
Haii para Readers 🖐️🖐️
Maaf Nih jadi jarang Update karena ada kesibukan, jadi mohon pengertiannya. buat yang sudah setia menunggu update terima kasih banyak, kalian memang luar biasa.
...🌾Happy Reading🌾...
Aisha tak kuasa menahan tangisnya, apa lagi di tambah kini sang ibu sedang dalam perawatan karena syok saat mengetahui sang suami telah mendahuluinya. Aisha dan Ayla menangis di samping tubuh sang ayah yang sudah terbujur kaku. rasa bersalah pun tumbuh di dalam hatinya.
"Ayah, maafkan Aisha, harusnya Aisha tidak melibatkan ayah dalam masalah ini". ujar Aisha di sela isak tangisnya. Aisha terus menyalahkan dirinya dalam kejadian ini.
Selain Aisha, ternyata Ayla juga menangis histeris mengetahui jika ayahnya telah tiada, sosok yang selalu ia banggakan kini telah pergi untuk selamanya.
Kabar kepergian pak Danu pun kini sudah sampai ketelinga anak buah tuan Rico yang sejak tadi berjaga di rumah sakit tersebut.
mereka pun segera menghubungi tuan Rico.
"Ada kabar apa tentang konsisi pak Danu ?" tanya tuan Rico lewat sambungan telepon.
"Pak Danu telah meninggalkan dunia, bahkan istrinya di kabarkan tak sadarkan diri hingga harus menjalani perawatan".
"Kamu serius ?" tanya tuan Rico seakan tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh anak buahnya.
"Iya beneran pak, saya di beri kabar oleh pihak rumah sakit langsung".
"Saya akan segera datang ke sana" tuan Rico pun langsung menutup panggilan teleponnya.
Tuan Rico memanggil sang sekertaris agar menunda semua agendanya karena sang mertua di kabarkan meninggal dunia. dengan tergesa - gesa tuan Rico langsung menuju rumah sakit tempat di mana pak Danu di rawat.
jalanan yang macet membuat ia kesal karena ia terjebak dalam sebuah kemacetan, setelah berjibaku dalam kemacetan, tuan Rico sampai di rumah sakit sekitar tiga puluh menit kemudian.
"Saya turun berduka cinta atas kepergian pak Danu" ujar Tuan Rico pada Aisha yang masih setia berada di samping jenazah sang ayah.
"Bagaimana keadaan ibu kamu ?" tanya Tuan Rico lagi. namun lagi - lagi Aisha tak menggubris semua pertanyaan tuan Rico.
Setelah tak mendapat respon dari sang istri tuan Rico memutuskan untuk keluar ruangan, ia mencari anak buahnya.
"Kamu cari tau kondisi Ibunya Aisha !" titah tuan Rico.
"Ibunya masih dalam perawatan dokter jadi belum di ketahui kondisinya" jelas anak buah tuan Rico.
"Pantau terus dan kalau ada sesuatu langsung laporkan pada saya !".
"Baik tuan".
__ADS_1
Waktu terus berjalan, sudah hampir satu jam namun keadaan ibu Ima belum di ketahui, karena belum ada satu pun dokter atau suster yang keluar dari ruangan tempat ibu Ima di rawat. Jenazah Pak Danu sudah siap untuk di bawa ke rumah, namun Aisha masih menunggu keadaan sang ibu.
"Lebih baik kita bawa dulu ayah kamu ke rumah dan untuk masalah ibu, nanti saya akan suruh anak buah saya berjaga di sini" ujar tuan Rico.
"Aku harus menunggu ibu dulu !" bentak Aisha.
"Tapi bagaimana dengan jenazah ayah kamu, ia harus segera di makamkan" ujar tuan Rico.
Yang di katakan suaminya tak salah, memang sudah seharusnya jenazah ayahnya di makamkan, namun ia memikirkan bagaimana nasib ibunya, ia masih berjuang di ruang perawatan.
"Tunggu setengah jam lagi, jika belum ada kabar juga tentang kondisi ibu, terpaksa aku memakamkan ayah tanpa ibu" jelas Aisha.
Sementara di tempat lain Mika yang sedang Arisan di sebuah cafe bersama teman sosialitanya ia sangat terkejut saat mendapat kabar jika ayah dari Aisha telah meninggal.
"Kenapa jeng ?" tanya salah satu temennya, saat melihat ekspresi Mika ketika menerima telepon.
"Mertua suami saya meninggal" jawab Mika.
"Mertua yang mana
? bukannya jeng Mika dan jeng Sari sudah tidak punya orang tua ?" tanya temen Mika.
Pernikahan tuan Rico dan Aisha memang tidak banyak di ketahui orang, hanya orang - orang tertentu saja yang mengetahui pernikahan tersebut.
"Jadi suami kamu sudah menikah lagi ? Gila yah hobi banget nikah, dan kamu sebagai istri pertama kok mau - maunya si di madu sampai dua kali" ujar salah satu teman arisan Mika.
"Kalau yang ini beda ceritanya, suami saya menikahi dia karena untuk melunasi hutang orang tuanya, suami saya juga tidak pernah tidur bareng setelah menikah, malahan suami saya menyewakan istri ketiganya pada temen - temennya" jelas Aisha.
"Gila suami kamu, kejam banget" sahut yang lainnya.
"Sudah yah, aku pulang duluan" ujar Mika seraya berlalu meninggalkan temen - temennya.
Mika melajukan mobilnya menuju kediamannya, ia harus mengganti baju dulu sekalian memberitahu Sari tentang meninggalnya ayah dari Aisha.
"Tumben mbak Arisannya sebentar" tegur Sari saat Mika sudah tiba di rumahnya.
"Emang kamu belum tahu jika ayahnya Aisha meninggal" ujar Mika.
"Mas Rico tidak memberitahu aku".
"Ia sedang sibuk mengurus jenazah Ayahnya Aisha, ibunya juga di kabarkan tak sadarkan diri dan sampai sekarang kondisinya belum di ketahui" jelas Mika.
"Lalu bagaimana dengan Aisha, Apa keberadaan dia sudah di ketahui ?" tanya Sari.
__ADS_1
"Soal itu aku tidak tahu, lebih baik sekarang kita siap - siap untuk pergi kerumah orang tua Aisha" ujar Mika seraya berlalu menuju kamarnya.
Aisah tak bisa diam ia terus mondar - mandir di depan pintu ruangan ibunya di rawat, sudah hampir dua puluh lima menit berlalu, namun kondisi ibu Ima belum di ketahui juga.
"Lebih baik kita makamkan dulu ayah kamu" saran tuan Rico.
"Apa yang di katakan kak Rico ada benarnya kak, kasian ayah" sahut Ayla.
Aisha berpikir sejenak, hingga akhirnya ia menyetujui apa yang di katakan suaminya. mereka pun menuju ruang jenazah untuk membawa jenazah pak Danu pulang.
"Keluarga pasien atas nama Ibu Ima" ucap seorang dokter.
Aisha, Ayla dan Tuan Rico yang sudah melangkah beberapa langkah langsung menghentikan langkahnya dan membalikan badan. Aisha pun langsung berlari ke arah dokter di ikuti oleh Ayla dan Tuan Rico.
"Bagaimana kondisi ibu saya ?" tanya Aisha.
"Silahkan ikut saya" ujar sang dokter dengan wajah yang sendu.
"Ibu saya baik - baik saja kan ?" tanya Aisha lagi.
Dokter pun hanya memberikan sebuah senyuman untuk menjawab pertanyaan Aisha seraya mempersilahkan Aisha dan yang lainnya masuk ke dalam ruangan tersebut.
Tuan Rico tak ikut masuk keruangan tersebut, ia memilih untuk menghubungi istri pertamanya Mika.
"Di mana sekarang kamu ?" tanya tuan Rico lewat sambungan teleponnya.
"Aku dan Sari baru mau berangkat menuju rumah orangtua Aisha" jawab Mika.
"Gak usah ke rumah orang tua Aisha, lebih baik sekarang kalian datang ke rumah sakit A" titah tuan Rico.
"Emang kenapa ?" tanya tuan Rico penasaran.
"Ke rumah sakit saja, tak usah banyak tanya !" Seru tuan Rico lalu menutup panggilannya. ia pun langsung masuk keruangan tempat ibu Ima di rawat.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
📍Aku Memilih_Mu
📍Bertemu Jodoh Di pesantren
📍Hujan Kemarin
__ADS_1
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.