
Chapter 61. Percobaan bersama Galileo.
Hari yang panjang berlalu. Hari senin pun tiba dan pagi-pagi sekali. Saga, Tanya dan Ayu pergi ke rumah sakit melihat keadaan Jaka yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Rizal telah memberikan fasilitas ruang rawat VVIP untuk Jaka agar Jaka mendapatkan perawatan terbaik.
"Aku harap Jaka lekas sadar!" ucap Tanya.
Ayu dan Saga pun memberikan senyuman menjawab ucapan Tanya. Ayu sendiri, dia melangkah dan memegang tangan Jaka.
"Jaka, Bangunlah! Aku ingin mengucapkan terima kasih dan mentraktir mu makanan apapun," ucap Ayu.
Setelah itu bertegur sapa dengan Jaka yang masih dalam keadaan tidak sadar kan diri, mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit dan Saga tidak langsung kembali pulang. Dia mengantar Ayu dan Tanya ke sekolah.
Antaran pertama ke sekolah Ayu yang tentu saja menarik perhatian para murid disana yang dimana Ayu turun dari mobil mewah.
Ayu dan Lainnya tidak mempedulikan tatapan mereka dan mulai terbiasa dengan kepopuleran Saga.
Selanjutnya ke sekolah Tanya, hal sama pun terjadi namun, berbeda dari Ayu. Saga keluar dari mobilnya dan membukakan pintu Tanya seperti layaknya seorang putri.
"Terimakasih," ucap Tanya yang menaruh tangannya di tangan Saga.
"My pleasure!" jawab Saga.
__ADS_1
Tanya pun tersenyum haru dan terpesona dengan sikap Saga. Hal sama juga terjadi pada teman-teman sekolah Tanya yang melihat kejadian itu.
Sesudah itu, Saga melanjutkan laju mobilnya kembali ke rumahnya.
Setibanya di sana, Raya sudah menunggu Saga didepan pintu masuk. Melihat itu, Saga yang baru keluar tersenyum kepadanya.
"Maaf, aku sedikit telat. Kenapa kamu tidak masuk?" ucap Saga sambil melangkah masuk kedalam rumahnya dan Raya pun tidak menjawabnya.
Saat tiba di dekat pintu masuk, Saga melihat ada beberapa kotak yang terbungkus rapih didepan pintu.
"Ray, apa ini?" tanya Saga.
Mendengar itu, Saga pun tersenyum senang juga dia mengingat tentang percobaannya yang dimana Saga ingin mengeluarkan benda dunia lain ke dunia nyata.
Menurut teori Galileo, setiap dunia memiliki energi masing-masing dan kecocokan masing-masing. Maka dari itulah, benda yang dibawa dari Dungeon ke dunia nyata menjadi berkarat dan rapuh. Begitu juga bahan lainnya yang membuatnya menjadi membusuk.
Hal ini disebabkan karena energi didalam barang itu mengalami menghisapan daya magnet antar dimensi yang berada tepat pintu masuk.
Namun, Galileo mencoba mencari jalan keluarnya yaitu mengunakan kaca. Awalnya kaca dengan ketebalan 10 mm berakhir pecah namun durasi pembusukan lebih lama.
Maka, Saga terus menerus mencoba dengan kaca berbagai ketebalan sampai 100 mm.
__ADS_1
Saga berharap percobaan kali ini berhasil.
"Ayo, Ray! kita coba sekarang!" seru Saga.
"Baik," jawab Raya.
Lalu, Raya pun membawa kotak kaca itu ke dalam Chamber.
Saat didalam Chamber, Saga pun mencoba membawa sebuah apel yang tumbuh di Chamber dan dimasukanlah kedalam kotak apel itu.
Lalu, Saga berjalan keluar kembali. Sebelum melangkah keluar pintu, Saga mengambil nafas berkali kali untuk menenangkan ketegangan.
Raya dan para gurunya melihat percobaan tersebut.
Setelah tenang, barulah Saga melangkahkan kakinya dan beberapa langkah masuk ke dunia nyata tidak ada masalah.
Langkah selanjutnya, Saga pun menutup pintu masuk dungeon lalu, membuka kotak.
Beberapa waktu yang lalu, apel langsung membusuk, semakin tebal semakin lama dan percobaan terakhir ini, Saga melihat jam yang ternyata sudah lewat 30 menit apel tidak membusuk dan ini menyatakan bahwa benda di dungeon bisa digunakan dalam waktu 30 menit. Hal itu tentu membuat Saga senang yang dimana Saga bisa mengunakan barang dungeon selama 30 menit atau di konsumsi sebelum 30 menit.
Terlebih lagi, selama benda dalam benda di kotak. Benda dungeon tidak menunjukan tanda-tanda berkarat atau membusuk.
Dengan ini Saga menyatakan bahwa percobaannya dengan Galileo membuahkan hasil.
__ADS_1