Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 74


__ADS_3

Aisha baru tiba di rumah Bayu, setelah di rawat beberapa hari di rumah sakit, akhirnya tante Rena di perbolehkan pulang dan kondisinya dinyatakan telah membaik.


"Bayu sepertinya aku harus kembali ke yayasan, tak enak aku meninggalkan tugas ku lama - lama".


"Nak kenapa kamu gak tinggal di sini saja, tante akan merasa senang karena ada yang menemani tante".


"Maaf tante Aisha gak bisa" tolak Aisha.


"Kenapa ?".


"Aisha sekarang kerja di Yayasan, di sana Aisha mengajar anak - anak yatim piatu". jelasnya.


"Ya sudah tante gak mau maksa kamu, tapi sekarang kamu pulang di anterin sama Bayu yah, tante gak tenang kalau kamu pulang sendirian apa lagi jaraknya cukup lumayan".


"Aisha bisa pulang sendiri, biar Bayu nemenin tante saya".


"Tante ada Bibi yang nanti nemenin, tante mohon jangan tolak yah".


"Baiklah tante, Aisha pamit yah".


Bayu duduk di balik kemudi mulai melajukan mobilnya, sementara Aisha duduk di samping Bayu, terlihat gurat - gurat kelelahan yang Aisha rasakan, belum nanti datang ke yayasan akan banyak permasalahan lainnya.


"Sepertinya kamu banyak pikiran ?".


"Bay, Aku mau cerita sesuatu".


"Bicaralah".


Aisha mulai menceritakan pertemuannya kemaren bersama Sari dan juga Tuan Rico di rumah sakit, Bayu terkejut dengan cerita Aisha.


"Jadi sekarang tuan Rico sudah jatuh miskin ?" tanya Bayu seakan tidak percaya dengan cerita Aisha.


"Ya begitulah, Mbak Mika yang mengambil semuanya. dulu aku sempat curiga kalau mbak Mika punya simpanan karena aku pernah melihat dia lagi jalan dengan seorang pria, namun waktu itu aku berpikir mungkin hanya mirip saja. Mbak Mika juga sering pulang malam bahkan tidak pulang, ternyata kecurigaan ku benar" jelas Aisha seraya menghela nafas.

__ADS_1


"Aku merasa prihatin dengan kehidupan Tuan Rico dan mbak Sari sekarang. tubuh tuan Rico sangatlah kurus. penampilan mbak Sari juga berbading terbalik dengan dulu sekarang mereka sudah memiliki seorang anak" lanjut Aisha.


"Semoga dengan kejadian ini mampu membuat mereka sadar, dan setelah keluar nanti dari penjara tuan Rico bisa berubah jadi lebih baik lagi".


"Amin. Bay aku punya rencana ingin ke bali menengok makam Ayah dan ibu di sana, menurut mu bagaimana ?".


"Ide bagus, aku yakin Mama pasti senang sekalian kita liburan,mau kapan ?".


"Hmm nanti lihat kondisi dan situasinya dulu, Mama kamu juga belum boleh berpergian jauh sebelum empat puluh harian papa kamu" jelas Aisha.


Rasa keinginan untuk datang ke pemakaman kedua orang tua pun semakin menggebu - gebu, apa lagi melihat kondisi tuan Rico yang seperti sekarang tak ada yang perlu Aisha takutkan lagi saat berkunjung di sana.


"Bay ada satu lagi permasalahan yang ingin aku ceritakan pada mu, ini soal Umi Fatimah".


"Apa Umi Fatimah bersikukuh agar kamu menerima uang tersebut atau mereka menarik lagi uangnya ?".


"Ini bukan masalah uangnya, tapi kini Umi Fatimah berniat mengangkat aku sebagai anaknya".


Bayu memang benar - benar menjaga Aisah dengan baik, di rela membantu apa pun walaupun dulu kedua orang tuanya menentang kedekatan Bayu. namun Bayu tak tega melihat kodisi Aisha yang hidup sendiri dalam kerapuhan, sehingga Bayu membawa Aisha ke yayasan yang di rekomendasikan oleh temannya.


Yayasan yang jauh dari kota tempat tinggalnya, membuat Bayu yakin jika Aisha akan aman di sana apalagi waktu itu anak buah tuan Rico terus mencari keberadaan Aisha.


Selain untuk menenangkan diri di yayasan tersebut Aisha di bekali ilmu - ilmu kehidupan untuk mengembalikan kepercayaan dirinya setelah berbagai ujian kehiduapan menimpanya.


"Umi Fatimah sudah sedikit tahu tentang masa lalu ku, bahkan aku sudah bilang jika aku ini seorang janda dan juga seorang mantan narapidana, namun hal itu tak masalah bagi Umi Fatimah karena ia membutuhkan sosok untuk mendampingi dirinya di masa tua. Umi Fatimah hidup seorang diri, suami dan anaknya telah pergi menghadap sang pencipta, keluarganya tak ada satu pun yang peduli dengannya". jelas Aisha.


"Aku terserah kamu, apa pun keputusan mu aku akan selalu mendukung mu. lalu tanggapan Abah dan Umi bagaimana ?".


"Umi menyerahkan semua keputusan pada ku, mereka berharap aku bisa menerima permintaan Umi Fatimah. tapi bagaimana dengan yayasan jika aku pergi, Umi pernah bilang jika aku pergi aku masih bisa mengajar anak - anak dengan datang seminggu dua atau tinga kali".


"Sebenarnya yang membuat kamu berat meninggalkan yayasan bukanlah tugas mu tapi Dokter Martin" ujar Bayu seraya melirik ke arah Aisha. "Kita sudah kenal sedari kecil, aku tahu jika kamu mencintainya kan ?".


Aisha menunduk, ya di katakan Bayu tak semuanya benar. Aisha berat meninggalkan Yayasan karena sudah merasa nyaman tinggal di sana, soal perasaannya terhadap dokter Martin memang tak bisa di pungkiri jika Ia mempunyai perasaan terhadap anak pemilik yayasan tersebut, namun apalah daya Aisha karena kini pada kenyataannya Dokter Martin sudah memiliki calon hal ini membuat Aisha ingin pergi dari Yayasan.

__ADS_1


"Dokter Martin sudah punya calon" lirih Aisha.


"Kamu menyerah sebelum berperang Aisha ?".


"Aku bukan menyerah, aku tak ingin berharap lebih jauh lagi cukup aku dasar diri siapa dia, aku tak ingin terjebak dalam perasaan ku seperti dulu yang selalu mengikuti keinginan".


Aisha berkaca pada percintaannya dengan Bani, yang berujung dirinya harus di penjara, Aisha harus mampu mengendalikan perasaannya agar kejadian itu tak pernah terulang kembali.


"Jadi kamu mau menerima permintaan Umi Fatimah karena Dokter Martin telah mempunyai calon ?" Aisha menganggukan kepalanya.


"Apa kamu sudah tahu perasaan dokter Martin ?".


"Aku tak perlu tahu perasaan dia seperti apa, setelah dia membawa calonnya ke yayasan sudah cukup membuat aku sadar diri".


"Semua kembali pada mu karena bagaimana pun kamu yang menjalankan".


"Terima kasih".


Setelah tiga jam perjalanan akhirnya mobil yang di kemudikan Bayu memasuki halaman yayasan dan di parkir tepat di depan rumah Abah Anom.


Kedatangan mereka langsung di sambut Umi Lilah yang kebetulan sedang duduk santai di teras depan rumahnya seraya memperhatikan anak - anak yang sedang bermain.


"Nak Bayu, Umi Turut berduka Cinta atas meninggalkan Papa nak Bayu, maaf kami gak bisa datang ke sana".


"Iya Umi terima kasih".


"Ayo masuk, pasti kalian sangat lelah setelah perjalanan jauh".


"Maaf Umi sepertinya Bayu harus segera kembali karena Mama di rumah hanya berdua dengan Asisten rumah tangga" tolak Bayu.


"Apa kamu tak terlalu cape jika harus berangkat sekarang ?" tanya Aisha yang mengkhawatirkan kondisi Bayu.


"Aku baik - baik saja, mengemudi dengan jarak jauh itu sudah hal biasa bagi ku" ujar Bayu meyakinkan Aisha.

__ADS_1


__ADS_2