Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 95. Raya Special Edition part II. (Revised)


__ADS_3

...Chapter 95. Raya Special Edition part II. (Revised)...


Beberapa saat setelah penculikan Santi dan permintaan tolong Raya. Saga pun ikut campur dalam permasalahan Raya. Dia melakukan nya secara rapi agar tidak ketahuan yang membuat panik penghuni yang lain dengan memanggil tim cleaner untuk merapihkan semua serta mengkremasi jasad ibunya Santi.


Dalam sekejap, tim itu pun membuat seakan-akan tidak terjadi apa-apa.


Sesudah mengurusi ruangan itu, Saga kembali ke kelompok nya. Yang dimana terdapat Raya dan Dina. Sedangkan, Saga menyuruh Tanya untuk kembali ke kamarnya. Meski awalnya menolak namun, Saga berhasil menyakinkan nya.


Diruangan yang berbeda Raya sedang melakukan introgasi kepada pria yang menyerangnya. Melalui, sedikit siksaan. Raya pun berhasil mendapatkan informasi.


Sesaat kemudian, Saga pun datang menghampiri Raya.


"Ray, info apa yang kamu dapatkan?"


"Mereka orang-orang nya anak dari Haiden Prima, Haikal Prima."


"Apa? tujuannya?!"


Raya pun mengambil tas kamera dan merobek pelindung tas yang dimana mereka menemukan satu kilo sabu-sabu.


"Sabu-sabu."


Saga menutup mulut dan mengusap-usap dagunya seraya berpikir cara yang terbaik.

__ADS_1


"Raya, kamu tahu masalah ini cukup memberatkan maka dari itu, berikan aku alasan kenapa kamu ingin menyelamatkan gadis kecil itu?"


Mendengar pertanyaan itu, Raya teringat akan percakapan saat makan mie instan bersama Santi.


Ditengah makan Raya bertanya, "Kenapa kamu bersembunyi?"


"Aku sering dimarahin, dipukul dan dimaki oleh ibuku meski dia hanya terus menyuntik dirinya dan meminum alkohol meski begitu, aku masih sayang dengan ibuku. Aku tahu sebenarnya ibu kesepian meski beberapa kali membawa pria ke apartemen namun setiap malam selalu menangis. Jadi, Aku ingin tetap menjaganya walaupun mungkin dimata ibuku, aku selalu salah tapi itu jugalah yang membuat ku kuat," ucap Santi yang diakhiri dengan senyuman lebar.


Raya yang mendengar itu, dia pun juga tersenyum melihatnya.


Raya pun menyadarkan lamunannya dan menjawab pertanyaan Saga.


"Dia gadis yang kuat. Maka dari itu, aku ingin menyelamatkan nya."


Raya pun menganggukan kepalanya, "Baiklah, Terima kasih."


Lalu, Raya pun pergi meninggalkan ruangan pergi ke garasi basement tiga yang dimana mobil dan motor sport dan mewah diparkir kan termasuk motor sport Ducati milik Raya. Dia pun mengambil dan mengenakan jaket kulit lalu, memasangkan earphone kecil di telinganya.


"Kak Raya, kamu dengar?" suara Dina dari earphone.


Earphone terhubung di kontrol room yang dimana ada Saga dan Dina saja.


"Iya." jawab Raya.

__ADS_1


"Ray, berhati-hati lah!" seru Saga.


"Dimengerti!" jawab Raya seraya mengenakan helm lalu, melajukan motor besarnya dengan kecepatan tinggi.


Misi Raya pun dimulai ...


Ditempat yang berbeda, Haikal dan komplotannya sudah berjalan menuju tempat yang dituju nya. Lalu, Haikal sempat panik yang dimana Haikal tahu bahwa orang yang mengejarnya tangan kanan nya Saga, calon keponakan ipar dari ayahnya.


Maka dari itu, Haikal pun memutuskan untuk menghubungi ayahnya.


"Pi! ... Aku telah mendapatkan subjek Zero namun, gagal mendapatkan obat."


"Apa katamu?! anak tidak becus," jawab Haiden dari balik ponsel.


"Bukan tidak berhasil. tapiii ... tangan kanan Saga ada disana."


"Apa? jadi dia terlibat! anak jhanam! anak baru gede aja blgu. Udah urusan dia, Papi yang urus!"


"Baik, Pi!"


"Sekarang, cepat bawa subject itu kemari."


"Baik."

__ADS_1


Seusai itu, telepon pun terputus dan Haikal tersenyum lebar, "Dasar orang sok pahlawan! kita lihat Saga, siapa yang lebih kuat! keluarga ku ataukah kamu!"


__ADS_2