
Chapter 48. Blood Night.
Hari Minggu yang panjang bagi Saga dan malam pun tiba yang dimana Saga harus bertemu dengan Kim Alex, Presidir dari Mirage Group.
Ditengah malam, Kim Alex sudah menunggu kehadiran Saga di pelabuhan dengan penjagaan yang ketat selain itu, Kim Alex sudah mempersiapkan penembak jitu di beberapa sudut.
Seorang pria berjas yang berdiri di samping Kim Alex sedang melakukan pemeriksaan kepada semua unit. Setelah semua nya siap, pria itu melaporkan kepada Alex Kim.
Sedangkan, diatap sebuah gedung. Ada sosok pria yang mengenakan serba hitam baik dari topi, jaket, celana dan lainnya sambil membawa tas ransel besar. Pria itu ialah Raya.
Setibanya di tepi atap, Raya membuka isi tas nya yang dimana ada senjata Laras panjang yang masih berantakan.
Sesaat kemudian, Raya mengambil satu persatu dan merakitnya. Setelah selesai merakitnya, Raya menempatkan senjata itu disisi atap.
Lalu, Raya meneropong sekitar tempat pertemuan Saga dan Kim Alex dengan tujuan mencari petembak jitu yang disewakan Kim Alex.
Tidak lama, Raya menemukan satu penembak jitu di sebuah gedung yang tidak jauh dari Raya.
Tanpa segan-segan, Raya menembakan peluru kearah tangan penembak jitu.
Sebenarnya, Raya bisa saja membunuhnya namun, Saga telah memperingkat Raya sebelumnya untuk menembak tangan atau kaki target pada tembakan pertama.
Jika, tembakan pertama tidak membuat target menyerah barulah Saga mengizinkan Raya membunuhnya.
Karena dalam prinsip Saga tidak ada kesempatan ketiga namun, Saga sangat menghormati seseorang untuk memberikan kesempatan kedua.
Seusai satu penembak jitu tumbang, Raya mencari yang lain dan Raya pun menemukan dua penembak jitu yang lain nya.
Seusai itu, Raya memeriksa kembali sekitar dan tidak lagi menemukan penembak jitu. Barulah, Raya mengabari Saga.
__ADS_1
"Aga, sudah bersih semua," lapor Raya.
Saga yang sedang mengendarai mobil Lexus menerima panggilan itu dengan earphone bluetooth nya.
"Kerja bagus! terimakasih, Ray. Lanjut ke plan B!" ucap Saga.
"Copy that!" jawab Raya.
Beberapa saat kemudian, Saga pun tiba di tempat pertemuan.
Saga pun turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Kim Alex yang sudah berdiri di tepi laut.
Para penjaga Kim Alex pun mempersiapkan pengaturan nya.
Dengan santai, Saga berdiri di samping Kim Alex.
"Benarkah. Apa anda lupa tentang seorang pria yang bernama Bagas Indraguna yang anda racun dengan obat penenang saat permainan poker," jawab Saga.
Saga mendapatkan Informasi itu dari flash disk yang disimpan oleh Mirage Group.
Kim Alex tertawa kecil, "Hahaha ... jadi, ku putranya Bagas. Benar, aku yang memberikan obat kepada pria bodoh itu dan itu bukanlah rencana ku melainkan keluarga prima, Andreas," ucap Kim Alex yang melihat kearah Saga.
"Apapun itu, Mirage Group sesungguhnya adalah milik ku. Bukan kah, begitu?!" ucap Saga.
Saga berani mengatakan itu dikarenakan Mirage Group adalah hadiah dari Prima Group atas keberhasilan membuat Bagas kalah di meja judi.
"Apa katamu?! Beraninya, kamu! Mirage Group itu milik aku seorang tidak ada satu pun yang akan mengambil nya dari ku dan kalau tisak percaya! Tanyakan kepada kedua orangmu di neraka," ucap Kim Alex.
Kim Alex pun memberikan isyarat kepada para penjaga diri untuk membunuh Saga.
__ADS_1
Penjaga itu pun lansung memerintahkan para penembak jitu untuk melakukan eksekusi kepada Saga. Namun gagal, Penembak Jitu tidak ada yang menjawab.
Penjaga itu memberikan isyarat dengan menggeleng kan kepala. Lalu, Kim Alex memberikan perintah lagi dengan anggukan Kepala.
Memahami itu para penjaga pun mengeluarkan pisau ada juga pistol yang menghampiri Saga.
Saga pun membalikan badan nya menghadap para penjaga.
"Tuan Kim Alex, ini kah jawaban mu?" ucap Saga.
"Pergilah ke neraka!" ucap Kim Alex dengan nada yang bangga.
"Begitu kah, baiklah!" ucap Saga sambil tersenyum.
Seusai percakapan itu, Saga mengacungkan jari telunjuk keatas. Semua penjaga bingung dengan sikap Saga.
Namun, para penjaga mempedulikan. Mereka pun berjalan pelan menghampiri Saga. Tapi ...
Satu persatu sebuah tembakan melesat kearah penjaga yang membuat kaki dan tangan mereka terluka.
Disaat semua penjaga tumbang, Saga melihat Kim Alex.
"So, bagaimana sekarang?"
Kim Alex pun ketakutan dan berlutut dua kaki dihadapan Saga, "Tolong jangan bunuh aku! Baiklah, Mirage Group menjadi milik mu!"
"Terimakasih, Tuan Kim Alex senang bisa bekerja sama dengan anda," ucap Saga. Lalu, dia pun pergi meninggalkan Kim Alex seorang diri.
Diatap, Raya menarik senjatanya dan tersenyum. "Mision Completed!"
__ADS_1