Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 54


__ADS_3

Sari sangat terkejut dengan berita yang di sampaikan oleh sang pengacara suaminya.


"Lalu di mana dia sekarang ?" tanya Sari.


"Untuk masalah itu saya tidak tahu" jawabnya.


"Terima kasih, untuk informasinya, tolong sampaikan kabar tersebut pada suami saya, jika kondisi saya telah membaik maka saya akan datang ke sana" Sari mengakhiri sambungan teleponnya.


"Mbak Mika cerai, apa dia beneran selingkuh, apa hanya karena Mas Rico masuk penjara ?" tanya Sari dalam hatinya.


Berbagai pertanyaan muncul di benak Sari, ia sangat penasaran dengan motif Mika bercerai dari suaminya, Namun Sari sangat bahagia dengan kabar tersebut, tak perlu cape - cape lagi ia menyingkirkannya, Mika telah menyerah dengan sendirinya, apalagi dalam rahimnya ada calon anaknya dan suaminya, dan harapanya menjadi nyonya satu - satunya pun terwujud dengan cepat.


Lima hari berlalu, Sari sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, karena kini kondisi Sari telah membaik.


"Ini ada vitamin, yang harus di minum setiap hari" jelas sang dokter. "Banyak - banyak istirahat" sambung dokter.


Sari telah tiba di rumahnya, ia pun segera menghubungi pengacara suaminya.


"Apa anda masih di Bali ?" tanya Sari.


"Iya saya masih di Bali, ke mungkinan besok baru ke sana lagi" jawab sang pengacara. "Kenapa ?".


"Kalau gitu besok saya ikut bareng dengan anda untuk bertemu suami saya".


"Tapi bagaimana dengan kondisi nyonya ?".


"Hari ini saya sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, saya juga merasa sudah membaik" jelas Sari.


"Baiklah besok pagi saya jemput". sambungan telepon pun terputus.


Sari tersenyum bahagia, sebentar lagi ia akan bertemu suaminya dan menyampaikan kabar gembira tersebut.


"Nak, besok kita ketemu Papa ya" ucap Sari seraya mengelus perut nya yang masih terlihat rata.


Sedangkan di tempat yang berbeda, Seorang perempuan sedang tertawa puas, entah apa yang membuat perempuan tersebut tertawa, yang pasti perempuan itu sedang merasakan sebuah kebahagiaan.


"Kamu memang cerdik sayang" puji seorang pria.


"Aku tidak sebodoh yang mereka kira" sahutnya sambil tertawa puas.


"Kita harus merayakan kemenangan ini !!" Seru si Pria.


"Tentu sayang" sahut si Perempuan.

__ADS_1


Sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta pun pergi menuju sebuah klub malam, di sana mereka berpesta bersama teman - teman yang lainnya.


"Gue gak nyangka kamu bisa melakukan semua ini" Seru teman si perempuan tersebut.


"Gue juga gak ada niatan buat ngelakukin ini, tapi ini terjadi mengalir begitu saja" jelas si perempuan.


"Gila ya, lu udah seperti penjahat propesional !" Seru yang lainnya.


"Tak perlu di bahas lagi karena sudah berlalu, kini saatnya kita nikmati saja semuanya" ujar Si perempuan tersebut yang sudah dalam keadaan setengah mabuk.


Dalam keadaan setengah mabuk, si Pria dan Perempuan tersebut meninggalkan klub tersebut dan menuju hotel tempat mereka menginap, setiap harinya mereka selalu berpindah - pindah hotel, hal itu di lalukan untuk menghindari orang - orang yang sedang mencari keberadaannya.


Suasana malam yang begitu sunyi, hanya terdengar ******* demi ******* dari sebuah kamar, mereka lupa dosa yang mereka akan tanggung di akhirat nanti, mereka hanya memikirkan kepuasan dunia saja.


"Aku suka permainan mu" puji si Pria.


Cucuran keringat telah membasahi tubuh mereka, namun hal itu tak membuat semangat mereka untuk terus bercinta terhenti, mereka malah tambah buas dalam bermain ranjang.


"Ayo sayang, puaskan aku !" pinta Si Perempuan. "Tubuh ini milik mu, kamu bebas melakukan apa pun sesuka mu" rancu si perempuan yang sudah terbuai dalam sebuah kenikmatan.


"Tubuh mu ini sangat indah sayang, sehingga aku tak ingin melewatkan senti pun" Seru si Pria.


Jam sudah menunjukan pukul empat pagi, kedua pasangan itu baru saja selesai bercinta, kini mereka sedang tertidur pulas tanpa berbusana dalam posisi berpelukan.


Jam enam, sang pengacara sudah datang menjemputnya, mereka langsung segera berangkat menuju bandara, karena mereka akan melakukan penerbangan jam tujuh pagi.


Selama perjalanan, sang pengacara tak banyak bicara, hal itu membuat Sari penasaran, karena tak biasanya pengacara sang suami bersikap seperti itu.


"Apa ada masalah, kenapa anda diam terus dari tadi ?" tegur Sari ketika mereka sudah dalam pesawat.


"Semuanya baik - baik saja" sahut sang pengacara tanpa menoleh ke arah Sari.


"Anda yakin ?" Sari tak langsung percaya begitu saja.


"Nyonya tak perlu khawatir, semuanya baik - baik saja" kini sang pengacara menoleh sedikit, hal itu di lakukannya agar Sari percaya.


"Baiklah"Sahut Sari.


Hampir dua jam lebih mereka berada di pesawat, dan akhirnya tiba di bandara tujuan.


"Mau langsung ke lapas apa ke hotel dulu ?" tanya sang pengacara.


"Aku mau langsung ke lapas saja" jawab Sari.

__ADS_1


"Baiklah, tapi nanti saya tidak bisa mengantar nyonya ke hotel karena saya ada sesuatu yang harus di urus untuk kebebasan tuan Rico". jelas pengacara.


"Tidak apa - apa, saya bisa sendiri, lakukan saja yang terbaik demi suami saya".


"Tapi nyonya tenang saja, nanti supir saya yang akan mengantar anda ke hotel".


"Terima kasih".


Dari bandara menuju ke lapas memerlukan waktu satu jam lebih, untung saja waktu itu jalanan tak terlalu macet, hingga mereka lebih cepat sampai di tujuan.


Sang pengacara dan Sari telah menunggu di ruang kunjungan, tak berselang lama tuan Rico pun datang dengan menggunakan baju tahanan.


"Kamu juga ada di sini !!" Seru tuan Rico, ia sangat terkejut dengan kedatangan istri keduanya, atau sekarang lebih tepatnya istri satu - satunya. "Apa kamu juga akan meninggalkan saya seperti Mika ?" tuduh tuan Rico.


"Saya permisi dulu" sang pengacara pun berlalu, ia tak ingin menjadi nyamuk di antara tuan Rico dan Sari.


"Kenapa kamu berbicara seperti itu ?" tanya Sari, ia tak menyangka jika suaminya akan menyamakan dirinya dengan mantan istri pertamanya.


"Mungkin kamu malu punya suami seorang tahanan" jawab Tuan Rico asal.


"Sayang, aku datang ke sini hanya ingin menjenguk kamu, aku juga sudah dengar kabar tentang mbak Mika, aku gak menyangka mbak Mika melakukan hal itu, aku yakin dia itu punya selingkuhan, kalau tidak mana mungkin dia mau bercerai dengan kamu, selama ini kan dia hidupnya selalu menghamburkan uang kamu" jelas Sari. "Kamu tau tidak hampir satu minggu aku sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit. baru kemaren aku pulang dari rumah sakit" sambung Sari.


"Kamu sakit ?" tuan Rico terlihat sangat panik saat mengetahui istrinya sempat di rawat di rumah sakit. "Sudah ku bilang jangan terlalu memikirkan aku, di sini aku baik - baik saja"j jelas tuan Rico.


"Iya aku sakit, bahkan semenjak pulang dari sini aku sakit, badan ku lemas, untuk pergi ke kamar mandi saja aku di bantu oleh para pelayan" jelas Sari.


"Sebenarnya kamu sakit apa ?". tanya tuan Rico, raut wajahnya terlihat sangat panik dan juga khawatir.


"Kamu tak perlu khawatir, aku baik - baik saja, bahkan aku punya kabar gembira buat kamu" ujar Sari seraya tersenyum.


"Aku merasa tak bisa jadi suami yang baik, aku tak bisa mendampingi kamu ketika kamu sakit. . kabar baik tentang apa, jangan buat aku semakin panik dan juga penasaran".


"Sayang aku hamil" jelas Sari.


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


📍Aku Memilih_Mu


📍Bertemu Jodoh Di pesantren


📍Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar


__ADS_2