Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga
Chapter 72. Niken Prima


__ADS_3

Chapter 72. Niken Prima.


7 Jam perjalanan bukan waktu yang sedikit sehingga Saga dan kedua teman nya melakukan berbagai aktifitas disana.


Hingga mereka pun tiba Tokyo di pagi harinya. Saga dan lainnya tidak mengunakan gate penumpang biasa melainkan langsung turun di lapangan lintas yang dimana sudah ada beberapa mobil hitam mewah yang menunggu kehadiran Saga dan lainnya.


Menurut Raya, mobil itu berasal dari keluarga Prima yang mengirimkan taksi Limousine kepada Saga. Saga pun hanya merespon datar lalu, turun dari pesawat.


Lokasi acara ulangtahun Rachel berada di Imperial Hotel Tokyo. Maka, Saga harus menempuh dengan mobil lagi.


Selama perjalanan, Saga melihat sekeliling kota. Meskipun, Saga sudah menjadi orang kalangan atas tapi tetap saja, itu baru pertama kalinya Saga pergi ke luar negeri dan baru kali itu melihat kota Tokyo secara nyata.


Beberapa saat kemudian, Saga dan lainnya pun tiba di Imperial Hotel yang dimana, Rachel dan kedua temannya sudah menunggu di pintu masuk.


Rachel yang melihat itu sontak senang dan tersenyum. Lalu, saat Saga keluar dari mobil. Dia gegas berlari dan memeluk Saga.


"Sagaaa."


Saga tidak menolak pelukan itu malah menyambut nya dengan senyuman.


"Akhirnya, aku tiba."


Rachel melepaskan pelukan Saga dan menatap nya sambil mengangguk kepala nya. Seusai itu, Rachel mengalungkan lengan Saga dan masuk ke dalam hotel. Tentu saat di pintu masuk, Saga menyapa Sofie dan Jonathan yang menemani Rachel di pintu masuk.


Setibanya didalam, Saga dan Rachel menjadi sorotan orang. Banyak mata yang memperhatikan mereka. Salah satu seorang wanita cantik yang terus menatap Saga seraya senyuman kepada nya.


Saga yang menyadari tatapan itu, dia juga melihat wanita itu serta memberikan senyuman kepadanya.


Sesaat kemudian, Saga pun tiba di kamar nya.


"Ini kamar mu, Saga. Aku sudah persiapkan," ucap Rachel yang memperkenalkan kamar yang dipesannya.


Saga melihat sekeliling kamar lalu, kembali melihat Rachel.


"Kamar yang bagus, terima kasih Rachel."


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan? waktu masih ada 10 jam sebelum acara," ucap Rachel seraya memandang Saga.


"Entahlah. Yang jelas, aku ingin mandi dahulu."


"Mau mandi bareng?" ucap centil Rachel.


"Tidak usah," jawab lembut Saga sambil menyentuh hitung Rachel.


Rachel pun tersenyum dengan sikap Saga, "Sungguh disayangkan, padahal aku serius lho nawarin."


"Arigatou," ucap Saga lalu, dia pun beranjak ke kamar mandi.

__ADS_1


"Wakata! Jangan sampai menyesal, Ya! Huee!" Rachel pun menjulurkan lidahnya untuk meledek Saga.


Saga pun hanya tersenyum dengan sikap kekanakan Rachel yang baru kali ini dia lihat.


Setelah Saga masuk kamar mandi, Rachel pun keluar dari kamarnya dan Saga pun membasuh dirinya. Seusai itu, Saga keluar dari kamar mandi dengan mengunakan celana jeans dan baju yang belum dikenakan sehingga badannya yang bidak dan berotot terlihat serta dibiarkan sedikit basah.


Sebelum berpakaian rapi, Saga melihat pesan yang masuk dan itu berasal dari Tanya. Maka, Saga pun mendahulukan membalas chat nya.


Beberapa saat kemudian, ada seseorang yang mengetuk pintu. Mendengar itu, Saga menoleh kearah pintu.


"Siapa?"


Tidak ada jawaban dari pertanyaan Saga itu yang membuatnya beranjak dari kasur dan pergi kearah pintu.


Saat Saga membuka pintu, dia terbujur kaki dan mengerut kan dahinya. Saga terpesona dengan sosok wanita cantik yang sebelumnya ada di lobby kini didepan kamarnya. Dia tersenyum genit.


"Siang, calon kakak ipar?"


Seusai mengatakan itu, wanita itu mendorong pelan Saga kedalam kamar nya dan Saga pun juga mundur beberapa langkah dan wanita itu pun masih kedalam kamar dan menutup pintu.


Saga dan wanita itu terus saling menatap. Dia pun jadi teringat sosok wanita ini ialah adik dari Rachel, Niken Prima. Dirinya sama seperti Rachel seorang publik figure namun, Niken lebih terkenal karena selain terjun di dunia model, Niken juga sering membintangi sinetron dan perfilman.


Saga terus mundur sedangkan Niken terus maju kearah Saga seperti singa yang ingin menerkam mangsanya. Langkah sungguh elegan disertai dengan tatapan yang menggoda begitu pun senyuman nya.


"Niken, kamu mau apa?"


Saga mulai berpikir yang tidak-tidak yang membuat jantungnya berdetak kencang.


"Niken, apa maksudmu?"


Saga yang terus mundur, dia pun terpojok oleh sofa panjang yang ada dibelakang hingga langkahnya terhenti.


"Niken, Saya tidak mau ada masalah sama kakak kamu. Jadi, hentikan!"


Niken terus maju berlahan, "Tidak mau."


Langkah Niken pun sampai di dekat Saga lalu, dia memegang dada dan perut Saga yang penuh dengan otot serta memainkan jari jemari di badan Saga seraya menatap mesra kepada Saga.


"Niken, Please!"


Niken tidak mempedulikan ucapan Saga dan langsung mendorong Saga ke sofa panjang hingga Saga terjatuh disofa. Niken pun sontak merangkak di atas tubuh Saga sampai Niken benar-benar seutuh badan nya ada diatas Saga.


"Mari kita mulai!" ucap Niken seraya merapihkan rambut panjangnya kesamping hingga terlihat anting dan lehernya yang putih merona.


Seusai mengatakan itu, tangan Niken beranjak ke juniornya Saga. Lalu, ingin membuka celananya. Saga yang terbujur kaku didalam godaan Niken, dia teringat akan Tanya sewaktu di bandara.


"Mas Saga, aku tunggu kamu pulang!" seru Tanya sewaktu Saga memasuki pesawat jetnya.

__ADS_1


"Iya."


Seusai menjawab itu, Tanya dan Saga saling melambaikan tangan. Lalu, Saga pun masuk kedalam pesawat.


Karena ingatan itu membuat Saga tersadar lalu, Saga mengehentikan Niken membuka celananya.


"Niken, Hentikan!"


Niken terkejut dan tersenyum masam.


"Jangan munafik lah!" ucap rayu Niken.


Saat Niken ingin terus memaksa ada suara yang mengentikan nya.


"Niken, ngapain loe disini?" suara ketus Rachel.


Niken pun menghentikan tindakannya lalu, menoleh ke samping begitu juga Saga.


"Oh, ada Loe. Sorry," ucap santai Niken lalu, dia pun berdiri beranjak dari Saga dan berdirj serta merapihkan rambut dan pakaiannya.


Begitu pun Saga, dia bangun dari rebahannya dan berdiri menghadap Rachel.


"Rachel, aku gak maksud apa-apa," ucap pembelaan Saga.


"Gue tahu, dia aja yang ganjen suka ngerebut cowok orang," ketus Rachel menatap tajam Niken.


"Iya. Ya deh. Mentang-mentang loe punya cowok sempurna." Niken kembali memandangi Saga, "Kak Saga, kita lanjutkan lain hari!" ucap Niken yang diakhiri dengan kiss bye serta mengedipkan satu matanya dan pergi meninggalkan Saga dan kakaknya.


Rachel yang mendengar ucapan adiknya pun menjadi kesal, "Njing, Loe!"


Niken tidak mempedulikan ucapan kakaknya itu dan terus melangkah keluar. Namun, dia mengehentikan langkah nya didepan pintu masuk dan menoleh kebelakang.


"Kak Saga, Rachel. Tadi itu, gue rekam lho. So, nanti akan ada berita yang menarik. Bye-bye!"


Seusai mengatakan itu, Niken pun melanjutkan langkahnya keluar.


"Dasar placur!" seru kesal Rachel.


Saga yang mendengar itu, dia malah tersenyum sendiri yang membuat Rachel kesal.


"Kok loe gak marah sih dengan kelakuan Niken, Menyebelin tau gak!" ucap Rachel yang diakhiri dengan melipatkan tangan nya lalu, dia terus ngedumel tidak jelas.


Saga pun memegang kedua bahu Rachel, "Udah Rachel. Kalo kamu marah terus nanti cantikmu hilang. Bagaimana kalau kita jalan-jalan?"


Dengan cepat Rachel merubah ekspresi nya, "Ayo!" ucap Rachel sambil memeluk lengan Saga.


Saga pun tersenyum dan mengencup kening Rachel yang membuat Rachel semakin menempelkan badannya.

__ADS_1



__ADS_2