Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 20


__ADS_3

Waktu terus berjalan, sejak kejadian tersebut Aisha tak pernah lagi menghubungi Bani, Kini Aisha di sibukan oleh pekerjaannya, sehingga ia melupakan hari pernikahannya Bani dengan wanita lain.


"Besok aku libur, besok aku harus menemui orang tua Bani, semoga saja rencana ku berhasil". gumam Aisha seraya menyungingkan senyumannya.


Aisha mulai mencari tahu tentang alamat rumah Bani, hingga akhirnya ia bisa menemukan alamat pesantren milik orang tua Bani.


Sesuai rencana, keesokan harinya Aisha pergi ke alamat tersebut dengan menggunakan Ojek online. tak butuh waktu lama akhirnya motor yang Aisha tumpangi berhenti di depan sebuah gerbang yang menjulang tinggi.


"Mbak kita sudah sampai" ucap pengemudi ojek online.


"Ini bener tempatnya pak ?" tanya Aisha.


"Bener Mbak, lihat di sana ada tulisan pesantren al- Barokah" ucap mengemudi ojek online. Aisha pun membayar ongkos.


Dengan perasaan dag dig dug, Aisha melangkah mendekati ke gerbang tersebut.


"Maaf ada yang bisa di bantu" tegur seorang satpam yang bertugas menjaga pintu gerbang.


"Apa bener Bani tinggal di sini ?" tanya Aisha.


"Maksud mbak ustaz Bani ?" dan Aisha pun menganggukan kepalanya. "Ia benar Ustaz Bani dan keluarganya tinggal di sini" ucap satpam tersebut ramah.


"Alhamdulilah ternyata benar mereka tinggal di sini". gumam Aisha.


"Saya mau bertemu dengan Bani dan keluarganya".


"Mbak siapa ya ?".


"Saya teman lamanya Bani".


"Mbak yakin temen lamanya ustaz Bani ?" tanya satpam seperti orang keheranan.


"Iya memang saya temennya Bani" ucap Aisha.


"Apa mbak tidak mengetahui ini hari apa ?".


"Ini hari jumatkan ?!".


"Iya ini hari jumat, tapi hari ini juga hari pernikahan ustaz Bani" jelas satpam tersebut.


Deg seketika Aisha terkejut, ia memang melupakan hari pernikahan Bani, bahkan ia tak mengetahui kapan tanggal dan tempat Bani menikah, karena surat undangan yang di berikan Bani telah di sobeknya sebelum Aisha membaca semuanya.


"Di mana tempat Bani melangsungkan pernikahannya ?" tanya Aisha berharap jika satpam tersebut memberitahu tempat di mana Bani melangsungkan pernikahannya.

__ADS_1


"Katanya teman, tapi masa tidak mengetahui tempat ustaz Bani menikah" gerutu satpam pelan, bahkan ia curiga jika wanita yang ada di hadapannya bukanlah teman ustaz Bani.


"Dimana tempatnya ?" tanya Aisha lagi.


"Kalau mbak memang temennya ustaz Bani harusnya tau dong di mana tempat pernikahan ustaz Bani" ucap satpam tersebut. "Jangan - jangan mbak mau berniat jahat yah" tuduh satpam tersebut.


Karena tak ingin membuang waktu, Aisha langsung berlalu meninggalkan satpam tersebut. menanggapi omongan satpam hanya akan mengulur waktunya untuk menggagalkan pernikahan Bani dan calon istrinya.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Tuan Rico semakin kesal, entah kenapa sulit sekali mencari keberadaan istri ketiganya itu, padahal teman - temannya sudah banyak yang ingin menyewanya dengan harga yang fantastik apalagi setelah mengetahui jika Aisha masih perawan.


"Kenapa muka kamu di tekuk ?" tegur Sari pada suaminya.


"Aku heran kenapa sampai sekarang Aisha belum juga di ketahui keberadaannya" sahut tuan Rico.


"Sudahlah sayang, apa kamu tidak puas dengan layanan kedua istri mu ini, bahkan aku tau jika kamu sering keluar masuk club bersama wanita - wanita jalang".


"Dia itu bisa jadi sumber penghasil pundi - pundi keuangan kita" ucap Tuan Rico. "Itu urusan ku bukan urusan mu !" ucap tuan Rico saat di singgung masalah club dan wanita jalang. "Kamu sering membuntuti ku" tuduh tuan Rico.


"Aku tidak membuntuti mu, semua orang juga tau kalau kamu itu seperti apa, sayang ayolah berubah, aku siap punya anak asal kamu jangan terlalu sibuk dengan kegiatan mu, perhatikan juga istri mu ini" rayu Sari.


Tuan Rico memang sedang mendambakan seorang anak hadir dalam keluarga kecilnya namun kedua istrinya itu belum siap untuk mempunyai anak, entah apa alasan mereka menunda mempunyai pasangan.


"Iya sayang, tapi ada syaratnya" ucap Sari.


"Apa itu ?".


"Kamu harus lebih perhatian sama aku, dan jatah bulanan aku harus lebih besar dari mbak Mika, satu lagi selama nanti aku hamil kamu harus tidur sama aku" ucap Sari seraya bergelayut manja pada sang suami.


"Itu masalah gampang yang terpenting kamu hamil dulu saya".


Percakapan tuan Rico dan Sari terdengar oleh Mika, hal itu membuat Mika geram, ia yakin jika Sari sedang menyusun rencana untuk menyingkirkannya dan memiliki tuan Rico seutuhnya.


"Dia sudah berani menyalakan api perang, lihat saja apa yang akan ku lakukan" geritu Mika.


Mika kembali ke kamarnya dengan rasa kesalnya terhadap madunya itu.


"Aku ini istri pertamanya, harusnya aku yang berkuasa di rumah ini bukan perempuan itu, lihat saja apa yang akan aku lakukan nanti" gerutu Mika.Diam - diam Mika pun menyusun rencana untuk menyingkirkan madunya itu.


Sementara di ruangan lain Sari terus merayu yang suami agar mau mengikuti ke inginannya.


"Mas kita liburan yuk, itung - itung bulan madu sekalian program anak, tapi kita liburannya berdua saja". ucap Sari seraya bergelayut manja pada suaminya.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin !" seru tuan Rico.


"Kenapa tidak mungkin ?" tanya Sari.


"Aku punya dua istri, jadi ketika aku liburan aku harus membawa kedua istri ku".


"Kita tidak liburan mas, tapi kita honeymoon". ucap Sari meyakinkan sang suami.


"Nanti aku bicara dulu sama Mika" ucap tuan Rico.


"Kenapa harus bicara dulu sama mbak Mika, kamu adalah pemimpin di keluarga ini, harusnya kamu yang memutuskan bukan mbak Mika" Sari sengaja berbicara seperti itu karena ia yakin jika Mika tidak akan mengijikan mereka liburan berdua.


"Baiklah, kita akan berlibur, tapi bukan sekarang - sekarang karena saat ini aku masih sibuk" Seru tuan Rico seraya bangkit dari tempat duduknya.


"Mau ke mana lagi sayang" ucap manja Sari.


"Aku harus pergi dulu, banyak kerjaan yang harus aku selesaikan !" seru tuan Rico.


"Yes, Akhirnya aku berhasil, dan pelan - pelan aku bisa menyingkirkan mbak Mika" ucap Sari dalam hatinya.


Sari pun bangkit dari tempat duduknya, ia akan pamer tentang liburannya pada Mika.


"Mbak tau gak, kalau Mas Rico ngajak aku liburan berdua saja" ucap Sari pada Mika.


"Oh iya ?" ucap Mika dengan ekspresi pura - pura terkejut.


"Iya dong, kita akan honeymoon, dan kita juga mau program punya anak" Seru Sari sengaja ingin memancing kemarahan Mika. "Aku yakin nanti lambat laun setelah aku punya anak dan mbak belum punya anak dengan pelan - pelan Mas Rico akan mencampakan mbak Mika" sambung Sari seraya tersenyum mengejek.


"Terserah kamu saja !!" Seru Mika.


"Siap - siap aja mbak jadi janda" ucap Sari seraya tertawa.


Mika meninggalkan Sari begitu saja, ia yakin jika Sari sedang memancing emosinya dan nanti ujung - ujingnya Mika lah yang akan kena amukan sang suami.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2