
Aisha tak berharap banyak, namun ia yakin jika nanti Bani akan membalas pesan darinya. saat membuka ponselnya ternyata ada satu notif pesan yang masuk, betapa bahagianya hati Aisha, dengan perasaan campur aduk ia pun membuka pesan tersebut dan mulai membaca isi pesannya.
"Maaf Aisha, mungkin lain waktu kita ketemu, untuk saat ini aku masih banyak kerjaan yang harus di selesaikan" isi pesan dari Bani.
Walaupun ia tak bisa bertemu denga Bani hari ini, tapi ia merasa senang karena akhirnya Bani membalas pesannya. ia paham jika kini Bani menjadi orang sibuk apalagi setelah melihat penampilannya kemarin, Aisha yakin jika kini Bani telah menjadi orang yang sukses.
Waktu terus berlalu, Namun Bani masih saja menolak bertemu Aisha dengan alasan sedang bekerja, awalnya Aisha merasa kecewa dengan sikap Bani yang dingin, berharap walaupun tidak bisa bertemu tapi setidaknya mereka menjalin komunikasi yang lancar.
Angan hanyalah angan, realita tak seindah yang ia bayangkan, walaupun kini ia sudah bertemu Bani, namun Aisha masih harus terus berjuang membuat Bani percaya padanya dan mau kembali padanya.
Ponsel Aisha berdering menandakan ada panggilan masuk, saat di lihat di layar ponsel tertera nama Bani membuat Aisha senang setengah mati dan buru - buru mengangkatnya.
"Asalamualikum Aisha" sapa Bani.
"Walaikumsalam".
"Kamu hari ini sibuk tidak ?".
"Hari ini aku kebetulan sedang libur, kenapa ya ?".
"Bagus, aku mau ngajak kamu untuk bertemu, aku tunggu kamu di kafe yz pada jam makan siang" ucap Bani hal itu membuat Aisha sangat bahagia.
"Oke, nanti aku ke sana".
"Ya aku tunggu, maaf teleponnya aku matikan karena masih ada kerjaan, Asalamualaikum".
"Walaikumsalam".
Setelah menerima panggilan dari Bani, Aisha segera masuk ke kamarnya mencari pakaian yang cocok yang akan di kenakan dirinya saat bertemu dengan Bani.
"Sepertinya ini lebih cocok deh" Gumam Aisha seraya bergaya di depan cermin.
Sebelum pergi untuk bertemu dengan Bani, Aisha terlebih dahulu ia memasak untuk makan siang sang adik.
__ADS_1
"Kakak mau ke mana udah rapih, kakak maun ke pengajian ?" tanya sang adik.
"Kakak ada urusan sebentar, kamu jaga rumah, kunci juga rumahnya, kalau ada orang datang dan kamu tidak mengenalnya jangan di buka ya pintunya" pesan Aisha pada sang adik. "Kakak berangkat yah, takut telat". sambung Aisha.
Setengah jam perjalanan menuju sebuah Cafe yz, tempat di mana Aisha dan Bani akan bertemu, untuk mempercepat sampai tujuan kali ini Aisha menggunakan ojek online.
Tiba di Cafe Aisha bisa melihat jika Bani telah menunggunya.
"Maaf aku telat" ucap Aisha seraya tersenyum.
"Iya tidak apa - apa". Bani terlihat sangat terkejut dengan penampilan Aisha hari itu yang sangat berbeda dengan kemaren.
Mungkin kemaren karena tuntunan kerjaan makanya ia berpenampilan seperti itu. gumam Bani dalam hatinya.
Aisha dan Bani memesan makanan dan minuman untuk menemani pembicaraan mereka.
"Apa yang ingin kamu bicarakan ?" tanya Bani.
"Langsung saja ke intinya" ucap Bani.
Aisha kemudian dengan berlinang Air mata menceritakan kejadian demi kejadian yang terjadi selama ini pada kehidupannya, hal itu membuat Bani sedikit terkejut.
"Maafkan aku jika aku tak bisa jujur dari awal ke kamu, tapi satu yang harus kamu ketahui bahwa aku melakukan ini semua demi kedua orang tua ku" ucap Aisha seraya terisak.
"Bani, aku ingin memperbaiki hubungan kita lagi, aku ingin kita seperti dulu lagi". ucap Aisha. namun saat Aisha ingin menggenggam tangan Bani dengan secepat kilat tangan Bani langsung menghindar.
"Bani, aku masih mencintai mu, selama ini aku selalu mencari keberadaan mu, kamu mau kan kita seperti dulu, mungkin buat kamu ini sangat menyakitkan, tapi aku yakin jika di hati kecil kamu masih ada cinta dan sayang untuk ku" ucap Aisha.
"Aku telah memaafkan kamu, aku juga mengerti kenapa kamu melakukan ini, tapi maaf mungkin untuk kembali seperti dulu aku tidak bisa" ucap Bani.
"Maksud kamu apa ?" tanya Aisha.
"Aku mengajak bertemu selain ingin mendengarkan alasan kamu menghilang, tapi aku juga ingin memberikan ini untuk mu" ucap Bani seraya menyodorkan sebuah kartu undangan.
__ADS_1
"Apa ini ?".
"Buka dan baca !!"..
Dengan perasaan campur aduk, Aisha membuka perlahan surat undangan tersebut. saat melihat nama Bani tertera dalam kartu undangan tersebut, Aisha tak melanjutkan membaca kartu undangan tersebut, melihat nama sang pujaan hati saja terasa seperti di sambar petir di siang bolong. dengan spontan Aisha merobek kartu undangan tersebut hingga hancur berkeping - keping.
"Ini hanya becandakan !!" seru Aisha.
"Aku akan menikah seminggu lagi" ucap Bani tegas, sebenarnya ia tak tega mengatakan semua ini pada Aisha, namun tak ada pilihan, ia tak ingin jika suatu hari di pernikahannya akan ada masalah tentang masa lalunya.
"Kenapa kamu tega melakukan ini semua ?" tanya Aisha dengan berlinang Air mata.
Bani mulai menceritakan perjuangannya mencari keberadaan Aisha, hingga ia terbang ke Bali namun hasilnya masih nihil. waktu terus berjalan Bani mulai melupakan Aisha hingga akhirnya ia kembali merasakan jatuh cinta pada santrinya sendiri.
"Aku pastikan pernikahan ini tidak akan pernah terjadi !!" ucap Aisha seraya meninggalkan cafe tersebut, perasaannya hancur sehancur - hancurnya.
Dengan berderai Air mata Aisha berjalan menyusuri jalanan, tak peduli dengan orang - orang yang memperhatikannya.
"Bani kenapa kamu tega sekali" ucap Aisha di sela - sela tangisannya.
Aisha duduk di sebuah bangku taman, harapan untuk bahagia bersama kekasih hatinya seakan sirna setelah mengetahui jika Bani akan segera menikah dengan seorang wanita lain. Aisha menghapus air matanya kemudian ia menyunggingkan senyum manisnya. entah apa yang di pikirkan Aisha saat ini, dengan sekejap ia bisa kembali tersenyum setelah sebelumnya merasakan sebuah kehancuran.Apa mungkin Aisha sudah menerima semuanya ? entahlah, hanya Aisha yang tau tentang perasaannya saat ini.
Setelah perasaannya sedikit tenang, Aisha kembali memesan ojek online untuk mengantarnya pulang kerumah. Aisha berusaha bersikap seperti biasanya, ia tak ingin sang adik curiga.
"Sudah pulang kak " tegur sang adik.
"Iya dek" sahut Aisha seraya berlalu menuju kamarnya.
Aisha tak ingin terus berlarut dalam kesedihan. karena jika ia terus bersedih dan terpuruk dalam kondisi ini hanya akan merugikan dirinya, yang harus di lakukannya adalah bertindak sebelum semuanya menjadi terlambat.
"Aku harus bisa !! Bani adalah milik ku, dia jodoh ku, aku pasti bisa mendapatkannya kembali, karena aku yakin jika Bani masih mencintai aku, pasti dia menikah karena di jodohkan oleh keluarganya". gumam Aisha.
Aisha tersenyum penuh arti, tak ada gurat kesedihan lagi yang terpancar di wajahnya. Ia bertekad untuk mendapatkan sang pujaan hati.
__ADS_1