Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 30


__ADS_3

Kabar kematian Ayla sudah sampai di telinga pihak kepolisan, petugas pun berusaha untuk memberi tahu Aisha dan mengizinkan Aisha untuk mengikuti proses pemakamannya.


"Mau di bawa ke mana saya ?" tanya Aisha kebingungan saat Aisha di bawa ke mobil polisi.


"Ikut saja, nanti juga tahu" ucap polisi wanita yang mendampingi Aisha. mereka sengaja tidak memberi tahu terlebih dahulu, biar Aisha tahu sendiri saat nanti di pemakaman.


"Waktu sidang masih beberapa hari lagi, tapi mereka mau bawa aku ke mana ?" Batin Aisha bertanya - tanya.


Sementara di kediaman Bayu para tetangga mulai berdatangan silih berganti untuk menyampaikan bela sungkawa terhadap keluarga Bayu. hingga Akhirnya iring - iringan mobil Ambulance yang membawa jenazah Ayla meluncur menuju pemakaman.


"Bayu apa Aisha sudah di beri tahu ?" tanya Papanya Bayu.


"Sudah pa, tadi pihak kepolisan telah menginformasikan bahwa mereka sedang dalam perjalanan menuju pemakaman.


Aisha merasa heran, kenapa mobil yang di tumpanginya berhenti di sebuah pemakaman.


"Ayo turun" titah seorang polisi wanita.


"Sebentar, tapi untuk apa kita datang ke sini, siapa yang meninggal ?" tanya Aisha dengan raut wajah kebingungan.


"Ayo turun, ikut saja, nanti juga tahu".


Akhirnya Aisha turun dan berjalan secara beriringan bersama pihak kepolisan.


"Itu seperti Bayu, kenapa dia ada di sini ?" batin Aisha terus tertanya - tanya.


Setelah melihat keranda di samping liang lahat, Aisha teringat tentang sang adik yang sedang terbaring di rumah sakit. "Gak mungkin itu Ayla" Aisha berusaha menepis semua kecurigaannya.


"Bayu kenapa kamu di sini, lalu ini jenazah siapa ?" tanya Aisha.


"Ini jenazahnya Ayla" ucap Bayu lirih.

__ADS_1


"Kamu jangan becanda Bayu !!" bentak Aisha.


Lalu Bayu menunjukan sebuah papan Nisan yang bertulisakan nama Ayla, dan seketika Aisha bersimpuh di hadapan keranda, menangis histeris seraya memeluk keranda tersebut.


"De, kenapa kamu tinggalin kakak, De maafin kakak." ucap Aisha lirih di sela isak tangisnya. "Kakak janji, Kakak akan menuruti semua ke mauan kamu, asal sekarang kamu bangun" sambung Aisha.


Bayu mencoba menenangkan Aisha, supaya jenazah Ayla cepat di makamkan.


"Kamu harus ikhlas, Ayla sudah tenang di sana, ia sudah tak merasakan sakit lagi". ucap Bayu.


"Aku tidak bisa ikhlas, Ayla satu - satunya keluarga yang aku miliki saat ini, tapi kenapa dia malah ikut menyusul Ayah dan Ibu. kalau begini cara aku juga ingin ikut mereka" ucap Aisha histeris.


"Istighfar Aisha, kamu gak boleh bicara seperti itu".


"Untuk apa kamu hidup, tak ada yang peduli dengan ku ini, lebih baik aku menyusul mereka".


Bayu terus mencoba menenangkan Aisha di bantu oleh pihak kepolisan, saat jenazah Aisha di turunkan keliang lahat tangis Aisha kembali pecah, para pengiring jenazah pun ikut larut dalam kesedihan, mereka merasa iba melihat kondisi Aisha.


"Bayu, aku sudah tugaskan kamu untuk menjaga adik ku, tapi kenapa ini semua bisa terjadi atau jangan - jangan kamu yang sengaja membuat Adik aku meninggal" tuduh Aisha.


"Jaga bicara kamu Aisha !!" bentak tante Reni.


"Aku akan mencari bukti jika memang kamu penyebab adik ku meninggal !!" seru Aisha.


"Silahkan saja jika aku bersalah aku siap di hukum, tapi kamu harus ingat kamu adalah penyebab adik kamu mengalami kecelakaan, andai kamu bisa lebih sabar dan andai kamu mau mendengarkan Ayla mungkin kamu tak akan kehilangan Ayla untuk selamanya".


perdebatan pun terjadi hingga merembet ke masalah orang tua mereka dulu, hingga akhirnya waktu Aisha untuk keluar dari tahanan pun telah berakhir, Polisi wanita segera membawa Aisha kembali ke dalam mobil polisi.


Aisha meronta tak ingin pergi dari makam sang adik, namun dengan sangat terpaksa polisi harus memaksa Aisha.


Kepergian Ayla membuat Aisha semakin terpuruk, tak ada lagi yang harus ia perjuangkan. orang tuanya telah pergi atas masalahnya, sekarang dirinya mendekam di penjara atas kebodohannya dalam mencintai seseorang, dan kini sang adik ikut pergi meninggalnya untuk selama - lamanya.

__ADS_1


Hari - hari Aisha di lewati dengan tangis penyesalannya, ia berharap agar bisa cepat bisa menyusul sang adik dan ke dua orang tuanya.


Sidang kasusnya akan di gelar, Aisha di bawa pihak kepolisian ke dalam ruangan sidang, Aisha bener - bener sudah pasrah dengan hukuman yang akan di dapatnya.


Dengan tatapan kosong Aisha memasuki ruangan sidang, Aisha di kawal oleh pihak ke polisian. sidang berjalan dengan lancar, namun tiba - tiba Aisha tak dapat mengontrol kondisinya, Aisha kadang tertawa dan menangis secara bersamaan, tatapannya pun kosong. hingga ketua hakim memutuskan menunda persidangan hingga satu jam ke depan.


Aisha tiba - tiba histeris dan dokter pun melakukan sebuah tindakan untuk mengendalikan kondisi Aisha. Tim dokter terus berusaha mengecek kondisi Aisha.


Satu jam berlalu namun Aisha masih dalam kondisi di bius, dokter pun telah melakukan beberapa tindakan dan memutuskan jika kondisi Aisha tidak sedang baik - baik saja.


Dokter langsung mendatangi ketua hakim untuk memberi tahu Kondisi hakim. dan akhirnya pihak ketua hakim pun memutuskan untuk menunda sidang hingga kondisi Aisha bener - bener baik.


Bayu yang merupakan sepupunya Aisha akhirnya melihat kondisi Aisha yang masih dalam pengaruh obat bius, Bayu pun menyetujui saran dokter agar Aisha di masukan ke rumah sakit jiwa.


"Bagaimana kondisi Aisah ??" tanya Syifa pada Bayu.


"Aisha mengalami depresi ringan" jawab Bayu singkat.


"Astagfirullah" ucap Bani dan Syifa secara bersamaaan.


"Maaf kami tidak bermaksud membuat Aisha seperti ini" Syifa menjadi tak enak hati dengan kondisi Aisha yang sekarang.


"Ini semua sudah menjadi takdirnya. Insya allah Aisha akan kembali sembuh. Atas nama Aisha aku minta maaf atas perlakuan Aisha selama ini" ucap Bayu.


Bayu pamit pada Bani dan Syifa, Bayu akan ikut mengantar Aisha ke rumah sakit jiwa walaupun Bayu menggunakan mobil pribadinya sedangkan Aisha menggunakan ambulance dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisan.


Sampai di rumah sakit, Bayu langsung menemui dokter yang akan menangani Aisha.


"Apa Aisha bisa sembuh seperti sedia kala ?" tanya Bayu.


"Depresi yang di alami oleh Aisha merupakan depresi ringan, dengan pengobatan yang baik serta dukungan keluarga insya allah Aisha akan sembuh" jelas dokter.

__ADS_1


Bayu Merasa sedikit lega, Karena Ia punya harapan jika Aisha akan kembali sembuh. setelah beres mengurus keperluan selama di rumah sakit, Bayu segera pulang kerumah untuk memberi tahu kabar tentang keadaan Aisha. Sebelum menuju rumah sakit Jiwa Bayu telah memberi tahu kondisi Aisha pada ke dua orang tuanya.


__ADS_2