Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 64. Rachel dan Tanya


__ADS_3

Chapter 64. Rachel dan Tanya.


Di malam yang sunyi, dua wanita saling bertemu untuk pertama kalinya. Tanya yang ingin ponsel Saga tanpa sengaja. Dia bertemu Rachel yang sedang bertamu di rumah Saga.


Tanya yang melihat sosok Rachel membuat jantungnya berdegup kencang. Hal itu dikarenakan Tanya sangat ketakutan dan gugup.


"Hei!" sapa Rachel dengan penuh senyuman.


"Hei," jawab Tanya yang juga memberikan senyuman.


Saga yang melihat kehadiran Tanya, dia sontak beranjak dari kursi dan menghampiri nya.


"Tanya, ada apa?" tanya Saga.


"Aku cuman ingin mengembalikan ponsel ini kepada mas," ucap Tanya seraya memberikan ponselnya kepada Saga.


"Terima kasih," jawab Saga yang mengambil ponselnya.


Sesaat ponsel itu diterima Saga, Tanya pun berpamitan.


"Yasudah, aku pamit dulu," ucap Tanya sambil membalikan badannya.


Namun, saat melangkah keluar. Saga menghentikan langkah Tanya. "Tunggu!" seru Saga.


Tanya pun mengentikan langkah dan menoleh kebelakang, "Apa?" ucap Tanya.


"Bagaimana jika kamu tunggu sebentar? aku akan buatkan makanan kecil untuk kamu dan .." Saga melihat kearah Rachel yang saat itu terus memandangi Saga dan Tanya, "Kamu juga," ucap Saga.


Rachel pun memberikan senyuman dan anggukan kepala.


Tanya pun melihat respon Rachel yang begitu saja menyetujuinya maka dia pun menyetujuinya.


"Iya, Mas," jawab Tanya.


Saga pun tersenyum dan melepaskan genggaman tangan ke Tanya.


"Oke, tunggu sebentar! Dan, Rachel dan Tanya. Anggaplah rumah sendiri!" ucap Saga.


Rachel dan Tanya pun menganggukan kepala seraya senyuman.


"Rachel, kamu mau aku masakan apa?" tanya Saga.

__ADS_1


"Aku lagi diet. Buatkan salad aja!" jawab Rachel.


"Oke, kamu, Tanya?" sambung tanya Saga.


Tanya menundukan kepalanya dan menjawab pelan, "Aku juga salad saja," jawab Tanya.


"Baiklah, tunggu sebentar!" jawab Saga.


Lalu, Saga pergi ke dapur meninggalkan Rachel dan Tanya.


Tanya pun mencuri-curi pandang Rachel yang membuat Rachel tertawa kecil melihat sikap Tanya.


Sedangkan, Saga pergi ke dapur.


Diruang tamu, Rachel dan Tanya saling diam. Mereka tidak tahu apa yang ingin dibicarakan karena dalam hati mereka ada rasa cemburu dan segan satu sama lain.


Namun, beberapa menit kemudian. Rachel memberanikan diri membuka obrolan.


"Hei, kita belum kenalan. Gue Rachel," ucap Rachel sambil memberikan tangan dan senyuman kepada Tanya.


"Gue Tanya," jawab Tanya yang menerima tangan Rachel dan juga memberikan senyuman.


Sesaat kemudian, Rachel melepaskan jabat tangannya.


Ucapan Rachel itu sebenarnya ada rasa kesal terhadap Tanya namun, dia memiliki prinsip untuk menjadi wanita yang kuat.


Tanya yang mendengar itu, dia sempat terdiam dan tidak tahu ingin menjawab apa. Apakah dirinya harus jujur ataukah berbohong?


Namun, setelah berpikir matang. Cepat atau lambat Rachel mengetahui hubungan dirinya dengan Saga. Maka dari itu, dia memutuskan untuk jujur.


"Gue pacarnya Saga," jawab Tanya.


Rachel yang mendengar itu pun langsung naik darah dan dia pun perang melawan dirinya sendiri. Ada pun Rachel mengepalkan tangannya dengan keras namun, dia berhasil menenangkan dirinya.


"Kalo boleh tahu, Kak Rachel? siapanya Saga?" ucap Tanya.


"Gue pacar pura-pura nya saja." Rachel pun melihat kerarah dapur. "Jujur saja, gue marah, cemburu dan iri sama Loe." Rachel kembali melihat kearah Tanya sambil tersenyum serta memegang pipi Tanya, "Loe beruntung memiliki pacar seperti Saga. Dia itu pria yang sempurna," ucap Rachel.


Sebenarnya, Tanya juga memiliki rasa yang sama apalagi melihat pacarnya selingkuh dengan wanita cantik, kaya dan baik hati seperti Rachel.


Tanya pun memegang tangan Rachel yang ada di pipinya.

__ADS_1


"Kak Rachel, sebenarnya gue sudah tahu lama. Mas Saga setiap hari chat dengan kak Rachel namun, gue membiarkan nya karena gue melihat kak Rachel bisa membuat Mas Saga tersenyum dan gue tahu, secara fisik dan finansial, gue jauh beda dari kak Rachel dan Saga. Meskipun begitu, Gue hanya tetap ingin disisi Mas Saga saja sampai akhir hidup gue sendiri," ucap Tanya sambil menitikkan air mata.


Rachel yang mendengar itu, dia pun juga menangis dan sontak memeluk Tanya.


"Pantas saja, Saga memilih mu," ucap Rachel dipelukan Tanya.


Tanya tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman dipelukan Rachel.


Disisi ruang tamu, Saga berdiri menyandarkan badannya di tembok sambil membawa dua salad. Saga pun mendengar semua percakapan dan tersenyum sendiri.


Sesaat kemudian, Saga kembali ke ruang tamu yang dimana kehadiran Saga membuat mereka seperti tidak terjadi apa-apa. Lalu, mereka bertiga pun saling bertukar cerita.



Sampai larut malam, Tanya pun pulang dan Saga mengantar pulang Rachel dengan mobil Porche Taycan.


Setibanya di rumah Rachel, Saga yang ingin keluar mobil ditahan oleh Rachel.


"Saga bisa bicara sebentar?" tanya Rachel.


Saga pun kembali ke dalam mobil. Lalu, Rachel menundukkan kepalanya.


"Saga, bolehkah aku juga berpacaran denganmu?" tanya malu-malu Rachel sambil menundukan kepalanya.


Saga yang mendengar itu, dia pun mendekatkan wajah nya ke wajah Rachel yang sedang melihat kebawah.


"Why not?" jawab Saga tepat dikuping Rachel hingga udara nafas dari Saga terhirup oleh Rachel.


Rachel pun tersenyum dan menoleh kesamping yang dimana wajah Rachel dan Saga hanya berjarak 10 cm saja. Saga dan Rachel pun saling bertukar senyum.


"Cih ... Dasar Playboy!" ledek Rachel sambil memberikan senyuman lebar.


"Tapi, kamu suka kan," jawab Saga.


Sesaat kemudian, Saga dan Rachel saling berciuman dan bermain lidah didalam mulut mereka seraya menikmati perasaan satu sama lainnya.


Beberapa saat kemudian, Saga pun melepaskan ciumannya dan keluar dari mobil meninggalkan Rachel.


Rachel pun keluar dari mobil dan melihat kepergian Saga.


Ditempat yang lain, Ibunya Rachel melihat Saga dan Rachel dari balik jendela kamarnya yang berada di lantai 2 dengan tatapan tajam.

__ADS_1



__ADS_2