
Chapter 25. Makan bersama.
Di hari Sabtu weekend, Saga menghabiskan waktunya bersama Rizal. Pada hari itu, Saga tidak bisa jalan bersama Rachel. Dia sedang ada urusan keluarga di Singapura.
Melihat itu, Saga merasakan senang karena waktunya akan lebih luang namun disisi lain, Saga sedikit kecewa karena dirinya yang juga mulai menyukai Rachel.
Meski begitu, Saga tidak ingin perasaannya menghalangi langkahnya untuk membalas dendam dengan keluarga Rachel yang telah merebut harta dan asset ayahnya serta membuat keluarganya mendapatkan gelar koruptor.
Informasi itu didapatkan dari Rizal yang mengatakan Bagas Indraguna telah korupsi 4 triliun rupiah dari perusahaan nya. Saga dan Rizal pun tidak percaya dengan berita itu. Mereka menduga itu jebakan untuk president komisaris Bagas Indraguna dan mengalihkan saham kepada Andreas.
Hal itu diyakini karena sesaat Andreas menduduki jabatan Presiden Komisaris. Kasus itu menghilang begitu saja. maka dari itu, Saga ingin membersihkan nama ayah kandung nya.
Hari Minggu pagi tiba, Saga mengenakan pakaian olehraga dan lari pagi. Seperti biasa, Saga bertemu dengan Boim dan Jaka untuk lari bersama.
Setibanya di taman olahraga, Tanya menghampiri Saga.
"Mas Saga, pagi!" sapa Tanya.
"Pagi juga Tanya," jawab Saga.
"Hei," sapa Ayu.
"Hei, Ayu," jawab Saga.
"Kalian mau lari lagi atau istirahat?" tanya Jaka.
"Kita baru satu putaran, Jadi. Yuk, bareng larinya!" ucap Tanya.
"Yuk," jawab Saga.
__ADS_1
Saga dan lainnya pun lari bersama. Sedangkan, Tanya yang awalnya lari didepan Saga, dia memperlambat langkah hingga berlari disamping Saga.
"Mas Saga, kemarin kemana? gue ke rumah Lu tapi, kayaknya lu gak ada," ucap Tanya.
"Iya, Saya pergi kerja dan rumah memang kosong," jawab Saga.
Saga terpaksa membohonginya untuk mengindari kesalahpahaman.
"Aneh, kerja tapi, gak bawa mobil," ucap Tanya.
Saga tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman.
"Udahlah, gak penting juga. By the way, nyokap dan bokap ngundang Lu ke rumah buat makan siang bersama. Dateng ya kalo gak, gue yang dimarahin," ucap Tanya.
"Iya, nanti saya datang," jawab Saga sambil tersenyum.
Tanya pun juga tersenyum menatap Saga.
"Im, tumben Lu diem aja? cacingan ya?" ucap Jaka.
Boim pun memasang wajah biasa dengan senyuman paksa, "Gak apa-apa," jawab Boim.
Jaka yang mendengar jawaban Boim, dia melihat Saga dan Tanya lalu, menaikan kedua bahunya.
Saga dan Tanya pun juga tidak mengetahui penyebab diem nya Boim.
Siang pun tiba, Saga mengunjungi rumah Tanya dengan berpakaian rapih casual. Setibanya, disana Saga memecet bel rumah.
"Ya, tunggu!" suara Tanya menjawab.
__ADS_1
Tidak lama, Tanya pun keluar dari pintu dan menghampiri Saga dengan wajah yang penuh senyuman.
"Mas Saga, akhirnya lu dateng juga!" ucap Tanya sambil membukakan gerbang.
"Maaf, saya sedikit telat," jawab Saga.
"Udah gak apa-apa lagian, lauk juga baru dateng," jawab Tanya.
Saga dan Tanya pun masuk ke dalam rumah.
"Ma, Pa. Mas Saga Dateng nih!" ucap Tanya saat masuk kedalam rumahnya.
"Permisi!" ucap Saga.
Tidak lama kemudian, Bu Lani datang dan menyambut Saga dengan hangat lalu, mengantar Saga ke ruang makan yang dimana Ayah Tanya dan seorang pria lebih dewasa sudah duduk di kursi makan. Pria itu kakaknya Tanya, Aziz.
Aziz dan Ayahnya Tanya tersenyum kepada Saga serta mempersilahkan Saga untuk duduk di kursi yang kosong.
Saga pun menuruti nya dan Tanya juga duduk disebelah Saga. Diatas meja sudah terhidang berbagai makanan.
"Maaf, nak Saga. Makanan ini ala kadarnya saja," ucap merendah Bu Lani.
"Tidak, Bu. Ini sudah istimewa untuk Saya," jawab Saga.
Mendengar jawaban Saga, Tanya dan keluarganya tersenyum kepada Saga. Lalu tidak lama, mereka menyantap makanan diatas meja.
Obrolan kecil pun mengiringi santapan makan siang itu, Ayah Tanya, Andre menceritakan tentang Tanya masih kanak-kanak yang membuat Tanya sedikit malu dan kesal.
Obrolan itu membuat Saga tersenyum dan dia semakin memahami sifat dan perilaku Tanya. Lalu, Saga juga mendapatkan info yang mengejutkan dimana ayah Tanya dan Kakak prianya, Aziz. Mereka bekerja di Hotel berbintang lima, Lotus yang merupakan bagian asset dari Prima Group.
__ADS_1
Sepintas, Saga berpikir dan berharap semoga keluarganya tidak menghalangi langkahnya untuk merebut Prima Group dari tangan Andreas Prima.