Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 50


__ADS_3

Mika Segera keluar dari kamar sang suami, dan kembali menguncinya.


"Kok Jalannya seperti itu" tegur seseorang membuat Mika terkejut dan mengentikan langkahnya saat ia keluar dari kamar utama sang suami dengan cara mengendap - ngendap.


"Kamu bikin kaget saja !!" Seru Mika, ternyata orang yang menegurnya adalah pelayan yang biasa bersih - bersih di lantai atas.


"Kaki Nyonya sakit, apa perlu saya panggilkan tukang pijit ?".


"Kaki ku memang sakit, tapi tak perlu kamu panggilkan tukang pijit karena setelah ini aku mau ke tempat spa" ujar Mika berbohong, nyatanya kakinya tak sakit sedikit pun.


Mika pun gesera berlalu dengan menenteng sebuah tas, ia berjalan layaknya orang yang sedang sakit kakinya, hal itu di lakukan agar sang pelayan tidak mencurigainya.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Hari demi hari tuan Rico lewati sebagai narapidana, baru seminggu dalam tahanan tubuhnya sudah mengurus, bahkan wajahnya terlihat sangat lusuh, di dalam sel tahanan, ia tak bisa tidur dengan nyenyak karena hanya beralaskan tikar, bahkan untuk makan pun ia tak bisa makan makanan yang sudah di sediakan oleh pihak lapas dan Karena itu setiap hari sang pengacara datang dengan membawakan makanan sesuai pesanan tuan Rico.


Sari tak tega melihat kondisi sang suami, namun apa boleh buat, ia tidak bisa berbuat banyak, yang bisa ia lakukan adalah mengirimnya makanan setiap hari bergantian dengan sang pengacara.


Sidang pembelaan akan di gelar esok hari, segala persiapan pun di lakukan oleh tuan Rico dan juga pengacaranya, dari sidang tersebut ia berharap mendapat bebas atau hukuman yang lebih ringan lagi.


Sejak pagi, Sari sudah bersiap untuk menghadiri persidangan sang suami, sebelum berangakat menuju persidangan Sari terlebih dahulu menghubungi Mika, Namun sayang nomor Mika tak bisa lagi di hubungi.


"Sepertinya kecurigaan ku benar jika mbak Mika selingkuh, tapi ini bagus dan bisa menguntungkan bagi aku" gumam Sari.


Sari berangkat menuju tempat sidang dengan menggunakan taksi, karena sang pengacara tak bisa menjemputnya karena ia harus menyiapkan segala keperluan sidang tuan Rico.


Dari terlapor hanya di hadiri oleh Tama dan juga Bayu, sedangkan Aisha dan Bani tak bisa hadir karena memiliki kesibukan masing - masing.


Sidang pun di mulai, tuan Rico menyampaikan nota pembelaannya, banyak ke anehan dalam nota yang di sampaikan oleh tuan Rico, hal itu memancing emosi Bayu, dan untung saja ada Tama di sisi Bayu yang mampu mengontrol emosi Bayu. selesai pembacaan nota, tuan Rico kembali ketempat duduk seraya menyunggingkan senyum ke arah Bayu dan juga Tama.


Sidang kembali di tunda satu jam untuk menentukan hukuman dari majelis hakim.


Tuan Rico dan timnya kembali berdiskusi untuk menghadapi tuntutan.


"Dia memang pintar dalam bersilat lidah" gerutu Bayu.


"Sudahlah jangan terbawa emosi, itu bisa saja menjadi keuntungan untuk mereka" nasehat Tama.

__ADS_1


"Bagaimana kalau dia bebas ?" tanya Bayu.


"Untuk bebas sepertinya tidak mungkin".


"Mungkin saja, aku curiga dia main uang di belakang persidangan" tuduh Bayu.


"Jangan menuduh tanpa bukti, nanti bisa - bisa kamu yang di penjara".


"Tapi aku yakin jika dia melakukan itu, lihat saja berapa lama hukuman yang dia dapat".


Setelah satu jam sidang kembali di buka, ketua majelis hakim membacakan semua kesimpulan selama persidangan di gelar. dari mulai identitas terdakwa, hingga yang lainnya.


"Dengan ini, kami memutuskan terdakwa tetap bersalah dan mendapat hukuman kurungan penjara selama satu tahun dan denda lima ratus juta" ujar jaksa penuntut Umum.


"Dari sepuluh tahun menjadi satu tahun, ini tidak masuk akal" Bayu melayangkan protesnya.


"Silahkan keluar jika tidak bisa di atur !!" seru Majelis hakim yang mengatur jalannya persidangan.


"Sudah ku bilang diam - diam" bisik Tama.


Jaksa penuntut Umum menjatuhkan hukuman pada Tuan Rico dan anak buahnya, mereka mendapat hukuman yang sama, yaitu satu tahun kurungan penjara dan denda lima ratus juta, jika tidak bayar denda maka hukuman akan di tambah menjadi setahun enam bulan penjara.


Sidang di Tutup, tuan Rico tersenyum lebar, ia hanya mendapat hukuman setahun, berjuangannya tak sia - sia, pengacara yang ia bayar mahal pun bisa di andalkan. di sisi pojok seorang perempuan tersenyum lebar, satu tahun memang lama namun setidaknya itu lebih ringan dari tuntutan sebelumnya, ia akan berusaha setia menunggu sang suami nya bebas dan ia juga akan membuktikan jika istri pertama suaminya telah berselingkuh.


Tak banyak yang bisa di perbuat Tama dan juga Bayu selain pasrah menerima keputusan pengadilan. Tama langsung memberi kabar tentang hasil sidang, Bani menerima semua putusan dengan ikhlas, yang terpenting tak ada gangguan lagi pada keluarga kecilnya. Begitu juga dengan Bayu iya langsung menghubungi Aisha lewat sambungan telepon. Aisha sudah menyangka jika hal ini akan terjadi, ia sangat tahu betul sifat mantan suaminya itu.


"Kita harus cari bukti jika tim mereka menyuap para jaksa dan hakim !!" Seru Bayu.


"Jangan gegabah kalau tidak mau masuk penjara !" tegas Tama.


Selesai sidang tuan Rico di perbolehkan berbicara terlebih dahulu dengan anggota keluarganya sebelum ia kembali di bawa ke sel tahanan.


"Mas, aku akan kembali ke Bali" ujar Sari.


"Itu terserah kamu" sahut tuan Rico. "Apa kamu tidak pernah menghubungi Mika ?" tanya tuan Rico.


"Setiap hari aku selalu menghubunginya tapi nomornya tetap tak bisa di hubungi". jelas Sari.

__ADS_1


"Aku curiga jika dia sedang bersenang - senanf dengan selingkuhannya" sambung Sari.


"Kenapa kamu selalu mengatakan jika Mika itu selingkuh ?" tanya tuan Rico penasaran.


"Karena aku pernah sekali melihat dia jalan dengan seorang lelaki di pusat perbelanjaan" terang Sari.


"Mungkin itu salah lihat".


"Tapi aku sangat yakin jika itu mbak Mika".


"Buktikan saja pada ku jika Mika memang selingkuh, kalau bener Mika main api di belakang kan ku tendang dia dari rumah ku dan ku pastikan hidup selanjutnya akan menderita" ujar tuan Rico. Sari tersenyum lebar mendengar pernyataan tuan Rico.


"Aku akan kembali dengan bukti jika Mbak Mika telah menduakan mu" ujar Sari seraya memeluk suaminya.


Sari menyaksikan sendiri tangan sang suami di borgol dan di giring menuju mobil tahanan, lambaian tangan mengiringi kepergian tuan Rico, Sari tak bisa menahan kesedihannya, Cairan bening pun melunjur tanpa terbendung.


"Aku akan setia menunggu kamu, karena aku akan menjadi satu - satu nya nyonya Rico" gumam Sari dalam hatinya.


Mobil yang membawa tuan Rico telah hilang dari pandangan, Sari langsung menuju kepinggir jalan untuk mencari taksi menuju hotel tempat ia menginap dan setelah itu ia akan kembali ke Bali.


"Dimana Mbak Mika ?"tanya Sari pada pelayan di rumahnya.


"Nyonya Mika sudah lima hari tidak pulang, dia tidak menitip pesan apa pun " jawab sang pelayan.


"Apa lima hari tidak pulang ?" Sari sangat terkejut mendengar penuturan sang pelayan, membuat kecurigaan terhadap Mika semakin bertambah.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2