Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 44


__ADS_3

"Seperti yang mama, Papa lihat aku baik - baik saja, ada apa sih Ma ?" Bayu sangat penasaran dengan maksud pertanyaan sang Mama yang menanyakan tentang keadaannya.


"Nak tadi pagi, kedua orang anak buah tuan Rico mencari kamu, Mama sangat khawatir jika mereka akan menyakiti kamu !" Seru Mama Reni.


"Maafkan Papa juga karena tanpa berpikir panjang Papa langsung memberikan alamat rumah kamu" sahut sang Papa.


"Oh soal itu, mereka hanya mencari ke beradaan Aisha". jawab Bayu santai.


"Kenapa mencari keberadaan Aisha ke kita, sudah jelas jika Aisha berada di dalam penjara" ujar Mama Reni keheranan.


"Mulai hari ini Aisha sudah bebas, Aisha keluar penjara sejak semalam" jelas Bayu.


"Lalu di mana sekarang Aisha ?".


"Bayu tidak tahu mah, namun kemaren siang Aisha hanya bicara ia akan pergi jauh meninggalkan kota ini, ia ingin mencari kehidupan barunya" jelas Bayu. "Ma, Pa Maaf, Bayu terpaksa berbohong, ini semua demi kebaikan bersama" ucap Bayu dalam hatinya.


"Tapi kenapa anak buah tuan Rico mencari Aisha, bukannya urusan antara Aisha dan tuan Rico sudah selesai ?".


"Untuk itu Bayu tidak tahu Ma, Bayu malah curiga mereka akan berbuat jahat pada Aisha, coba deh Mama pikirkan lagi untuk apa Mereka datang ke lapas sepagi itu, padahal sudah ada jadwal buat kunjungan" jelas Bayu.


Sementara di sebrang gedung tempat Bayu bekerja, dua orang suruhan anak buah tuan Rico terus berjaga mengawasi tempat kerja Bayu, bahkan setiap orang yang datang mereka langsung laporkan pada anak buah tuan Rico.


...๐ŸŒพ...


Aisha sudah bangun sejak subuh, ia mengikuti shalat subuh berjamaah dan mendengarkan tausyah yang di berikan oleh Abah Anom.


Mentari Pagi sudah bersinar, udara segar ala perkampungan membuat Aisha merasa tenang berada di sana, jauh dari suara bising kendaraan, hanya terdengar lantunan ayat suci alquran membuat suasana semakin adem.


Setelah acara sarapan, Umi mengajak Aisha berkeliling Yayasan, satu persatu gedung di perkenalkannya pada Aisha, bahkan Umi juga menceritakan asal mula berdirinya Yayasan tersebut, Aisha juga di perkenalkan pada beberapa pengurus lainnya saat mereka berpapasan.


"Nak Aisha, nanti ini akan menjadi asrama bagi nak Aisha" ujar Umi seraya menunjuk sebuah bangunan yang ada di hadapannya. "Tapi Maaf, Satu kamar harus di isi oleh dia orang, karena keterbatasan tempat" sambung Umi.


"Oh tidak apa - apa Umi, sudah di terima dengan baik di sini juga Alhamdulilah" sahut Aisha seraya tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kita masuk, nanti Umi tunjukan kamar untuk kamu" ajak Umi pada Aisha.


Umi dan Aisha memasuki lorong gedung tersebut, hingga mereka sampai pada sebuah pintu yang bertuliskan angka sembilan belas.


dengan perlahan Umi mengetuk pintu tersebut, dan keluarlah seorang perempuan dari kamar tersebut.


"Nak Kia, Umi datang ke sini membawa teman baru untuk kamu, dia baru datang semalam, namanya Aisha". ujar Umi Lilah.


"Kia" Perempuan tersebut memperkenalkan dirinya seraya menjulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Aisha" Aisha pun menjabat tangan perempuan tersebut.


"Ayo masuk, maaf jika kamarnya berantakan" Ajak Kia pada Aisha dengan sangat ramah.


"Umi tinggal yah, nanti barang - barang kamu di antar ke sini" ujar Umi Lilah.


"Terima kasih Umi" sahut Aisha.


Kia menjelaskan bagian mana saja yang menjadi hak Aisha.


"Kalau boleh tau kenapa kamu datang ke sini ?" tanya Kia penasaran.


"Aku hanya ingin menenangkan diri dari segala kejadian yang telah menimpa saya" jawab Aisha. "Sudah setahun saya di tinggal orang tua saya, lalu di tinggal adik semata wayang saya, dan beberapa minggu yang lalu saya baru resmi bercerai dengan suami saya" Sambung Aisha.


"Turut berduka cita ya, maaf jika pertanyaan ku membuka luka lama kamu" sahut Kia.


"Tidak apa - apa, Oh iya kamu sudah lama di sini ?" tanya Aisha balik.


"Aku sudah hampir sebulan tinggal di sini, permasalahan ku tak jauh berbeda dengan kamu, aku di tinggal nikah oleh pacar ku, kita sudah pacaran hampir tujuh tahun, namun dia memutuskan aku begitu saja dan dua minggu kemudian ternyata dia menikah dengan sahabat ku sendiri" jelas Kia seraya mengingat dimana ia datang ke pesta pernikahan sang mantan bersama sahabatnya. "Sejak kejadian itu aku selalu mengurung diri di kamar, tidak mau bertemu dengan orang - orang, bahkan aku sampai sakit karena tidak pernah makan, lalu orang tua ku membawa ku ke sini, setelah satu minggu aku di sini keadaan ku semakin membaik, aku mulai bisa ikhlas" jelas Kia.


Aisha hanya mengelus punggung Kia mencoba memberi kekuatan, kini Aisha semakin sadar jika bukan jodoh sekuat apa pun kita genggam maka akan lepas juga.


Ketika mereka sedang asik bercerita, tiba - tiba pintu kamar mereka di ketuk, ternyata yang datang adalah seseorang yang mengantarkan barang - barang milik Aisha.

__ADS_1


"Terima kasih" ucap Aisha.


Aisha di bantu Kia memasukan barang - barang tersebut ke dalam kamar.


"Bajunya kamu susun saja di lemari" ujar Kia. Dengan bantuan Kia, Aisha merapihkan baju dan juga barang yang lainnya.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Waktu demi waktu terus berlalu, tak terasa sudah hampir satu minggu Aisha berada di sana, kini ia merasa lebih tenang, bahkan setiap hari Aisha selalu mencurahkan rasa ketakutannya kepada Abah Anom dan juga Umi Lilah. Aisha merasa takut tidak bisa di terima dengan baik oleh masyarakat dengan setatusnya yang merupakan seorang janda dan juga mantan narapidana, namun Abah Anom dan Umi Lilah selalu mengatakan hal yang baik padanya sehingga Aisha mulai tak terlalu khawatir dengan setatusnya tersebut.


Sementara anak tuan Rico terus mencari keberadaan Aisha, ia sudah mengerahkan banyak anak buah untuk mencari keberadaan Aisha.


Bayu yang kini sudah menyadari jika dirinya di buntuti oleh seseorang pun tak banyak bicara, Bayu pura - pura tidak tahu tentang orang - orang yang selalu mengikutinya. karena Bayu tahu orang tersebut adalah orang suruhannya tuan Rico. Selain Bayi ada juga seseorang selalu di buntuti oleh anak buah tuan Rico. bahkan dalam waktu dekat ini anak buah tuan Rico berencana untuk memberi teror, karena tuan Rico yakin jika mereka terlibat dalam hilangnya Aisha.


Sudah hampir tiga hari, anak buah tuan Rico selalu mengawasi rumah seseorang, mereka menggunakan kendaraan bermotor, hingga suatu hari saat rumah tersebut terlihat sangat sepi, mereka pun melancarkan aksinya sesuai perintah atasan mereka.


Salah satu dari mereka melemparkan sebuah petasan rakitan ke halaman sebuah tumah yang selalu mereka awasi, setelah melemparkan petasan tersebut, dengan kecepatan tinggi mereka meninggalkan rumah tersebut.


"Ddduuarrrr"


Suara petasan meledak di sebuah halaman rumah yang membuat seisi rumah terkejut, bahkan banyak tetangga yang berdatangan untuk melihat apa yang terjadi.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.

__ADS_1


__ADS_2