Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 15


__ADS_3

Kedua anak tuan Rico turun terlebih dahulu, mereka langsung memencet bel rumah tersebut, setelah nunggu tiga menit, terlihat seorang wanita keluar dari dalam rumah dan mencoba menghampiri kedua anak buah tuan Rico.


"Maaf cari siapa ya ?" tanya wanita itu dengan sopan.


"Kami mau bertemu dengan pemilik rumah ini !" seru salah satu anak buah tuan Rico.


"Maaf nama bapak siapa ?".


"Tidak perlu tau siapa kami, intinya kami ingin bertemu dengan pemilik rumah ini !" ujar anak buah tuan Rico tegas.


Melihat wajahnya yang sangar membuat wanita itu tak banyak tanya lagi.


"Tunggu sebentar" ujar wanita itu, dan berlaku menuju ke dalam rumah.


"Siapa yang datang pagi - pagi gini bi ?" tanya pemilik rumah.


"Saya tidak tau bu, tapi mereka cuma bilang ingin bertemu dengan pemilik rumah ini" jelas wanita tersebut yang merupakan asisten rumah tangga di rumah ini.


"Apa hari ini kamu punya janji ?" tanya pemilik rumah pada suaminya.


"Tidak" jawab sang suami singkat seraya menghabiskan sarapannya.


"Lalu siapa yang datang ?" tanyanya bingung.


"Biar gak penasaran, kita temui mereka saja" saran sang suami. "Suruh mereka masuk bi" titahnya pada asisten rumah tangganya.


Rombongan tuan Rico yang berjumlah empat orang pun di persilahkan masuk dan menunggu di ruang tamu.


"Pak, Bu, tamunya berjumlah empat orang, sekarang mereka sedang menunggu di rumah tamu !" jelas asisten rumah tangga.


"Terima kasih bi, jangan lupa buatkan minuman untuk mereka, Ayo Ma kita temui mereka". ujar sang Suami.


Sepasang suami istri pun berjalan menemui tamu mereka di ruang tamu.


"Di mana Aisha ?" pertanyaan to the ponit yang tuan Rico ajukan ketika bertemu dengan keluarga Aisha.


"Siapa kalian ?" tanya pemilik rumah kebingungan.

__ADS_1


"Jangan kalian coba - coba menyembunyikan Aisha, atau kalian akan tanggung akibatnya sendiri !" ancam tuan Rico.


"Mohon maaf sebelumnya maksud kalian Aisha anaknya pak Danu dan Ibu Ima ?".


"Iya betul sekali".


"Mohon maaf sebelumnya, kalau boleh jujur keluarga saya dan keluarga Aisha itu tidak akur, dan yang saya tau Aisha sudah menikah dengan seorang pengusaha asal Bali dan menetap di sana, bahkan kedua orang tuanya dan adiknya ikut pindah kesana" jelas pria pemilik rumah.


"Apa kalian tidak mengetahui apa yang terjadi dengan keluarga Aisha ?" tanya tuan Rico lagi.


"Sudah saya katakan jika di antara kami sedang tidak akur, jadi sudah bertahun - tahun kami tidak berkomunikasi dengan mereka".


"Saya adalah suami Aisha, beberapa minggu yang lalu kedua orang tua Aisha meninggal dunia secara bersamaan karena serangan jantung, setelah itu saya ada tugas ke luar negeri namun saat saya pulang dari luar negeri ternyata Aisha dan adiknya kabur ke kota kelahirannya".


Mendengar penuturan dari Aisha sepasang suami istri itu pun terkejut, apa lagi ketika mengetahui kakak dan kakak ipar mereka telah tiada, namun karena rasa sakit hatinya membuat hati mereka sedikit membantu.


"Jadi Kedua orang tau Aisha sudah tiada, lalu keberadan Aisha dan Ayla tidak di ketahui, suami macam apa anda ini !" suara tersebut begitu menggema di ruang tamu.


"Jaga Bicara anda !!" Seru tuan Rico.


Suara tadi berasal dari anak pemilik rumah tersebut yang bernama Bayu. walaupun orang tua mereka tidak akur namun Bayu tetap menjalin komunikasi baik dengan keluarga Aisha, tapi setelah keluarga Aisha pindah ke bali, Bayu hilang kontak dengan keluarga Aisha.


"Maafkan perkataan anak kami, mungkin dia terkejut dengan berita ini" ucap Papanya Bayu.


"Jujur Kami tidak mengetahui keberadaan Aisha, jadi jika kalian mencari Aisha ke sini bisa di bilang kalian salah alamat, karena saya yakin Aisha dan adiknya tidak akan pernah berani datang ke sini" jelas papanya Bayu.


Tuan Rico masih menatap tajam ke arah Bayu, ia tak percaya begitu saja dengan keluarga Bayu.


"Tapi jika kalian terbukti terlibat dalam persembunyian Aisha dan Adiknya maka tanggu akibatnya" Ancam tuan Rico, dan berlalu meninggalkan rumah orang tua Bayu tanpa sepatah kata pun.


Setelah tuan Rico dan anak buahnya pergi, sepasang suami istri tersebut langsung menatap Bayu dengan penuh tanda tanya, mereka yakin jika sang putra mengetahui sesuatu tentang keberadaan Aisha dan Juga adiknya.


"Apa yang kamu ketahui tentang Aisha ?" tanya sang Mama.


"Aku tidak mengetahui apapun mah, Bahkan baru hari ini Bayu tau jika kedua orang tua Aisha telah tiada, sejak Aisha pindah kebali, Bayu tak bisa berkomunikasi lagi karena nomor Aisha sudah tidak aktif lagi" jelas Bayu.


"Bagus, Mama harap kamu jangan pernah berhubungan dengan mereka, apa kamu tidak dengar ancaman dari mereka".

__ADS_1


"Tapi Ma, Aisha keluarga kita, dia sedang di timpa musibah, aku yakin pasti ada sesuatu yang menyebabkan Aisha kabur seperti ini".


"Bayu, Mereka bukan keluarga kita lagi, mereka sendiri yang menutuskan hubungan ini !" bentak sang Mama. Bayu tak banyak bicara lagi, entah permasalahan apa yang ada di antara keluarganya dan keluarga Aisha sehingga membuat sang Mama begitu membenci keluarga Aisha.


"Mau ke mana lagi kamu ?" tanya Mamanya saat Bayu beranjak pergi meninggalkan rumahnya.


"Bayu mau ke kantor Ma, Mampir ke sini hanya untuk melihat kondisi Mama dan Papa" jelas Bayu. dalam hati kecilnya ia bukan benar - bener ingin ke kantor tapi ingin mencari keberadaan Aisha beserta sang adik.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Aisha pun merasa bahagia, ia di terima bekerja di perusahaan x sebagai spg, walau pun kerjaan yang di dapat tidak sesuai dengan ijazah yang di milikinya tapi baginya yang terpenting bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari - hari.


Hari pertama kerja, Aisha sudah mendapatkan banyak teman, sikapnya yang ramah membuat kehadirannya di sambut baik oleh para spg lainnya, bahkan tanpa sungkan Aisha bertanya seputar pekerjaannya.


Untuk hari ini Aisha di izinkan pulang pada pukul empat sore, mungkin karena ini hari pertamanya bekerja, jadi di perbolehkan pulang lebih awal.


Sebelum pulang Aisha mampir terlebih dahulu ke sebuah gerai makanan cepat saji, ia membeli makanan untuk makan malam bersama adiknya sebagai perayaan kalau dirinya sudah di terima bekerja, Aisha membeli berbagai menu makanan yang menjadi favorit sang adik, setelah makanan di dapat Aisha segera bergegas untuk pulang.


Ketika melangkah keluar toko, pandangan Aisha tertuju pada sosok seorang pria yang turun dari sebuah mobil.


"Apa aku tidak salah lihat ?" gumam Aisha.


Detak jantungnya pun bergemuruh, seluruh tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin pun bercucuran, ia bingung apakah ia harus senang atau tidak, nyatanya Ia hanya mematung, menjadi pusat perhatian bagi siapa saja yang akan masuk ke rumah makan tersebut.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Kira - kira siapa yah yang di lihat oleh Aisha ?๐Ÿค”๐Ÿค”


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2