Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 81


__ADS_3

"Umi kok lama, apa Umi tadi ke sasar ?" tanya Aisha saat Umi Fatimah telah kembali dari toilet.


"Tadi Umi tak sengaja nambrak orang jadi tadi Umi Minta maaf dulu" jawab Umi Fatimah jujur.


"Tapi Umi enggak apa - apa kan, ada yang sakit atau luka ?" Aisha begitu mengkhawatirkan kondisi perempuan paruh baya yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.


"Umi baik - baik saja" jawab Umi Fatimah seraya tersenyum.


"Alhamdulilah" jawan ketiganya dengan kompak.


Mereka berempat kembali menikmati makanan mereka masing - masing, tak ada obrolan apa pun, hanya terdengar suara sendok, garpuh dan piring saling beradu.


"Ini dia sayang perempuan yang telah menabrak tadi aku !" seru seorang perempuan seraya menunjuk ke arah Umi Fatimah.


Sementara Aisha dan yang lainnya tersentak dengan kedatangan seseorang tersebut dengan menuding Umi Fatimah telah menabraknya.


"Sayang bilang sama dia suruh ganti rugi dengan ponsel ku yang pecah ini !" Seru perempuan itu.


Perempuan itu datang dengan seorang lelaki yang sudah si pastikan jika lelaki itu adalah pasangan perempuan tersebut bisa di dengar dari cara perempuan tersebut memanggil sayang pada lelaki yang ada di sampingnya.


"Harusnya ibu - ibu macam kamu itu cocoknya di rumah sudah bau tanah juga, bukan keliaran seperti itu ujung - ujungnya bikin orang lain rugikan" umpat ? perempuan tersebut.


"Jaga bicara mu, ia Umi ku tak sepantasnya kamu bicara seperti itu apa orang yang lebih tua !" Seru Aisha ia tak terima Uminya di perlakukan seperti itu.


'Kok Aku lihat perempuan ini gak asing banget, apalagi dari sorot matanya' batin Aisha.


"Kamu Rizal kan ?" tanya Umi Fatimah pada laki - laki yang berada di samping tersebut.


"Mbak Imah kan ?" tanya lelaki itu balik "Sedang apa Mbak di Bali dan siapa mereka ?".


"Sayang kamu kenal perempuan itu ini ?" tanya perempuan itu.


"Iya dia kakak ipar ku" jawab Rizal.


"Sayang walaupun dia kakak ipar mu, aku gak mau tahu dia harus tetap ganti rugi ponsel ku yang rusak".

__ADS_1


"Berapa memang harga ponsel mu biar saya yang ganti ?".


"Tiga puluh juta"


"Apa ?!" pekik Aisha terkejut.


"Kenapa kamu gak punya uang sebanyak itu, makanya kalau gak punya uang jangan bawa perempuan bau tanah ke tempat ramai" ketus perempuan itu.


Aisha bangkit dari tempat duduknya tangannya begitu sangat gatal ingin menampar perempuan yang tak punya sopan santun tersebut.


"Kamu duduk saja, biar Umi bayar ganti ruginya" Umi Fatimah menahan tangan Aisha agar tak melakukan kekerasan yang akan membuat nama Aisha semakin jelek.


"Mbak siapa perempuan itu ?" tanya Rizal.


"Dia adalah anak angkat ku, mereka semua adalah keluarga baru ku" jawab Umi Fatimah dengan penuh penekanan.


"Bagus kalau sudah punya keluarga baru, itu artinya mbak tidak akan mengusik keluarga Almarhum suami mbak termasuk harta yang di tinggalkannya". ujar Rizal dengan raut wajah yang sinis.


"Alhamdulilah aku masih bisa hidup tanpa harta dari almarhum suami ku".


"Itu rumah ku, bukan rumah mu !!".


"Setelah urusan semua di sini sudah selesai aku akan kembali dan akan meminta hak ku yang telah mbak Imah rampas !" ancam Rizal kemudian menarik tangan perempuannya untuk meninggalkan tempat tersebut.


Umi Fatimah menghela nafasnya panjang setelah Rizal dan kekasihnya pergi, ia tak menyangka jika kepergiannya ke Bali membuat dirinya harus bertemu adik iparnya yang serakah.


"Lelaki tadi adalah adik dari almarhum suami ku" jelas Umi Fatimah.


"Umi gak apa - apa kan ?" tanya Aisha penuh dengan kekhawatiran.


Setelah selsai makan, akhirnya mereka semua menuju tempat pemakaman kedua orang tua Aisha, tak butuh waktu lama Lima belas menit perjalanan akhirnya mereka tiba di tempat pemakaman.


pemakaman tersebut tak begitu menunjukan banyak perubahan, Aisha mengingat - ngingat di mana letak makam kedua orang tuanya, setelah berputar - putar sekitar sepuluh menit akhirnya mereka menemukan makam kedua orang tua Aisha.


Makamnya tak terawat rumput nya sudah hampir sedengkul orang dewasa, Akhirnya Bayu berinisiatif memanggil penjaga makam untuk meminta membersihkan makam kedua orang tua Aisha.

__ADS_1


Setelah di bersihkan mereka berempat mengelilingi makam kedua orang tau Aisha, di pandu oleh Bayu mereka pun membacakan doa ziarah kubur.


Tante Rena terlihat berkaca - kaca saat mengusap nisan sang kakak, semua bayangan tentang kebersamaannya menari di pikiran tante Rena, sementara Aisha ia terisak ketika memeluk dan mencium nisan kedua orang tuanya secara bergantian.


"Ayah, ibu aku datang, maafkan Aisha yang tak bisa menjaga Ayla. Aisha yakin pasti kalian bertiga sudah berkumpulkan ?" lirih Aisha.


"Ayah, Ibu, kalian tak perlu khawatir tentang Aisha, karena di sini Aisha baik - baik saja, Aisha di kelilingi oleh orang - orang baik. Ini adalah Umi Fatimah beliau mengangkat Aisha jadi anaknya. kalian tak cemburu karena kalian tetaplah orang tua ku" ujar Aisha seraya tersenyum getir.


Sekelebat bayangan dimana kedua orang tuanya meminta dirinya agar bersedia menjadi istri tuan Rico menari di pikiran Aisha. Andai jika mereka ta meminta Aisha untuk menikah dengan Tuan Rico mungkin kedua orang tua serta adiknya masih ada dan dirinya bisa berbahagia dengan cinta pertamanya.


Tak terasa sudah satu jam mereka berada di pemakaman, Akhirnya Bayu mengajak mereka pulang hari juga sudah mulai sore. Tiba di kamar Hotel Aisha langsung membersihkan tubuhnya yang sudah bercucuran keringat, setelah Aisha selesai baru Umi yang membersihkan badannya.


"Umi baik - baik saja kan ?" tanya Aisha.


Aisha melihat Umi Fatimah terlihat murung setelah kejadian tadi siang, Umi Fatimah seperti hilang semangat setelah bertemu adik iparnya.


"Umi baik - baik saja kok" ujar Umi seraya duduk di samping Aisha.


"Umi jangan bohong".


"Umi hanya takut Rizal akan mengganggu kehidupan Umi dan kamu, dia sangat haus akan harta, Umi denger perusahaan milik almarhum suami Umi mengalami gulung tikar karena Rizal tidak bisa mengelolanya dengan baik".


"Maafkan Aisha, gara - gara Aisha ngajak Umi ke Bali membuat Umi harus bertemu dengan mereka".


"Ini bukan salah kamu, walaupun Umi gak bertemu Rizal di sini, Umi yakin suatu saat nanti dia akan datang dan meminta jatahnya" lirih Umi.


"Kita akan hadapi sama - sama, Umi gak sendiri" ujar Aisha keduanya saling berpelukan.


****


"Sayang kenapa kamu gak minta ganti rugi buat ponsel ku yang rusak, malah main pergi saja" gerutu Lala kekasih Rizal.


"Bisa diam tidak diam, ponsel kamu hanya retak sedikit saja !!".


"Jangan mentang - mentang dia kakak ipar mu ya !!".

__ADS_1


"Diam gak, nanti setelah uang ku cair akan ku belikan keluaran terbaru yang pasti akan lebih bagus dari yang sekarang" Rizal benar - benar kesal dengan tingkah sang kekasih, kalau kekasihnya bukan orang kaya sudah Rizal tinggalkan apa lagi sekarang dirinya lagi terlilit hutang di mana - mana.


__ADS_2