
Rizal baru saya mendapat laporan jika perusahaannya kini kembali mulai bangkit setelah mendapat suntikan dana dari perusahaan milik kekasihnya Lala.
'Aku akan meninggalkannya setelah nanti aku mendapatkan semuanya' batin Rizal.
Rizal teringat kembali saat bertemu dengan kakak iparnya beberapa waktu lalu, terlihat sang kakak ipar kini hidupnya seperti baik - baik saja bahkan bisa berlibur ke Bali.
'Sepertinya dia sudah kembali bangkit, aku harus meminta bagian ku, enak saja dia hidup enak sedangkan aku hidup seperti ini' batin Rizal.
Rizal terkenal dengan ambisi yang tinggi, sehingga segala keinginannya harus selalu tercapai, seperti ingin memiliki harta yang banyak seperti mendiang kakaknya.
Ketika mendengar kabar sang kakak jatuh sakit, dengan suka rela Rizal menawarkan jasanya untuk membantu mengelola perusahaan dan ketika sang kakak meninggal Riza pun menguasai perusahaan tersebut sehingga Umi Fatimah harus rela menjual rumahnya untuk bertahan hidup.
Ketika perusahaan tersebut di bawah pimpinan Rizal, perusahaan tersebut terus mengalami penurunan karena Rizal tidak bisa mengurusnya dengan baik, di pikirannya hanya uang dan ia akan bermain - main dengan perempuan lain.
Suatu hari Rizal tanpa sengaja bertemu dengan Lala di Bali saat Rizal dengan mengadakan pertemuannya dengan beberapa klien termasuk Lala. Rizal tak menyangka jika Lala merupakan pemilik perusahaan yang sangat terkenal di Bali.
Diam - diam Rizal melancarkan aksinya mendekati Lala agar mau membantu perusahaannya yang sedang di ambang kehancuran.
Peson yang di miliki Rizal mampu memikat perlahan perhatian Lala, hingga Akhirnya Lala bersedia membantu Rizal. selain meminta bantuan Rizal juga di percaya oleh Lala untuk membantu mengelola perusahaan miliknya. kesempatan emas pun tak Rizal sia - siakan.
Rizal sudah banyak mendapat keuntungan dari menjalin kedekatan dengan Lala, kini perusahaannya mulai kembali stabil walaupun belum seratus persen.
Demi menjalankan semua misinya, Rizal rela meninggalkan anak dan istrinya tanpa kepastian dan juga tanpa nafkah. Sejujurnya Rizal juga sudah bosan dengan istrinya apalagi melihat penampilannya yang setiap hari menggunakan gamis dan kerudung, bahkan sang istri jarang sekali berdandan, membuat Rizal terkadang merasa malu apa lagi ketika harus mengajak sang istri bertemu rekan kerjanya, Rizal memilih pergi sendiri ketika ada sebuah undangan dari rekan kerjanya karena jika membawa istrinya namanya akan hancur dan akan menjadi bahan olok- olokan para teman - temannya hanya karena penampilan Nilam yang sudah seperti pembantu rumah tangga.
"Saya ingin bertemu pak Rizal apa orangnya ada ?" tanya seorang laki - laki yang usianya hampir seumuran dengan Rizal.
"Bapak silahkan masuk dan duduk, saya panggilkan dulu pak Rizalnya" ujar Nilam.
Tak berapa lama Nilam kembali dengan sang suami, lalu ikut duduk di dekat sang suami, membuat tamunya tersebut menatap heran ada Nilam.
"Ini dia Nilam istri ku" ujar Rizal saat melihat tatapan sang teman.
"Dek, kamu ambilkan minum dan cemilan untuk tamu Abang" pinta Rizal pada istrinya, dan Nilam pun berlalu meninggalkan ruang tamu menuju dapur.
__ADS_1
"Eh Bro itu beneran bini loe ?" tanya teman Rizal dengan mimik wajah yang tidak percaya.
"Iya Bini gue, memangnya kenapa ??".
"Ya enggak apa - apa sih, cuma aneh saja seorang Rizal yang tampan dan juga seorang direktur Utama masa istrinya seperti itu"
"Memangnya kenapa dengan istri ku ?".
"Tadi aku kira dia itu pembantu di rumah ini, sampai - sampai tadi aku ingin menegurnya saat melihat dia ikut duduk di samping ku. menurut ku dia lebih cock menjadi pembantu dari pada istri".
Sejak saat itu, Rizal tak pernah mau memperkenalkan sang istri pada rekan - rekannya, bahkan saat ada rekan - rekan kerja yang datang ke rumah, Rizal meminta sang istri untuk tetap di kamar hingga rekan - rekannya pulang.
"Mas kok melamun sih, apa ada masalah ?!" Suara manja sang kekasih sukses membuyarkan lamunan Rizal.
"Kamu ini apa - apaan sih La, bikin kaget orang saja !" gerutu Rizal.
"Bukan bikin kaget tapi kamunya saja yang lagi asik melamun, memangnya kamu mengelamunin apa sihh ?".
"Tak usah di pikirkan lagi, kan sekarang gak jadi bangkrut. oh iya kapan kita ke jakarta aku ingin bertemu dengan seseorang di sana".
"Seseorang ?" Rizal mengkerutkan dahinya.
"Dia hanya masa lalu ku saja, lagian siapa juga yang mau sama narapidana".
"Narapidana maksud mu ?" Rizal di buat kebingungan oleh sang kekasih.
"Jadi begini sayang, masa lalu ku itu dia sedang menjalani proses hukuman di jakarta, aku sudah lama tak bertemu dengannya ingin melihat seperti sekarang, apakah dia menderita atau tidak".
"Terserah kamu saja". Rizal tak mau ambil pusing dengan kehidupan sang kekasih.
"Jadi kapan nihh ?".
"Lusa kita akan ke jakarta, namun kita tidak akan lama di sana mungkin paling lama hanya satu minggu saja".
__ADS_1
"Baiklah sayang" ujar Lala senang, sudah tak sabar Lala ingin melihat nasib mantan suaminya.
Lala berkali - kali mengecup bibir sang kekasih, hingga hasrat Rizal pun muncul, dan siang itu mereka melakukannya tanpa takut dosa.
Sesuai rencana, Hari ini Rizal dan Lala akan terbang ke jakarta, sejak jam enam pagi mereka sudah berada di bandara, mereka sengaja memilih keberangkatan pagi agar sampai jakarta Lala bisa langsung menemui mantan suaminya yang sedang mendekam di penjara.
"Sayang Rencana mu apa kalau sudah sampai jakarta ?" tanya Lala ketika pesawat yang mereka tumpangi itu mulai mengudara di angkasa.
'Aku harus bisa menemukan tempat tinggal baru Mbak Imah' batin Rizal.
*******
Aisah terdiam merenung setelah mendapat kabar dari Yuni tentang kondisi Umi Lilah yang sudah tiga hari di rawat di rumah sakit. Aisha sangat penasaran apa yang terjadi dengan Umi Lilah, namun saat akan bertanya tentang penyebab sakitnya Umi Lilah ternyata Yuni telah memutus panggilannya karena ada sesuatu yang harus segera di kerjakan.
Saat termenung, Aisha kembali mengingat perkataan Dokter Martin yang menyatakan Uminya sering melamun setelah kepergiannya.
'Waktu itu Umi masih baik - baik saja' batin Aisha.
Rasa sesal menyelinap di hati Aisha karena ia terlalu sibuk dengan mengurus toko Umi hingga ia jarang berkunjung ke yayasan. Aisha juga terlalu egois yang hanya mementingkan perasaanya saja, Aisha jarang berkunjung ke yayasan untuk menghindari pertemuan dengan Dokter Martin, ia takut tak bisa mengendalikan hatinya seperti dulu yang pernah ia lakukan terhadap Bani.
"Neng di luar ada tamu, katanya mau jenguk Umi" lapor bi Mimin.
Aisha membuka pintu setelag mendengar suara di mimin yang bilang ada tamu.
"Siapa Bi ?".
"Bibi gak tahu, tapi seorang lelaki dewasa" jelas bi Mimin.
"Sendiri ?".
"Tidak, lelaki itu datang berdua".
'Apa itu Rizal dan kekasihnya, adik Umi ?' batin Aisha bertanya - tanya.
__ADS_1