Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 26.Terjebaknya Boim, Sang Cheater.


__ADS_3

Chapter 26.Terjebaknya Boim, Sang Cheater.


Sesaat Saga makan bersama dirumah Tanya. Saga dan lainnya yang berada djrumah itu mendengar suara sirine mobil polisi.


Hal itu membuat obrolan mereka dan aktifitas makan mereka berhenti.


"Ada apa itu?" tanya Ayah Tanya.


Tidak ada yang menjawab malah Saga dan lainnya langsung minum dan beranjak keluar melihat apa yang terjadi?


Semua nya bingung dan mobil polisi itu berhenti tepat di kosan Boim.


"Itu Kosan Boim!" ucap Tanya yang sontak berlari melihatnya dari dekat. Saga yang berada disamping nya pun mengikuti langkah Tanya.


Di kosan Boim sudah berkumpul banyak orang disana salah satunya Ayu dan Jaka.


"Yu, apa yang terjadi?" ucap Tanya.


"Aku juga tidak tahu," jawab Ayu.


Saga pun coba bertanya kepada Jaka namun, Jaka hanya menggelengkan kepala.


Beberapa saat kemudian, Beberapa polisi keluar dari kosan dengan saja yang sudah terborgol dan ditutup kain.


Saga menerobos kerumunan untuk bisa berjarak dekat dengan Boim. Tanya, Ayu dan Jaka mengikuti langkah Saga.


Boim pun berhenti sejenak dan melihat teman-teman nya.


"Maaf, semuanya. Aku telah memalukan kalian semua!" ucap Boim sambil meneteskan air matanya.


"Apa yang terjadi, Im?" tanya Saga.


Boim tidak bisa menjawab dan kedua polisi yang membawanya mendorongnya ke dalam mobil lalu, mobil itu pun berangkat dengan membawa Boim.


Ayu, Tanya dan Jaka hanya bisa berdiam pasrah.

__ADS_1


"Aku harus melakukan sesuatu!" gumam Saga.


Tanya yang ada disamping Saga, dia menoleh kearah Saga karena mendengar ucapannya, "Apa maksud lu, Mas Saga?"


Saga tidak menjawab dan langsung berpamitan dengan teman-temannya. Saat perjalanan pulang, Saga menelepon Rizal.


"Riz, Aku butuh bantuanmu!" ucap Saga.


Setelah menelepon Rizal, Saga pun masuk kerumah dan menaiki mobil. Ditengah mengemudi, Saga menelepon dengan mengunakan earphone bluetooth nya. Dia menjelaskan keadaannya.


Rizal pun menjawab dirinya akan menyusul Saga ke kantor Polresta.


Setibanya di sana, Saga yang terlebih dahulu sampai menunggu kedatangan Rizal yang beberapa menit kemudian. Rizal sampai dan bertemu dengan Saga.


"Bagaimana bisa?" tanya Rizal.


"Entahlah, Yang jelas Boim bukan tipe orang penjahat," jawab Saga.


"Oke, ayo kita masuk!" seru Rizal.


Rizal menyakinkan polisi agar tidak melibatkan keluarganya Boim. Pada akhirnya, polisi itu pun luluh dan menjelaskan kasus yang terjadi.


Polisi mengatakan bahwa Boim telah meretas akun bank milik Kim Nino, putra dari keluarga Kim sebesar 12 milliar rupiah. Meski, uang itu sudah dikembalikan namun, Boim masih tersangka.


Sesudah mendengar kan penjelasan dari Polisi, Saga dan Rizal mendatangi Boim yang sudah berada di jeruji tahanan polisi.


"Boim!" sapa Saga.


Boim yang awalnya termenung, dia pun langsung berdiri dan menghampiri Saga.


"Saga, gue dijebak. Gue sama sekali tidak tahu kalau itu kode akun bank!" ucap panik Boim.


"Jadi, kamu bisa meretas?" tanya Rizal.


Boim menganggukan kepala nya, "Tapi, sumpah gue sama sekali tidak pernah meretas akun bank malah ada seseorang yang masuk ke IP Gue!" penjelasan Boim.

__ADS_1


"Baiklah, pelan-pelan. Katakan semuanya!" ucap Saga.


"Iya, gue ceritain semuanya. Awalnya malam Sabtu ..."


Pada malam itu, Boim sedang bermain game. Dia seorang Cheater yang membuat program bug sendiri bahkan dia sering meretas soal ujian di kuliahnya sampai dia mendapatkan selalu nilai A.


Dan, pada waktu itu. Boim mendapatkan email yang tidak dikenal. Email itu berisikan kode mentah yang harus kupecahkan dan setelah selesai, tiba-tiba akun tidak dikenal terkirim dengan sendirinya dan mengatas nama kan Boim.


Itulah penjelasan dari Boim dan Saga pun percaya kepada Boim. Ini dilihat dari kemampuan Saga yang sudah mempelajari pendeteksi kebohongan.


Kemampuan ini melihat rinci gerakan kecil dari kornea mata, Alis, kelopak mata, bibir dan jari.


"Oke, Im. Saya mengerti. Tunggulah disini! Saya akan membebaskan mu," ucap Saga.


"Benarkah, terima kasih, Saga. Lu memang pahlawan!" seru senang Boim.


Saga dan Rizal kembali ke polisi. Dalam perjalanan, Rizal bertanya kepercayaan untuk Boim.


"Aga, kamu percaya dengan nya?" tanya Rizal.


"Iya, Saya percaya tidak ada tanda-tanda kebohongan dari dirinya," jawab Saga.


"Baiklah, aku percaya kepadamu, Aga," jawab Rizal.


Lalu, Rizal dan Saga pun melakukan negoisasi dan diplomasi Rizal pun berhasil. Boim terbebaskan dengan syarat membayar denda 2,5 milliar rupiah (167 ribu USD). Saga pun mengunakan Black card nya dan kasus itu pun selesai.


Tidak sampai sehari, Saga kembali ke rumah dengan membawa Boim. Temu haru pun dirasakan oleh Tanya dan lainnya.


Saga pun tersenyum melihat Boim yang saling berpelukan dengan teman-temannya. Tanya pun berjalan kearah Saga dengan wajah tersenyum.


"Mas Saga, kamu luar biasa!" ucap Tanya sambil memberikan jempol.


"Terima kasih," jawab Saga yang juga tersenyum.


Meski, Boim sudah terbebas dari tuduhan Namun, Saga belum puas dan ingin mengungkapkan siapa yang menjebak Boim?

__ADS_1


__ADS_2