Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 85. Lamaran Raja Grindwald (Revised)


__ADS_3

Chapter 85. Lamaran Raja Grindwald (Revised)


Beberapa hari setelah invansi dan kedatangan Nicol ke kerajaan Baharuth. Raja Bahama pun datang mengunjunginya Chamber dengan maksud pengajuan perdamaian antara Baharut, Chamber dan Grindwald.


Hal itu tentu disetujui oleh Saga dengan berbagai persyaratan diantaranya pengembalian ibukota Grindwald kepada raja Grindwald dengan perjanjian damai, syarat dari Grindwald membuat hubungan perdagangan dan kedua belah pihak meminta bantuan militer dari Chamber jika terjadi sesuatu di kerajaan mereka.


Saga pun menerima nya. Sesudah rapat usai, Raja Alexander mengajukan sesuatu kepada Saga.


"Tuan Saga, kau ingin mengajukan satu permintaan?"


"Katakan saja!"


"Aku ingin melamar putriku untuk menjadi istrimu."


Saga yang mendengar itu, dia pun terkejut.


"Eh? apa maksud anda?"


Agitta yang juga ada disana menjadi tersipu malu.


"Ayahanda apa maksudnya dengan melamar?" ucap malu Agitta yang menundukkan kepalanya dan wajahnya memerah.


"Melihat kedekatan kalian membuat ayah berpikir untuk melamar mu! Bagaimana menurutmu, Agitta? apakah kamu mencintai Tuan Saga."


Agitta menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Saga. "Jujur saja, jika Tuan Saga berkenan menjadikan ku Istri."

__ADS_1


Saga yang mendengar itu terbujur kaku dan terdiam sejenak sampai Raja Grindwald menegurnya.


"Tuan Saga apakah anda menerima nya?" tanya Raja Grindwald.


Agitta yang melihat Saga berubah menjadi sedikit pucat. Dia pun menyalahkan dirinya.


"Tuan Saga, apakah aku tidak pantas untuk menjadi istrimu?"


Saga menyadarkan lamunannya dan kembali tersenyum melihat Agitta dan Ayahnya.


"Bukan itu. Tapi, aku sudah memiliki dua calon istri." Saga beranjak dari kursi dan menghampiri Agitta. "Jika putri Agitta tidak keberatan, Mau kah menjadi istri ketigaku?"


Agitta menganggukan kepalanya. "Iya, tidak masalah. Poligami dikerajaan Grindwald sudah biasa." Agitta melihat kearah Ayahnya, "Bukan kah begitu ayah?"


"Iya, betul sekali Tuan Saga."


Sejak hari itu, Agitta menjadi tunangan Saga. Sosok wanita cantik dari dunia lain.



Keesokan harinya di Sabtu pagi, Rachel datang pagi-pagi sekali ke rumah Saga dengan mobil sport Porche Taycan nya.


Karena sudah merasa tunangannya Saga. Rachel sudah menganggap rumah Saga seperti rumahnya sendiri. Dia masuk kerumah dan pergi keruang makan yang dimana Saga dan Raya sedang sarapan.


"Pagi, beb," sapa Rachel yang langsung memeluk Saga dari belakang.

__ADS_1


"Pagi, Rachel."


Rachel menarik wajah Saga dan menciumnya. Dia tidak malu meski ada Raya disana. Tapi, ciuman itu tidak lama.


"Kamu jadikan melihat persiapan pernikahan kita yang sudah aku rencanakan?"


"Iya, setelah sarapan ini," jawab santai Saga.


"Yeeee ..." ucap senang Rachel seperti anak kecil.


Saga yang melihat itu, dia hanya tersenyum begitupun Raya.


Beberapa saat kemudian, Saga dan Rachel pun pergi ke tempat-tempat yang sudah direncanakan meski, persiapan itu bukan di Indonesia melainkan di Singapura.


Ayahnya, Andreas prima tidak ingin mengadakan pernikahan putrinya di Indonesia bahwasannya Prima group sudah memiliki saham 50 persen dari gedung keseluruhan kota Singapore serta banyak nya rekan bisnisnya disana.


Maka dari itu, Saga, Rachel dan Raya pergi dengan mengunakan pesawat jet pribadi milik Saga yang baru saja dibelinya.


Setibanya di pesawat, Rachel terkagum-kagum melihat interior didalam pesawat yang begitu mewah dan elegan berbeda dengan pesawat Jet pribadi miliknya yang membuat Rachel terus memuji Saga.


Sebenarnya, pesawat itu dirancang Rizal bukan dirinya tapi, Saga pun menutupinya dan membiarkan apa adanya.


Beberapa jam kemudian, mereka pun tiba di Singapura dan memeriksa semua persiapan pernikahan nya yang akan diadakan sebulan lagi.


Saga hanya setuju saja dan ikut semua pendapat dari Rachel.

__ADS_1


Saga hanya berharap semoga saja baik adanya.



__ADS_2