
Chapter 29. Uang yang bergerak.
Sesudah mengenal Rizal dan Boim memberikan sedikit pelajaran tentang hacking. Maka Saga yang penasaran dengan asset ayahnya yang sesungguhnya. Dia membuka dan melihat data saldo kartu hitam yang sebenarnya di World Bank.
Saga pun membuka website lalu memasukkan akun milik ayahnya beserta password 12 digit nya. Hal itu ada salah satu dokumen di ruang Kekayaan.
Saat melihat itu, Saga terkejut melihat jumlah yang ternyata jauh berbeda dari yang dikatakan kedua orang tuanya.
"448,8 Milliar USD! ... yang benar saja! ... bagaimana bisa?" batin Saga sambil menutup mulutnya.
Saga yang penasaran dengan sumber dana itu. Dia pun memeriksa nya yang ternyata itu berasal dari bunga yang membengkak di akun rekening.
Tabungan pokok memang 11,10 Milliar USD dan setiap bulannya ada suku bunga sebesar 20 persen. Yang berarti, saldo akan bertambah 2,2 milliar USD yang berarti setiap tahunnya Saldo bertambah 26,4 Milliar USD.
Sedangkan, rekening itu dibuat saat Saga berumur 2 tahun yang berarti bunga sudah melewati 17 tahun di usia Saga yang ke 19 tahun.
__ADS_1
Yang berarti total 448,8 Milliar USD sudah termasuk pokok tabungan dan rekening itu berada di bawah pengawasan Golden Apple Company.
Itulah kenapa Saga memberikan kartu hitam buatan Bank Indonesia kepada Rizal sejumlah 5 milliar USD yang dibuat sendiri oleh Rizal untuk membantunya melawan Mirage Group.
Tentu saja Saga tidak menceritakan sejujurnya tentang warisan keluarga. Dia hanya mengatakan keluarga menyimpan hanya 11 milliar USD.
Mendengar itu, Rizal pun bersenang hati membantu Saga apalagi dia merasa bangga kepada dirinya sendiri yang dipercaya memegang setengah harta warisan sahabat nya.
Rizal pun tidak bisa menyimpannya sendiri maka dari itu, Rizal membuat perusahaan kertas bersama dengan Saga. Lalu, Saga pun memberikan nama perusahaan nya, Sunshine.
Pengunaan Kartu Hitam Saga itu pun terdeteksi oleh Golden Apple Company yang berada di London, Inggris.
Laju mobilnya pun terhenti di sebuah gerbang panjang dengan penjagaan dari pria berjas hitam. Saat pria itu menunjukan identitas nya para penjaga mempersiapkan nya untuk masuk.
Pria itu pun melanjutkan mobil nya kedalam rumah yang sangat besar mirip seperti sebuah kastil kerajaan.
__ADS_1
Setibanya di pintu rumah, pria itu bergegas masuk ke rumah yang dimana para penjaga di rumah itu mempersilahkan dirinya untuk masuk.
Sampailah pria itu disalah satu ruangan yang dimana terdapat seorang pria yang sudah dewasa mengenakan stelan jas mahal dan rokok cerutu di tangan. Dia sedang berdiri disisi jendela sambil melihat pemandangan.
Pria itu pun membuka pembicaraan dengan Bahasa Inggris.
"Tuan besar Wade, Dana di akun Indraguna telah bergerak!" ucap pria itu sambil sedikit membungkuk kan badan.
"Akhirnya sang pewaris muncul!" ucap pria yang bernama Wade sambil tersenyum melihat halaman rumahnya. "Terus awasi pergerakannya dan beritahu kepada 8 anggota lainnya. Pewaris Indraguna sudah bergerak!" seru Wade.
"Baik, Tuan," jawab pria yang datang.
Sesaat kemudian, pria itu pergi meninggalkan ruangan Wade. Saat sudah sendiri, Wade menaruh cerutunya dan mengambil segelas Vodka yang ada di meja nya. Lalu, dia melihat kedepan.
"Sesuatu yang menarik akan terjadi di indonesia. Aku tidak sabar menyaksikan nya," ucap Wade sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
Ditempat yang berbeda, Rizal mulai menjalankan rencana yang dibuat oleh Saga.
"Game Start!" ucap Rizal.