Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 60. Revenge


__ADS_3

Chapter 60. Revenge


Sepulang dari Malang, Saga sudah dikabarkan berita buruk dari Boim yang masuk ke rumah sakit karena perkelahian yang membuatnya tertusuk.


Tentu, Saga yang mendengar itu tidak merelakan dan ingin melakukan pembalasan maka dari itu, Saga dan Raya kembali ke rumah dengan tergesa-gesa untuk melakukan persiapan diantaranya Saga dan Raya mengambil senjata ditempat yang tersembunyi yang ada di balik lukisan ruang keluarga yang dimana terdapat tempat penyimpanan rahasia.


Lalu, Saga pun mengambil katana sedangkan Raya mengambil pisau juga handgun yang telah diisi peluru.


Seusai itu, Saga mengambil kunci mobil Lexus nya dan melemparkan kunci itu kepada Raya.


"Raya, kamu yang kemudikan!" seru Saga.


"Baik," jawab Raya sambil menerima kunci.


Sesaat kemudian, Dina pun melaporkan hasil pencarian nya. Tugas itu diberikan oleh Saga sesaat dirinya meninggalkan rumah sakit.


Waktu panggilan itu, Dina sudah tertidur lelap namun, saat ada panggilan dari Saga untuk mencari informasi tentang perkelahian di Cafe Jaka. Dina pun menerima nya karena Saga pasti memberikan uang lembur untuk dirinya.


Disaat melakukan persiapan, Saga mengunakan earphone bluetooth nya untuk mendengarkan laporan Dina.


Dina pun melaporkan bahwa preman yang menyerang cafe Jaka ialah gang preman kapak hitam yang dimana mereka memang suka melakukan kerusuhan apalagi jika tempat usahanya ada di wilayah kekuasaan nya.


Lalu, Dina juga menjelaskan tentang struktur organisasi yang ternyata bos besar dari gang kapak hitam ialah Haiden Prima. Dia sepupu dari Rachel dan juga enam orang yang terlibat dalam perkelahian terutama sosok preman yang menusuknya.


Saga yang mendengar itu, dia tersenyum lebar.


"Kebetulan yang menarik," gumam Saga.


Setelah persiapan selesai, mereka pun menaiki mobil Lexus dan pergi menuju lokasi markas Kapak hitam.


Saga tahu Raya sudah memiliki keahlian dalam mengemudi kecepatan tinggi jadi, Raya pun dengan cepat melajukan mobil Lexus sampai diatas 80 km/jam.


Tidak sampai sejam, Raya menghentikan laju mobilnya di sebuah tempat kumuh dibawah jalan flyover yang dimana terdapat beberapa preman yang sedang duduk.


Mobil mewah Saga pun sontak menarik perhatian para preman dan menghampirinya.


Sesaat kemudian, Raya pun keluar dari mobil dan dia meregang kan leher serta memperbaiki kerah bajunya sambil menghampiri para preman.


"Hei, serahkan mobil itu dan kalian bisa pergi!" seru salah satu preman.


"Atau lu, pilih mati!" ucap preman yang lain yang ingin mendorong Raya.


Namun, sebelum terdorong. Raya sontak menangkap tangan preman dan melesatkan pukulan chop pada leher preman hingga dia pun terjatuh dan meringis kesakitan.

__ADS_1


Para preman yang melihat itu sontak marah dan perkelahian pun dimulai. Kemampuan para preman jauh dibandingkan Raya maka dari itu, Raya dengan mudah menumbangkan preman-preman disana.


Saga yang melihat pertarungan usai. Dia pun keluar dari mobil dengan membawa katana.


Lalu, Saga dan Raya masuk ke dalam gedung tua yang merupakan markas dari gang kapak hitam.


Setibanya didalam banyak preman disana yang sedang bersantai namun, kehadiran Saga dan Raya membuat mereka berdiri dan mengambil senjata untuk melawan.


Raya pun juga sama, dia mengeluarkan pisau dan Saga bersiap untuk mengeluarkan katana dari sarung nya.


Lalu, pertarungan pun terjadi Saga dan Raya terus jual beli serangan kepada banyak preman didalam gedung. Meski, Saga dan Raya mengunakan senjata tajam. Namun, mereka tidak membunuh para preman melainkan menebas kaki dan tangan mereka.


Dalam gedung itu terdiri dari 4 lantai dan Saga serta Raya terus melangkah dengan para preman yang meringis kesakitan.


Dan, saat menaiki lantai tiga. Saga dan Raya berhadapan dengan kelima preman yang mengeroyok Jaka.


Saga yang melihat mereka sontak mengerutkan dahinya dan berlari dengan kecepatan tinggi hingga dalam sekejap perut, tangan, atau kaki mereka tertebas dan meringis kesakitan dilantai.


Setelah itu, Saga melihat para preman tersebut.


"Bagaimana rasanya? sakit, bukan?!" ucap Saga.


Seusai mengatakan itu, Saga dan Raya melanjutkan langkahnya sampai mereka di lantai empat dan tiba-tiba preman yang menusuk Jaka menodong senjata dan menariknya.


Dor!


"Mati! ... Mati! Njing!" seru preman sambil terus melesatkan tembakan.


Dor! Dor! Dor!


Preman itu terus melesatkan tembakan tanpa arah sampai peluru nya abis. Menyadari itu, Saga menganggukan kepalanya kepada Raya Lalu, Raya mengambil pistolnya dan melesatkan tembakan kearah preman.


Dor!


Tembakan Raya tepat mengenai badan preman itu hingga preman itu terjatuh kelantai dengan berlumuran darah dan meringis kesakitan.


Melihat bahwa adu tembak telah usai, Saga dan Raya melanjutkan langkahnya namun, saat melewati preman itu Saga menusukan katananya di badannya.


Preman itu berteriak kesakitan.


"Tenang saja, aku tidak menusuk ke titik vital mu!" ucap Saga.


Sesudah itu, barulah Saga dan Raya memasuki ruangan admistrasi dan Boss mereka yang dimana saat masuk di sana. Bos mereka hanya mengenakan kemeja terbuka dan celananya pun terbuka.

__ADS_1


Tidak hanya bos itu, ada juga beberapa wanita sewaan yang memakai baju seksi dengan tampilan yang sudah berantakan. Mereka ketakutan jongkok disisi ujung ruangan.


"Siapa kalian?!" seru bos itu.


"Maaf, kami menganggu kesenangan mu. Namun, salah satu anak buahmu telah mengusik teman ku dan kedamaian ku. Kamu tahu siapa aku?" ucap Saga.


"Gua tahu! sorry, mereka telah mengusik mu. Gua akan hukum bedebah itu. Tapi, gua minta ampun ya bro. Please!" ucap Bos cabang kapak hitam.


"Itu tergantung pada bos besarmu. Hubungi dia!" seru Saga.


"Oke. Oke," jawab Bos.


Lalu, Bos itu mengambil ponsel dan menyalakan Video Call kepada Haiden. Yang secara kebetulan, Haiden masih di klub malam.


Setelah obrolan kecil, bos itu memberikannya kepada Saga.


"Hei, kak Haiden," ucap Saga.


"Yo, yo. Siapa yang menelepon dan ternyata pacar dari sepupu gua yang cantik. So ada keperluan menelepon gua?" ucap Haiden.


Saga pun menceritakan semua kejadiannya dan Saga sendiri sudah menganggap nya imbas. Namun, Saga ingin menjalin kerja sama dan ingin menginvestasikan dana ke Haiden.


Mendengar itu, Haiden pun tertarik dan Mereka pun membuat temu janji.


"... Bagaimana, coy?" tanya Haiden.


"Baik, tidak masalah. Sampai jumpa lagi," ucap Saga.


"Bye bye!" jawab Haiden.


Sesudah itu, Saga dan Raya pun pergi meninggalkan markas Kapak hitam.


Disisi lain, Bos kapak hitam diberikan perintah untuk membunuh preman yang menusuk teman nya Saga.


Tanpa keraguan, bos itu mengambil pistol dan berjalan kearah preman yang masih meringis kesakitan lalu, dia menodongkan pistol kearahnya.


"Kamu mengusik orang yang salah!"


Seusai mengatakan itu, Bos itu menarik pelatuk nya.


Dor!


Sedangkan, Saga yang duduk di bangku belakang tersenyum sendiri sambil melihat langit malam.

__ADS_1


"Malam yang cukup melelahkan," ucap Saga.



__ADS_2