
Chapter 50. Presedir Saga dan Kartu Tanya.
Disaat Saga sibuk dengan Dungeon nya. Rizal kebajuga sibuk dengan dokumen pengalihan pemimpinan Mirage Group. Rizal yang bersama tiga lawyer lainnya telah berhasil menyakinkan media dengan sebuah konferensi pers yang dimana Rizal mengatakan bahwa Kasus Human Trafficing di Mirage Group sepenuhnya dikerjakan sendiri oleh Kim Alex.
Lalu, didalam keterangan nya juga. Rizal menjelaskan tentang ketertarikan seorang pebisnis muda, Saga Indraguna untuk membantu mengatasi kebangkrutan Mirage Group maka dari itu, semua komisaris perusahaan mengangkat Saga Indraguna untuk menjadi Presidir yang baru, Mirage Group.
Itulah pernyataan dari Rizal yang membuat gempar dunia bisnis. Sedangkan, Hari itu juga Kim Alex sekeluarga termasuk Kim Nino dideportasi kan.
Rencana Saga dan lainnya pun berhasil. Dengan ini, Saga mendapatkan 12 Milliar USD per tahunnya dari Mirage Group.
Tidak hanya itu saja, Saga saat ini bukan hanya pekerja di dungeon melainkan pemimpin sebuah perusahaan yang memiliki tanggungjawab 700 karyawan di Mirage Group.
Sore harinya, Saga datang dengan mengunakan sedan mewah Maserati Ghibli warna hitam. Semua media tercenga dan mengarahkan kamera mereka ke mobil itu. Mereka menduga Saga berada di mobil tersebut.
Benar dugaan mereka, sedan mewah itu berhenti tepat di depan pintu kantor yang dimana seluruh karyawan sudah berbaris.
Tidak lama, Saga keluar dari mobil mewah dan semua wartawan langsung mengambil gambar.
Saga pun bersikap ramah, dia memberikan lambaian tangan dan senyuman. Hal itu tentu membuat semua kaum hawa terpesona melihat Saga.
Meski, dilontarkan pertanyaan. Saga tidak ada satu pun yang menjawab nya. Saga hanya berjalan tegas menuju ruang rapat executive. Semua karyawan yang dilewatinya menundukan kepada nya.
Dan, sampailah Saga di ruang rapat yang dimana para komisaris berdiri sejajar di kursi mereka. Saga pun menyuruh mereka untuk duduk begitupun Saga.
Rapat pun dimulai, dalam pembahasan rapat itu pertama, perusahaan akan membebaskan sekitar 55 wanita yang ditahan untuk pengambilan DNA serta memberikan kompensasi yang memuaskan sejumlah 100.000 USD atau 1,5 Milliar rupiah.
Banyak komisaris yang kurang setuju. Namun, Saga mengancam mereka jika menolak maka mereka diizinkan untuk pergi dari perusahaan tanpa membawa uang sepeserpun.
Semua komisaris pun menjadi gentar dan mau tidak mau harus menerima keputusan Saga tersebut.
__ADS_1
Pembahasan yang kedua, Saga akan datang setiap hari Senin untuk inspeksi sedangkan pengurusan dokumen akan diserahkan kepada assisten pribadinya, Raya.
Dan, pembahasan terakhir Saga menyatakan bahwa project obat Heal dihentikan sedangkan untuk pengantinnya Saga akan memikirkan ulang.
Sesudah pembahasan itu, rapat pun usai dan Saga pun pergi ke suatu tempat.
...##...
Di tempat yang lain, Tanya yang baru pulang sekolah. Dia tiba-tiba mengehentikan langkahnya saat melewati ATM Center.
Sesaat ingatan Tanya muncul yang dimana dirinya diberikan kartu emas oleh Saga dan ciuman dengannya.
Mengingat itu, Tanya refleks memegang bibir dengan jarinya dan tersenyum sendiri. Namun itu tidak lama, Tanya menyadarkan lamunannya dan mengambil kartu emas dari dompet nya.
Saat kartu dipegang, Tanya sempat terdiam dan ragu sambil menatap terus kartu itu sampai-sampai Tanya menghela nafas panjang berkali-kali.
Sampai beberapa menit baru Tanya memberanikan diri melangkah untuk ke ATM Center. Setibanya disana, Tanya memasukkan kartu emas itu ke mesin ATM dan memasukan kode pin ulang tahun Saga.
Sesaat pin dimasukan, Tanya pun berhasil masuk.
"Wow, beneran!" kaget Tanya yang membuat detak jantung semakin cepat.
Lalu, Tanya memilih informasi saldo yang dimana membuat Tanya sangat terkejut dan kedua matanya terbuka.
"Satu ... tiga ... lima ... tujuh ... sembilan ... sepuluh?!" gumam Tanya sambil menghitung digit di layar. "Yang benar saja! 1 milliar? gila tuh orang!" ucap tidak percaya Tanya.
Setelah beberapa lama, Tanya pun tenang kembali dan mencoba mengambil uang sebesar 2 juta rupiah. Tanpa ada hambatan, uang pun bisa ditarik.
Tanya dengan senang nya mengambil uang itu lalu, dia mengeluarkan kartu dan meninggalkan ATM Center.
__ADS_1
Setibanya dirumah, Tanya yang masuk dengan riang dihentikan langkah oleh panggilan ibunya.
"Tanya, kesini sebentar!" seru Bu Lani dari ruang keluarga.
Tanya pun menghampiri Ibunya yang saat itu sedang menonton televisi.
"Ma, aku pulang," ucap Tanya sambil mencium tangan ibunya.
"Kamu sudah pulang?" tanya Bu Lani.
"Baru saja, Ma. Ada apa sampai langsung memanggil Tanya?" ucap Tanya.
"Duduk sebentar, ada hal yang ingin Mama sampaikan!" seru Bu Lani.
Tanya pun duduk disebelah dan menghadap Ibunya, "Apa, Ma?" ucap Tanya.
"Papa dan Mama ingin bertemu Saga. Kalian sudah pacaran tapi dia belum ke rumah kamu dan meminta izin kepada Papa dan Mama. Kalau, kamu kenapa-kenapa? kan kita yang khawatir," ucap Bu Lani sambil mengelus-elus kepala Tanya.
"Iya, Ma. Nanti Tanya bilang ke mas Saga!" jawab Tanya.
"Tapi, kamu bahagia pacaran sama Saga?" tanya Bu Lani.
Tanya tersenyum lebar dan mengangguk kepala nya.
"Syukurlah, kalo kamu senang. Mama juga senang," ucap Bu Lani.
Tanya yang mendengar itu, dia sontak memeluk ibunya seperti anak kecil.
"I love Mom," ucap Tanya dipelukan Ibunya.
__ADS_1
"I love too, my Daughter," jawab Bu Lani.
"Hehehe ... kaya film barat aja ya ma."