga menguji cinta dan sayangnya Rachel kepada tulus ataukah hanya kepuasan hasrat untuk memiliki dirinya ataupun hartanya.
"Semua berjalan lancar," ucap Rachel yang menjawab santai dan tersenyum.
"Oh, begitu. Senang mendengarnya."
Rachel pun tidak mau kalah, dia menempelkan diri, memeluk tangan Saga dan menjadikan bahu Saga sebagai bantalan kepalanya.
"Sayang, kenapa kamu tidak bertanya persiapan pernikahan kita? 2 Minggu lagi lho."
"Atur saja sendiri sesuai dengan pernikahan impian mu. Aku menurut."
"Iya." Rachel tersenyum paksa. Sebenarnya, Rachel ingin seperti pasangan pada umumnya yang bersama-sama mengatur pernikahan. Namun, apa daya. Calon suaminya bukanlah orang biasa, Dia seorang jenius pembisnis yang gila bekerja. Rachel pun hanya bisa berpasrah.
Ditempat lain, Tanya menjalani ujian akhir dengan meja yang penuh coretan hinaan kepadanya. Bagaimana tidak? Disaat berita pertunangan Saga dan Rachel, Tanya dicap sebagai pelakor yang membuatnya di bully dan hina sampai-sampai tidak ada yang mau berteman dengan nya.
Namun, Tanya tidak mempedulikan mereka semua. Dia tahu, Saga dan dirinya saling mencintai sebelum Rachel masuk kedalam kehidupan Saga. Tidak hanya itu saja, Saga selalu bertemu dengannya dimalam hari meski Tanya tidak tahu, bagaimana caranya? Dan, Tanya tidak ingin tahu caranya asal Saga tetap bisa bersama nya.
Disaat hari kepulangan Saga ke Indonesia, hari itu juga hasil nilai Tanya keluar yang dimana Tanya mendapatkan peringkat pertama. Dia pun menjadi senang lain dengan teman-temannya bahwa mereka berpikir Tanya tidur dengan beberapa guru. Tanya pun tetap tidak peduli dan saat meninggalkan gedung sekolah, Tanya melihat keramaian digerbang sekolah yang disebabkan oleh kehadiran Saga dan Rachel.
__ADS_1
Tanya pun terdiam sendiri di dekat gerbang. Saga dan Rachel menghampiri Tanya. Tentu hal itu membuat para murid disana heboh tidak karuan.
"Tanya, kamu sudah pulang? bagaimana ujianmu?" tanya Saga seraya memegang Tanya.
"Hm, aku baru pulang." Tanya menganggukan kepalanya. "Aku juga mendapatkan peringkat pertama itu karena pengajaran dari Mas."
"Oh, begitu. Syukurlah. Berarti pengajaran ku tidak sia-sia."
Rachel yang ada diantara mereka hanya bisa tersenyum dan memberikan selamat kepada Tanya, "Kamu memang hebat, Tanya. Selamat!"
"Iya, kak Rachel terima kasih."
Tanya dan Rachel saling berjabat tangan dan bertukar senyuman.
Saga pun senang melihat keakraban mereka. Dia saat itu, Saga melihat sekeliling bahwasannya dirinya sedang direkam oleh beberapa murid disana. Maka, Saga pun mengatakan sesuatu yang mengejutkan.
"Semuanya, aku perkenalkan!" Saga meraih tangan Tanya lalu, memegang pundaknya. "Dia adalah pacar ku juga ..." Saga menatap Tanya begitu pun Tanya, dia tersenyum seraya menatap Saga. "Juga Calon Istriku yang kedua." seusai mengatakan itu Saga mencium kening Tanya.
Tanya dan Rachel pun terdiam kaku sedangkan, semua murid disana menjadi gemuruh dengan pernyataan Saga. Rachel juga hanya bisa tersenyum kecut sambil melipatkan tangannya dan menoleh kesamping.
Dalam benak Rachel, sesuatu yang tidak ingin dilihatnya ternyata muncul didepan matanya sendiri.
Sedangkan, Tanya dan Saga saling menatap satu sama lain.
__ADS_1
Dan, hal itu menghebohkan dunia Maya dan Saga mendapatkan julukan 'Playboy Billionaire'.