
Aisha membenarkan posisi kerudungnya sebelum akhirnya Ia menemui tamu yang di maksud bi Mimin. Hatinya berdebar tak karuan, jika itu benar yang datang adalah adik Ipar Umi Fatimah sungguh ini hal yang tak baik, apalagi dia datang di saat kondisi Umi sedang tidak sehat.
Aisha telah mendengar sedikit banyaknya tentang keserakahan Rizal dari mulut Umi Fatimah, Umi juga telah mewanti - wanti Aisha agar berhati - hati saat bertemu dengan Rizal.
"Tantee Ais. . " teriak seorang anak kecil membuat Aisha mengedarkan panjangan ke arah sumber suara tersebut.
"Pak Fatur, sedang apa di sini ?" tanya Aisha bingung. Aisha mengedarkan pandangan keseluruh penjuru mencari keberadaan tamu yang di katakan oleh bi Mimin.
"Saya ingin menjenguk Umi, mendengar Umi sakit aku kepikiran terus sebelum melihat langsung keadaannya, saat saya mau berangkat Naya merengek minta ikut" jelas Fatur.
"Silahkan di minum minumannya" ujar Bi Mimin.
"Terima kasih".
"Bi, yang di maksud tamu kata bibi tadi pak Fatur ?" bisik Aisha dan Bi Mimin pun menganggukan kepalanya pelan.
Aisha bernafas lega ternyata bukan Adik ipar Umi yang datang, entah apa yang terjadi jika Rizal datang sekarang.
'Kenapa tadi bi Mimin tak bilang datang dengan anak kecil, jadi aku gak jantungan juga' batin Aisha.
"Aku beri tahu Umi dulu ya" ujar Aisha setelah itu berlalu menuju kamar sang Umi.
****
"Siapa yang datang nak, Umi denger sepertinya ada tamu ?" tanya Umi Fatimah saat Aisha masuk.
"Iya Umi di luar ada pak Fatur dan Naya anaknya, mereka ingin menjenguk Umi".
"Kok mereka tahu jika Umi sakit".
"Maaf Umi tadi pagi, pak Fatur mampir ke toko terus nanyain Umi ya sudah Aisha bilang jika Umi tidak ke toko karena Umi sedang tidak enak badan".
"Oh seperti itu, Ayo bantu Umi bangun" pinta Umi Fatimah.
Melihat Kondisi Umi yang masih lemah, Aisha mengurungkan niatnya untuk menceritakan tentang keadaan Umi Lilah yang kini sedang di rawat di rumah sakit, Aisha berharap besok keadaan Umi Fatimah sudah membaik sehingga mereka berdua bisa menjenguk Umi Lilah.
__ADS_1
"Umi bagaimana kabarnya ?" tanya pak Fatur saat Umi dan Aisha sudah duduk di ruang tamu.
"Umi baik - baik saja kok nak Fatur" lirih Umi Fatimah seraya tersenyum.
Pak Fatur adalah seorang pemilik rumah makan, ia berlangganan membeli beras di Toko Umi Fatimah, kerja sama ini sudah berjalan sejak lama dari pertama Umi Fatimah membuka usahanya, jadi mereka sudah sangat dekat.
"Mendengar kabar Umi yang kurang sehat, perasaan saya jadi tidak tenang sebelum melihat kondisi Umi secara langsung, maaf juga jika kedatangan Fatur mengganggu waktu istirahat Umi".
"Terima kasih nak sudah mau datang ke menjenguk Umi" ujar Umi Fatimah.
Umi Fatimah dan pak Fatur tengah asik berbincang - bincang, sementara Aisha lebih memilih bermain dengan Naya anak dari pak Fatur.
Sudah satu jam, Umi masih asik berbincang - bincang dengan pak Fatur mulai dari membicarakan masalah kerja sama mereka hingga masalah kehidupan mereka pun tak luput dari pembicaraan. Naya yang mulai merasa bosan terus merengek mengajak sang Ayah untuk segera pulang.
"Umi, Aisha, saya pamit dulu" ujar Fatur saat Naya sudah tak bisa di bujuk lagi.
"Iya nak, terima kasih sudah datang".
Aisha mengantar pak Fatur hingga teras depan sementara Umi Fatimah masih di ruang tamu.Aisha melambaikan tangan ketika mobil yang di kendarai oleh pak Fatur mulai meninggalkan pekarangan Umi Fatimah.
"Bukan, itu teman Umi, beliau habis menjenguk Umi yang sedang kurang enak badan". jelas Aisha.
"Bener juga gak apa - apa mbak Aisha, biar Umi Fatimah segera ngadain pesta".
"Ibu ini bisa saja, saya masuk dulu ya" Aisha lebih memilih untuk kembali masuk ke dalam rumah dari pada harus terus meladeni mulut tetangga.
Aisha masuk, melihat sang Umi yang masih duduk di ruang tamu, Aisha pun segera menghampiri dan duduk di samping Umi.
"Aisha bantu ke kamar lagi ya, Umi harus istirahat biar cepat sembuh".
"Umi bosan di kamar terus, yang ada hanya bikin stres saja".
"Ya sudah kita duduk santai di ruang televisi nanti Aisha minta bi Mimin buatkan teh hangat untuk menemani kita".
"Ide yang bagus".
__ADS_1
Akhirnya mereka duduk di ruang televisi tak lupa Aisha meminta bi Mimin untuk membuatkan minuman untuk mereka, Aisha juga menyalakan televisinya dan mencari gelombang yang sedang menyiarkan sinetron keluarga favoritnya.
"Nak menurut mu nak Fatur bagaimana ?" tanya Umi Fatimah pada Aisha, kondisi Umi terlihat lebih membaik setelah bertemu dengan pak Fatur, Aisha juga melihat tadi Umi Fatimah sesekali mengulum senyum saat berbincang - bincang dengan pak Fatur.
"Bagaimana apanya Umi ?" Aisha bertanya balik, Aisha merasa sangat aneh dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Umi Fatimah.
"Ya menurut kamu sebagai perempuan".
"Ya menurut Aisha pak Fatur orangnya baik, Aisha lihat ia sosok Ayah yang baik untuk anaknya" Aisha bingung harus menjelaskan bagaimana. yang Aisha tahu pak Fatur adalah seorang duda, istrinya meninggal dunia kalah melahirkan Naya dan sampai sekarang pak Fatur belum menikah kembali.
"Umi, Aisha punya kabar untuk Umi" Aisha merasa tak nyaman jika harus membicarakan pak Fatur, sehingga Aisha mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Kabar apa nak ?" tanya Umi Fatimah dengan rasa penuh penasaran.
"Mungkin mulai besok, Aisha mau persiapan buat buka toko, namun Aisha tak akan langsung membuka sesuai yang pernah kita bicarakan".
"Umi ikut saja terserah kamu nak" ujar Umi Fatimah.
'Ngomong sekarang apa jangan yah, kalau gak ngomong sekarang takut Umi tahu dari yang lain bisa bikin salah paham nantinya' batin Aisha.
"Umi. . " lirih Aisha.
"Kenapa nak, ada masalah, cerita sama Umi, gak usah ragu - ragu begitu".
"Tadi Aisha dapat kabar dari Yayasan katanya Umi Lilah lagi di rawat di rumah sakit" Aisha terlihat sangat hati - hati saat mengatakan hal tersebut.
"Innalillahi. . , Sakit apa nak ?".
"Aisha belum tahu, soalnya tadi Yuni buru - buru menutup teleponnya karena dia ada yang manggil".
"Kita harus menjenguknya !" Seru Umi Fatimah.
"Tapi Umi masih sakit".
"Umi sudah baik - baik" terlihat gurat - gurat kekhawatiran di wajah Umi Fatimah.
__ADS_1
"Tapi enggak sekarang yah, bagaimana kalau besok saja kita perginya, lagian kalau sekarang kan gak tahu Umi Lilah di rawat di rumah sakit mana, nanti Aisha coba hubungi Yuni untuk menanyakan hal itu" sejujurnya Aisha juga mengkhawatirkan kondisi Umi Lilah namun ia juga harus memperhatikan kondisi Umi Fatimah agar tak kembali drop.