Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 12


__ADS_3

Mata hari mulai terbenam, Namun Aisha dan Ayla masih berada di pemakaman.


"De ayo kita pulang !" ajak Aisha.


"Aku mau tidur di sini saja kak" sahut Aisha.


"Jangan seperti ini de, kasian Ayah dan Ibu pasti mereka sedih melihat kamu seperti ini, sekarang kita pulang, besok kita bisa balik lagi ke sini".


"Tapi kakak janji ya besok kita ke sini lagi".


"Iya kakak Janji".


Pukul tujuh malam mereka baru sampai di rumah, terdapat beberapa karangan bunga berjejer di halaman depan rumah, Ayla masuk terlebih dahulu, ia langsung bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. sedangkan Aisha memilih memasuki kamar kedua orang tuanya.


"Ibu. . Ayah. . aku bingung, aku harus bagaimana untuk melanjutkan hidup ini" gumam Aisha seraya menatap foto kedua orang tuanya.


Yang di pikiran Aisha sekarang adalah bagaimana masa depannya dan juga masa depan sang adik satu - satunya, jika ia harus bergantung dengan sang suami maka pasti hidupnya akan tersiksa.


"Ibu. . Ayah. . aku bertekad akan kembali ke kota kelahiran ku, di sana aku ingin mengejar cinta sejati ku, berharap mendapat kebahagiaan sesuai keinginan ku, semoga Ayah dan Ibu memberi restu atas keputusan yang aku ambil". lirih Aisha.


Aisha mencari beberapa berkas penting dan barang berharga yang bisa ia jual dan juga di gunakan untuk menyambung kehidupannya.


Aisha menemukan buku tabungan, beberapa kotak perhiasaan, sertifikat rumah, dan ada beberapa sertifikat tanah.


Dalam map sertifikat tanah Aisha menemukan selembar kertas yang bertuliskan sebuah wasiat jika tanah tersebut adalah milik keluarga dari sang ayah bila mana tanah itu di jual hasilnya harus di bagi rata kepada adik - adik ayahnya.


"Ayah, aku berjanji akan menjaga sertifikat tanah ini dengan baik dan akan menjalankan wasiat ayah dengan baik" gumam Aisha.


"Tapi untuk sertifikat rumah ini, walau aku tau ini sudah milik ayah namun atas pemberian Tuan Rico, aku akan menjual rumah ini, dan hasil penjualannya akan aku gunakan sebagai uang pegangan saat aku pindah dari bali" gumam Aisha lagi.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Seminggu telah berlalu, Namun Aisha dan adiknya masih dalam keadaan berduka, sudah beberapa kali Tuan Rico mengajak Aisha dan adiknya untuk tinggal di rumahnya, namun berkali - kali juga Aisha menolaknya.


"Nanti sore saya ada kerjaan keluar negeri, mungkin aku di sana selama satu minggu, kedua anak buah ku akan ikut, jadi lebih baik kamu pindah ke rumah saya karena di sini kamu tak ada yang jaga". ujar tuan Rico.


"Saya di sini saja, tuan tenang saja saya akan baik - baik saja" ujar Aisha.


"Baiklah, tapi kamu harus berjanji jika nanti saya pulang dari luar negeri kamu harus mau tinggal lagi di rumah saya".


"Oke, nanti saya akan bujuk adik saya agar mau pindah dari rumah ini".

__ADS_1


"Saya pergi dulu karena banyak urusan yang harus di selesaikan" ucap tuan Rico.


Mendengar tuan Rico dan kedua anak buahnya akan keluar negeri, membuat Aisha seakan - akan mendapat angin segar, karena dengan leluasa ia akan menjalankan aksinya.


Secara pelan - pelan Aisha menjelakan kepada Ayla tentang niatnya untuk pergi dari kota Bali, untung saja adiknya paham hingga Ayla menyetujui ide sang kakak tanpa banyak bertanya. diam - diam Aisha juga telah menjual rumah pemberian tuan Rico untuk orang tuanya.


Hingga hari yang di nanti pun telah tiba, jam lima pagi Aisha dan Ayla telah berada di sebuah bandara dan siap terbang menuju kota kelahirannya. dalam hati kecilnya ia sangat was - was takut ketahuan sang suami yang akan berakibat buruk untuk dirinya.


pesawat yang di tumpangi Aisha dan Ayla telah mengudara, rasa lega pun kini di rasakan Aisha, karena mulai detik ini ia akan terbebas dari sang suami, dan tujuannya saat ini mengejar cinta pertamanya kembali.


Di sebuah kota kelahirannya, Aisha memilih untuk mengontrak sebuah rumah kecil di pinggiran kota, ia sengaja melakukan itu agar tuan Rico dan anak buahnya kesulitan dalam mencari keberadaan mereka, bahkan Aisha juga mengubah tampilannya menjadi lebih berani terbuka, hal itu membuat orang akan tidak percaya jika itu Aisha.


"De, untuk sementara kita tinggal di sini ya" ujar Aisha.


"Iya gak apa - apa, asal kita tetap bersama" ujar Aisha seraya memeluk sang kakak.


"Sekarang Ayla tidur yah, istirahat pasti cape" ujar Aisha seraya membelai rambut sang adik.


"Kakak juga istirahat ya" ujar Ayla.


Aisha dan Ayla beranjak menuju kamar mereka masing - masing. kini Aisha merasa lebih tenang, tujuannya sekarang adalah mencari tahu keberadaan cinta pertamanya yang sudah lama ia tinggalkan hanya demi menuruti keinginan sang ayah.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Tuan Rico baru saja mendarat di bandara internasional di Bali, kedua anak buahnya selalu berada di sampingnya. tujuannya sekarang adalah pulang menuju rumahnya dan setelah itu menjemput istri ketiganya.


"Dimana Mika dan Sari ?" tanya tuan Rico saat bi Ijah membukaan pintu untuknya.


"Nyonya sedang pergi tuan" jawab bi Ijah.


Tuan Rico langsung berlalu menuju kamarnya. "Punya dua istri tapi tak ada satupun yang bisa di andalkan, suami pulang kerja bukannya di sambut ini malah pergi entah ke mana" gerutu tuan Rico.


Tak lama kemudian Mika dan Sari datang, mereka baru saja menghadiri sebuah acara arisan yang di gelar oleh salah satu keluarga tuan Rico.


"Nyonya tuan sudah pulang" ujar bi Ijah.


"Dimana dia ?" tanya Mika.


"Tuan tadi pergi ke kamar utama" ujar bi Ijah.


Kamar utama adalah kamar pribadi milik tuan Rico sekaligus ruang kerjanya, ke dua istrinya pun di larang masuk ke kamar tersebut jika tidak ada kepentingan.

__ADS_1


Tok tok tok


Mika mengetuk pintu kamat utama, namun tak ada jawaban dari sang pemilik kamar tersebut.


"Mas apa kamu di dalam ?" tanya Mika. namun tetap tak ada jawaban juga.


"Mungkin mas Rico sedang istirahat" ujar Sari.


Setelah sekian kali mengetuk namun tak ada jawaban juga, akhirnya Mika dan Sari memutuskan untuk pergi ke kamar mereka masing - masing.


Karena lelah setelah menempuh perjalanan jauh, membuat tuan Rico dengan mudahnya tertidur, hingga ketukan pintu dari kedua istrinya pun tak ia dengar.


Setelah acara makan malam, tuan Rico dan kedua anak buahnya langsung bergegas menuju rumah orang tuan Aisha, untuk menjemput Aisha dan juga adiknya.


"Kamu yakin akan membawa Aisha dan adiknya ke sini ?" tanya Mika.


"Mereka akan menjadi sumber uang untuk kita" jawab tuan Rico seraya tersenyum licik.


"Apa kamu gak takut jika Aisha akan melakukan hal yang sudah - sudah, bukannya utung malah buntung".


"Tenang saja sekarang saya sudah punya cara agar dia tidak bisa kabur pagi".


"Ya sudah terserah, aku ikut saja".


๐ŸŒพ


Tuan Rico mengetuk pintu rumah kedua orang tua Aisha, namun yang membuat dirinya terkejut adalah sosok seorang pria muda yang membuka pintu tersebut.


"Maaf bapak cari siapa ya ?" tanya pria muda tersebut.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2