Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 31


__ADS_3

Seorang wanita tengah menangis lirih namun tiba - tiba tertawa terbahak - bahak, dan kadang histeris meronta - ronta, karena tangan dan kakinya di ikat ke rajang tempat tidur.


"Kenapa aku di ikat, aku baik - baik saja" teriak Aisha.


"Lepaskan . . !! Lepaskan . . !! aku mau ikut ibu, ayah dan Ayla, aku gak mau sendirian" teriak Aisha.


"Sus tolong lepaskan ikatan di kaki dan tangan saya !" teriak Aisha ketika ada perawat yang melintas depan kamar Aisha.


Perawat tersebut segera menghubungi dokter untuk memberi tahu jika Aisha telah sadarkan diri, dengan di ikuti oleh beberapa perawat, dokter pun memasuki ruangan Aisha.


"Dok saya tidak gila , tapi kenapa kaki dan tangan saya di ikat ?" tanya Aisha.


"Saya periksa dulu ya".


"Dok kenapa saya ada di sini ?" tanya Aisha lagi pada saat dokter sedang memeriksa kondisi dirinya. Namun dokter tak menjawab pertanyaan Aisha, ia lebih fokus untuk memeriksa kondisi Aisha.


"Dokter kenapa diam saja, saya tidak gila !!" teriak Aisha kesal karena sang dokter tak menjawab pertanyaannya.


"Tenang ya, Mbak baik - baik saja, di sini mbak akan lebih tenang karena di sini ada kami yang akan menemani mbak" jawab seorang perawat.


"Saya sudah tidak punya siapa - siapa lagi, keluarga ku sudah di panggil yang maha kuasa, aku hidup sebatang kara" Aisha menangis tersedu - dedu.


"Kamu tidak sendiri, ada kami yang akan menemani kamu di sini, tapi kamu harus janji untuk bisa mengendalikan emosi kamu" ucap dokter dengan lembut.


"Saya takut dok" ucap Aisha lirih.


"Jangan takut karena ada kami di samping kamu".


Setelah Aisha mulai tenang, para perawat pun membuka satu persatu ikatan yang ada di tangan dan kaki Aisha.


"Dok saya mau pulang" ucap Aisha.


"Iya tapi nanti yah, sekarang kamu di sini dulu bersama kita - kita" bujuk sang dokter.


Sementara Bayu baru sampai di kediamannya, kedatangannya sudah di sambut oleh Mama dan Papa nya.


"Bayu Bagaimana Aisha ?" tanya Mama Reni.


"Sekarang Aisha di rawat di rumah sakit Jiwa, Ia mengalami depresi ringan" jelas Bayu dengan wajah yang lesu.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan kasus hukumnya ?" tanya Papanya Bayu.


"Untuk sementara kasusnya di tunda dulu, hingga kondisi Aisha benar - benar pulih". jawab Bayu.


"Bayu, kita harus kasih tau pada tuan Rico tentang kondisi Aisha, karena bagaimana pun tuan Rico berhak tau tentang kondisi Aisha karena status mereka masih sah suami istri". jelas Mama Reni.


"Aku takut Ma" ujar Bayu.


"Apa yang kamu takuti ?".


"Aku takut jika kehadiran tuan Rico akan membuat depresi Aisha semakin parah dan sulit di sembuhkan" jelas Bayu.


"Lebih baik kita fokus pada kondisi Aisha saja, untuk urusan tuan Rico biar nanti saja setelah Aisha bener - bener pulih" saran Papanya Bayu.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Waktu terus berjalan, Aisha mulai mengalami banyak kemajuan, Ia mulai bisa mengendalikan emosinya, namun terkadang Aisha akan histeris ketika mengingat sang adik di masukan ke liang lahat.


Hari - hari Aisha di habiskan sebuah kamar rumah sakit jiwa, Aisha memilih untuk menyendiri karena dirinya merasa baik - baik saja, tidak gila seperti para pasien yang lainnya.


Sebuah buku tulis dan pensil yang selalu menemaninya di sana, buku adalah tempat ia mencurahkan seluruh isi hatinya.


Sari sangat bahagia sekali karena dirinya paling banyak menghabiskan waktu bersama sang suami di banding Mika yang merupakan istri pertama dari tuan Rico.


"Kita cari sarapan dulu sebelum pulang kerumah" usul tuan Rico.


"Mas aku maunya kita sarapan berdua, sepertinya aku sedang ngidam" ujar Sari seraya bergelayut manja di tangan sang suami.


"Ngidam ?!" Seru tuan Rico seraya menyerengitkan dahinya seolah - olah ia kebingungan.


"Mungkin ini bawaan calon anak kita, buktinya aku mau terus - terusan deket dan di manja sama kamu". ujar Sari dengan suara yang sangat manja.


Mendengar Sari berbicara seperti itu membuat Mika serasa ingin tertawa terbahak - bahak, menurutnya yang di katakan Sari merupakan hal konyol hanya untuk menarik perhatian tuan Rico.


"Kalau kita sarapan berdua, bagaimana dengan Mika ?" tanya Tuan Rico.


"Mbak Mika gak akan marah kok, dia pasti mengerti" jawab Sari. "Mbak Mika bolehkan aku sarapannya cuma berdua saja, aku janji jika nanti aku beneran hamil maka aku gak akan membiarkan Mas Rico untuk menceraikan Mbak Mika" ucap Sari Pada Mika.


Sari sengaja melakukan ini semua agar dirinya lebih banyak mendapat peluang untuk segera hamil dan nantinya bisa menggesar posisi Mika yang merupakan istri pertama tuan Rico. Sari ingin menjadi istri satu - satunya tuan Rico dan pewaris tunggal dari semua kekayaan tuan Rico. Karena dengan mempunyai Anak maka dengan gampang Sari bisa menghuasai harta milik sang suami.

__ADS_1


"Jika kalian ingin sarapan berdua silahkan saja, aku akan sarapan di tempat lain saja" Seru Mika.


"Kita sarapan di tempat yang sama namun mejanya saja yang terpisah" ucap Sari.


"Saya Masih kenyang, lagian saja sudah punya janji kumpul bareng teman - teman" ketus Mika. ia tahu jika Sari sengaja melakukan itu agar dirinya bisa menyerah dan meninggalkan tuan Rico.


"Kamu yakin tidak akan sarapan bareng kita ?" tanya Tuan Rico.


"Ia Mas aku yakin, gak apa - apa kan ?".


"Ya sudah terserah kamu saja".


Mika pun pergi meninggalkan Area Bandara dengan menggunakan sebuah taksi. tujuan adalah sebuah hotel, ia ingin menenangkan diri di sana dan bertemu dengan seseorang yang bisa menghilakan rasa kekesalannya terhadap madunya.


Ketika sedang dalam perjalanan menuju hotel Mika segera menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.


"Dimana Kamu sekarang ?" tanya Mika.


"Aku baru saja lending, dan masih di Bandara" jawab seseorang dari sebrang telepon.


"Kamu langsung saja menuju hotel yx, aku sedang dalam perjalannan menuju hotel tersebut" jelas Mika.


"Kenapa kamu malah ke hotel, harusnya kamu pulang kerumah suami mu".


"Untuk itu nanti aku ceritakan di ketika kita bertemu".


"Oke Aku otw ke sana" sambungan telepon pun terputus.


Taksi yang di tumpangi Mika sudah tiba di hotel yz, Mika langsung turun dan membawa barang - barangnya masuk ke hotel tersebut, ia pun memilih kamar VVIP, sampai di kamar ia langsung menjatuhkan badannya di tempat tidur, badannya terasa begitu lelah setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, di tambah ia harus bisa mengontrol emosinya di hadapan sang suami dan juga Madunya. karena sangat lelah akhirnya Mika tertidur lelap tanpa membersihakan badannya terlebih dahulu.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2