
Bayu telah memberitahu rencana tentang penjebakannya pada Bani dan yang lainnya, untung saja mereka setuju dan mau membantu dalam proses penjebakan tersebut. Orang - orang suruhan anak buah tuan Rico telah di serahkan pada pihak kepolisian, namun anak buah beserta tuan Rico belum di tangkap sesuai permintaan Bayu dan yang lainnya.
Sejak pagi hari anak buah tuan Rico telah mendatangi cafe di mana yang akan menjadi tempat pertemuan antara tuan Rico dan Aisha.
Mereka membuat rencana agar bisa membawa kabur Aisha.
Sedangkan Aisha, ia telah berangkat menuju kota setelah menunaikan shalat subuh berjamaah, Aisha menggunakan sebuah taksi, namun karena berada di perkampungan, untuk menemukan taksi sangatlah sulit, sehingga Aisha terlebih dahulu menggunakan jasa ojek pangkalan untuk mencari keberadaan taksi.
Tiga jam perjalanan, akhirnya Aisha sampai di kantor Bayu, karena kesibukan menyeting cafe, hari ini tidak ada yang mengawasi kantor Bayu. hal itu membuat Bayu merasa lega karena tidak ada yang tahu tentang kedatangan Aisha.
Sesuai janji dengan tuan Rico, ketika jam makan siang, Aisha mendatangi cafe tersebut, di sana sudah terlihat tuan Rico duduk seorang diri menunggu ke datangannya.
"Haii Cantik, Apa kabar ?" sapa tuan Rico. tak ada jawaban dari Aisha, ia memilih menarik kursi dan duduk berhadap - hadapan dengan tuan Rico. seorang pelayan datang dengan menyajikan dua gelas minuman dan dua piring makanan ringan.
"Apa yang ingin kamu bicarakan ? Atau jangan - jangan kamu tak bisa hidup tanpa aku" ujar tuan Rico. Aisha hanya tersenyum kecut mendengar ucapan tuan Rico. "Kamu mau rujuk, ayo sekarang biar anak buah saya yang akan mengurusnya" sambung tuan Rico.
"Aku hanya ingin memberi peringatan pada kamu, jangan pernah sekali - kali kamu mengganggu orang yang ada di sekeliling ku !" tegas Aisha dengan tatapan sinis.
"Apa maksud mu ?" tanya tuan Rico pura - pura tidak mengerti.
"Jangan berlaga polos, aku tau semuanya !!" seru Aisha.
"Jujur aku gak mengerti maksud bicara mu, biar lebih rileks kamu minum saja dulu" titah tuan Rico. lalu Aisha menatap minuman tersebut, sebenarnya ia sangat haus namun ia sadar jika minuman tersebut pastinya telah di campurkan dengan obat - obatan yang bisa saja mengancam nyawanya. Tuan Rico terus membujuk Aisha agar mau meminum minuman tersebut hal itu membuat Aisha semakin curiga.
"Kenapa anda maksa sekali, jangan - jangan anda telah menaruh racun di dalam minuman ini" ujar Aisha.
"Jangan asal tunduh kamu, mana buktinya" ujar tuan Rico.
"Di sini aku tidak akan lama, saya cuma ingin memperingati kamu jangan pernah ganggu orang yang ada di sekitar ku, mereka tidak tahu apa - apa tentang kepergian ku" ujar Aisha seraya menahan emosinya.
"Aku tidak akan mengganggu mereka, tapi dengan satu syarat kamu harus ikut dengan ku" ujar tuan Rico.
"Jangan harap itu terjadi !!" tegas Aisha.
"Oke, aku akan terus mengganggu mereka bahkan aku bisa saja melakukan hal yang lebih dari sebelumnya !" Ancam tuan Rico.
"Anda mengancam saya !".
"Pilihannya hanya dua ikut dengan saya atau orang di sekitar mu yang akan jadi korban !!" ancam tuan Rico.
__ADS_1
"Lakukanlah sesuka hati mu" ujar Aisha santai
"Kamu !!" tuding tuan Rico.
"Kenapa, saya bisa saja melaporkan anda ke pihak yang berwajib, apa anda lupa jika saya punya surat perjanjian yang sudah kita tanda tangani" ujar Aisha seraya tersenyum.
"Kamu !!".
"Tak selamanya anda bisa mendapatkan semua yang anda mau, dan tak selamanya anda bisa menindas kaum yang lemas" ujar Aisha.
Tuan Rico sudah habis kesabarannya, dengan sangat kasar ia ingin menarik tangan Aisha, namun tangannya sampai dua orang polisi datang dan langsung membekuknya, kedua tangan tuan Rico langsung di pasang borgol.
"Apa - apaan ini !!" Seru tuan Rico, ia sangat terkejut sehingga ia tak bisa melarikan diri. "Lepaskan saya !!" tuan Rico terus memberontak.
"Tangkap saja dia pak, dia orang jahat !!" seru Aisha.
"Makanan dan minuman yang di atas meja juga telah di campur racun oleh anak buah anda yang menyamar sebagai pelayan di sini" ujar seseorang.
"Jangan menuduh sembarangan, saya bisa melaporkan anda atas pencemaran nama baik, anda di sini hanya sebagai pelayan !!" ujar tuan Rico.
"Pak bawa mereka ke sini !!" titah seseorang yang tuan Rico tuduh sebagai pelayan.
Kedua orang polisi masuk dengan membawa kedua anak buah tuan Rico. mereka sudah dalam keadaan terborgol.
"Kamu !!" tuan Rico sangat terkejut saat mengetahui orang tersebut adalah Bayu yang menyamar jadi pelayan di cafe tersebut.
"Kenapa, anda kira hanya anak buah anda saja yang bisa melakukan ini" ujar Bayu.
"Kalian ternyata sudah bekerja sama untuk menjebak saya, saya akan melaporkan balik anda !!" ancam tuan Rico.
"Silahkan laporkan saja" tantang Bayu.
"Anda kira saya lemah, buang jauh - jauh pikiran tersebut, karena saja bisa saja melakukan hal yang lebih dari yang anda lakukan" sahut Aisha.
Taun Rico dan kedua anak buahnya di giring ke kantor polisi, Tuan Rico terus memberontak saat di masukan ke dalam mobil polisi.
"Tunggu, aku akan membalas semua perbuatan kalian" teriak tuan Rico.
Sementara di cafe tersebut, Aisha menangis di dalam pelukan Bayu, perasaannya campur aduk antara bahagia, sedih dan juga takut.
__ADS_1
"Kamu tak perlu menangis seperti ini, dia memang pantas di hukum" ujar Bayu menenangkan Aisha.
"Bayu, aku mau bertemu dengan Bani dan istrinya, aku ingin minta maaf pada mereka" ujar Aisha.
"Baiklah, aku akan mengantarkan kamu ke sana".
Aisha dan Bayu menuju kediaman Bani, namun mereka harus ekstra bersabar untuk sampai di kediaman Bani karena siang itu jalanan sangatlah macet.
Setelah nemenpuh waktu empat puluh lima menit akhirnya Bayu dan Aisha sampai di rumah Bani.
"Mau bertemu dengan siapa ?" tanya security rumah Bani.
"Pak Baninya ada ?".
"Ada". Security tersebut pun langsung membukaan pintu gerbang dan mempersilahkan Bayu dan Aisha masuk.
Dengan penuh keraguan, Aisha mengetuk pintu dan mengucapkan salam hingga terdengar suara jawaban salam dari si pemilik rumah.
"Waalaikumsalam" jawab pemilik rumah seraya membukakan pintu. "Mbak Aisha" Sapa si pemilik rumah, Aisha hanya menganggukan kepalanya seraya tersenyum lebar. "Ayo masuk" ajak si pemilik rumah.
"Pak Bani nya ada ?" tanya Bayu.
"Ada, sebentar aku panggilkan dulu" ujar si pemilik rumah.Tak berapa lama, Bani datang bersama sang istri.
"Tumben kalian datang ke sini !" Seru Bani.
"Aku datang ke sini ingin mengucapkan permohonan maaf yang sebesar - besarnya karena kalian jadi ikut terseret dalam masalah ku".
"Sudahlah untuk masalah itu lupakan saja, dan aku juga mohon maaf karena telah melaporkan mantan suami kamu ke pihak yang berwajib" ujar Bani. "Oh Iya aku juga minta kesediaan kamu untuk menjadi saksi di persidangan nanti" pinta Bani.
"Aku akan membantu kamu, karena akulah sumber masalah ini" ujar Aisha.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.
📍Aku Memilih_Mu
📍Bertemu Jodoh Di pesantren
__ADS_1
📍Hujan Kemarin
Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.