Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 37


__ADS_3

"Aisha kenapa kamu berbicara seperti itu ?!" tuan Rico sangat terkejut dengan aksi Aisha yang tak ingin Bani mencabut laporan tentang kasusnya. "Harusnya kamu berterima kasih karena dia sudah mau mencabut laporannya, kamu bisa bebas Aisha, kamu tak perlu menjalani hukuman ini, kamu tenang saja aku akan membayar berapa pun yang dia minta asal dia mau mencabut laporannya !". sambung tuan Rico, mimik wajah yang sedih kini berubah menjadi emosi.


"Ini urusan ku bukan urusan mu !!" betak Aisha. "Urus saja istri - istri mu itu, dan satu lagi aku ingin mengajukan gugatan perceraian ke pengadilan agama" teriak Aisha.


"Jangan bicara tentang perpisahan, aku yakin kondisi kamu sedang tertekan karena kasus ini" tuan Rico mencoba menenangkan Aisha.


"Hahahaha, anda salah !! saya lebih bahagia berada di sini, Karena di sini saya mendapat perlindungan !" bentak Aisha seraya menunjuk ke arah tuan Rico.


"Aisha kamu harus tenang, ingat ini kantor polisi" Bayu mencoba menenangkan Aisha.Bani dan Tama hanya menjadi penonton perdebatan antara tuan Rico dan Aisha.


Bujuk rayu terus terlontar dari mulut tuan Rico berharap Aisha bener- bener mau kembali dengannya, keputusan Aisha sudah tak bisa di ganggu gugat, ia terus memohon pada Bani agar tak mendengarkan segala ucapan yang di ucapkan oleh tuan Rico.


"Keputusan ada di Aisha, jika Aisha memang mau melanjutkan kasus ini berarti aku tak perlu mencabut laporan tersebut, dan menganggap masalah ini telah selesai" ucap Bani.


"Bani pulanglah, karena aku ingin tetap melanjutkan kasus ini, percayalah aku akan merasa baik - baik saja jika kasus ini tetap berjalan" ucap Aisha.


"Bani, aku akan membayar berapa pun yang kamu minta asal kamu mau mencabut laporan Aisha !" sahut tuan Rico.


"Sesuai kesepakatan pertama, Bani akan mencabut laporannya jika Aisha memang menyetujuinya, namun karena Aisha menolak dan ingin tetap melanjutkan kasus ini maka saya anggap masalah ini telah selesai dengan hasil kasus ini tetap berlanjut, oleh karena itu saya dan Bani izin pamit terlebih dahulu, karena masih banyak kerjaan yang menanti kami" sahut Tama dan segera mengajak Bani untuk keluar dari ruangan tersebut, Tama tak ingin dirinya maupun Bani terlibat lebih dalam lagi dengan masalah Aisha dengan suaminya.


Setelah Tama dan Bani pergi, Tuan Rico menatap tajam pada Aisha, ia bener - bener marah karena Aisha sudah berani menolak permintaannya.


"Kenapa anda masih berada di sini ?! sudah saya bilang jika saya tidak mau ikut dengan anda !!" ucap Aisha dengan sinis. "Dan satu lagi saya akan mengurus perceraian kita. tentang saja aku tidak akan menuntut apa pun dari kamu". sambung Aisha.


"Saya tidak akan menceraikan kamu !!" tegas tuan Rico.


"Terserah anda saja, saya tidak takut dengan anda, saya punya banyak bukti tentang kekejaman anda, jika saya mau, aku bisa melaporkan anda ke pihak yang berwajib !!" tegas Aisha.


"Kamu mengancam saya ?!".

__ADS_1


"Saya tidak mengancam, saya hanya berbicara sesuai fakta yang ada !" ucap Aisha, lalu ia meminta pada polisi yang bertugas untuk membawanya kembali pada sel tahanan.


"Jangan pergi dulu saya belum selesai bicara !" bentak tuan Rico.Aisha tak menggubris ia terus melangkah menuju sel tahanan.


Aisha sudah tak terlihat lagi, Bayu pun langsung bangkit dari tempat duduknya.


"Masalah Ini sudah selesai, saya pamit karena masih banyak urusan yang harus saya selesaikan" ucap Bayu dan berlalu meninggalkan Tuan Rico beserta anak buahnya.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Waktu demi waktu terus berjalan, Aisha menghabiskan waktunya di dalam sel penjara, tak pernah terbayang sebelumnya hidupnya akan berada di posisi sekarang, Aisha adalah seorang gadis yang baik, namun karena obsesinya untuk memiliki cinta pertamanya dan berakhir di dalam sel tahanan. Seluruh napi kini menjadi keluarga bagi Aisha. tak ada keluarga yang datang menjenguknya selain Bayu yang masih setia menemani Aisha. Bayulah yang selalu setia dan selalu hadir di setiap persidangan yang di jalankan Aisha.


Sidang putusan hukuman akan di gelar besok hari, Aisha bener - bener sudah pasrah berapa pun vonis yang di jatuhkan kepadanya. Aisha bener - bener merasa tenang dan Aman berada di dalam sel tahanan.


Sidang vonis hukuman akan segera di mulai, para petugas persidangan telah memasuki ruang sidang, begitu pun dengan Tama, Bani dan juga Asyifa, mereka turut hadir dalam persidangan vonis hukuman untuk Aisha. tak ketinggalan Bayu juga hadir dan memberi semangat untuk Aisha.


"Setelah melakukan berbagai pemeriksaan maka dengan ini kami menjatuhkan vonis hukuman selama tiga bulan kurungan penjara terhadap terdakwa Aiyra Samia Rumaisha" ucap ketua hakim lalu mengetuk palunya sebanyak tiga kali.


Mendengar vonis hukuman yang di dapatkannya lebih ringan dari tuntunan jaksa, Aisha hanya bisa menangis terharu, ia juga melakukan sujud syukurnya.


Sebelum Aisha di bawa kelapas perempuan, Aisha terlebih dahulu menemui Bani dan juga Istrinya.


"Terima kasih, telah memberikan pelajaran berharga untuk saya" ucap Aisha seraya berurai air mata.


Aisha dan Asyifa berpelukan erat, Asyifa juga tak bisa membendung tangis harunya, tak lupa juga mengucapkan maaf atas tidakannya yang melaporkan Aisha pada pihak yang berwajib.


"Ini ada alat sholat dan juga Al-quran untuk kamu nanti di dalam" Asyifa memberikan bawaannya pada Aisha.


"Terima kasih".

__ADS_1


Aisha melambaikan tangan sebagai tanda perpisahannya, Asyifa dan yang lainnya membalas lambaian tangan Aisha dan menyaksikan Aisha di masukkan ke dalam mobil tahanan.


Sementara tuan Rico masih saja berpikir bagaimana caranya agar dirinya dan Aisha tak bercerai.


"Mas kamu kenapa sihh ?" tanya Sari.


"Diam jangan ganggu saya !!" bentak tuan Rico.


"Aku tau kamu sedang memikirkan bagaimana cara membawa Aisha kembali ke sini, tapi ini ada yang lebih penting yang harus kita bicarakan" Tuan Rico tak menggubris pembicaraan Sari hal itu membuat Sari semakin kesal dengan sikap suaminya.


"Mas kamu harus tau sudah satu minggu mbak Mika tak pulang kerumah, bahkan dia juga tidak pernah memberikan kabar tentang keberadaannya" ujar Sari dengan nada yang penuh Emosi.


"Dia sedang berlibur bersama teman - temannya !" jawab tegas tuan Rico. "Seharusnya kamu bisa contoh Mika, dia tidak pernah ikut campur urusan ku, dia selalu mendukung apa yang di lakukan suaminya, bukan seperti kamu yang dikit - dikit protes, dikit - dikit nuntut inilah itulah" sambung tuan Rico.


"Kamu salah Mas tapi aku pernah liat mbak Mika sedang berjalan bersama pria lain di pusat perbelanjaan" jelas Sari.


"Aku tau bagaimana istri ku, jika kamu tak bisa seperti dirinya maka jangan kamu buat cerita seakan - akan lebih buruk dari kamu !" tegas tuan Rico dan berlalu meninggalkan Sari di ruang keluarga.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar

__ADS_1


__ADS_2