
"Umi " lirih Aisha.
"Pulang lah nak, Umi Fatimah sudah menunggu mu di mobil" titah Umi Lilah.
Dengan berat hati Aisha pulang, entah kenapa Umi Lilah seperti sangat berbeda, ia tak ceria seperti biasanya, banyak raut wajahnya seperti memiliki banyak beban.
Sepanjang perjalanan pulang Aisha masih bergeming, pikirannya masih tertuju pada sikap Umi Lilah yang terasa berbeda dari biasanya.
"Nak, kok melamun sihh ?" tegur Umi Fatimah.
"Enggak kok Umi". lirih Aisha.
Aisha mencoba berpikir positif mungkin Umi Lilah sedang lelah atau ada sedikit masalah hingga tadi bersikap seperti itu.
Setelah mengunjungi Yayasan, sore harinya Aisha berkunjung ke ruko yang akan di sewanya, ruko yang terdiri dari dua lantai tersebut akan ia gunakan untuk berjualan kue.
Aisha masih memiliki tabungan yang di rasa cukup untuk membuka usahanya, Dulu tabungan itu Aisha serahkan pada Bayu untuk membayar hutangnya pada tuan Rico, namun ternyata diam - diam Bayu malah menggumakan uang pribadinya untuk membayar hutang Aisha.
Awalnya Aisha kecewa karena Bayu membohonginya namun perlahan Aisha memaafkan Bayu karena bagaimana pun Bayu telah banyak membantunya. Aisha tak ingin menggunakan uang tersebut kecuali dalam keadaan mendesak.
Sebelum menyewa ruko tersebut Aisha telah membicarakannya terlebih dahulu dengan Bayu, bahkan Aisha meminta pendapat terhadap Bayu tentang rencanannya membuka toko Kue, Bayu pun menyambut baik niat Aisha dan mendukung sepenuhnya, bahkan Bayu pun menawarkan bantuan modal untuk usaha.
Hari Ini Aisha berencana akan menyerahkan uang sewa selama satu tahun, tak apa ia menyewanya terlebih dahulu nanti setelah usahanya berkembang maka ia akan membeli ruko tersebut.
Transaksi pun telah selesai, mulai besok Aisha akan memperkerjakan beberapa orang untuk merenovasi ruko tersebut.
Tiba di rumah, Aisha langsung disambut oleh Umi Fatimah yang sedang duduk di depan teras bersama beberapa tetangga lainnya.
"Habis dari mana nih ?" tegur bu Wati.
"Aisha ini habis mengurus penyewaan ruko bu - ibu, rencananya Aisha mau buka toko kue, letak rukonya ada di samping toko sembako saya yang berada di jalan kenangan" jelas Umi Fatimah.
__ADS_1
"Wahh selamat ya Aisha, udah cantik ointer cari duit, andai saya punya anak lelaki pasti sudah saya jodohkan dengan anak saya" sahut bu Ambar.
"Aisha permisi dulunya ibu - ibu, Aisha mau bersih - bersih dulu" ujar Aisha dan berlalu masuk ke dalam rumah.
Hatinya begitu tergelitik ketika ibu Ambar, entah apa respon mereka jika mengetahui masa lalu Aisha.
Ketika teringat Masa lalu, tiba - tiba Aisha teringat tentang niatnya untuk mendatangi pemakaman kedua orang tuanya yang berada di Bali.
Aisha menghubungi Bayu, untuk membicarakan niatnya untuk berkunjung kebali, sepertinya Aisha harus pergi ke sana sebelum ia membuka toko kuenya karena jika toko kue sudah buka Aisha akan sibuk mengembangkan toko kuenya.
Bayu menyarankan mereka untuk pergi minggu depan, Bayu dan tante Rena akan ikut serta dengan Aisha untuk berkunjung ke pemakaman kedua orang tua Aisha.
"Umi Aisha mau bicara" ujar Aisha ketika mereka baru selesai makan malam.
"Kita bicara sambil nonton televisi saja ya" ajak Umi Fatimah. keduanya berjalan menuju ruang televisi. "Mau bicara emangnya sepertinya penting" lanjut Umi Fatimah ketika mereka sudah duduk di ruang televisi.
"Jadi begini Umi, Tadi Aisha sudah melunasi uang sewa ruko tersebut buat sewa selama satu tahun" jelas Aisha. awalnya Umi Fatimah yang akan membayar uang sewa tersebut namun Aisha menolaknya dengan keras. "mulai besok ada beberapa orang pekerja yang akan merenovasi toko tersebut, mungkin Aisha akan membuka toko tersebut masih lama karena banyak persiapan yang harus Aisha siapkan". jelas Aisha.
"Kalau mau ziarah gak usah izin segala nak, Umi tidak akan pernah melarang kamu kok".
"Tapi makam ke dua orang tua Aisha berada di Bali Umi" jelas Aisha.
"Kami ke sendiri bagimana jika kamu bertemu dengan mantan suami kamu, bagaimana kalau mereka menyakiti kamu ?" Umi Fatimah terlihat begitu khawatir.
"Umi, Aisha tidak akan pergi sendiri, Aisha akan pergi bersama dengan Bayu dan juga Tante Rena. untuk masalah mantan suami Aisha, sekarang dia tak akan pernah mengganggu Aisha lagi karena sekarang mantan suami Aisha sudah mendekam di balik penjara dan kehidupannya mereka telah banyak berubah" jelas Aisha.
"Dari mana kamu tahu itu ?" tanya Umi Penasaran.
"Waktu Aisha ke kota karena suami tante Rena meninggal, Waktu itu Tante Rena jatuh sakit dan harus di rawat di rumah sakit, tanpa sengaja Aisha bertemu mereka di sana, mantan suami Aisha di rawat karena sakit".
"Apa itu hanya pura - pura saja agar bisa kabur ?".
__ADS_1
"Tidak Umi, kamar rawatnya juga di jaga ketat oleh anggota kepolisan".
"Kalau begitu apa Umi boleh ikut".
"Umi mau ikut, tentu boleh Umi, Aisha senang nanti juga Aisha ingin mengajak Umi ke makan Adik Aisha yang ada di kota". ujar Aisha dengan penuh semangat.
****
Seminggu kemudian, Aisha dan Umi Fatimah sudah siap untuk pergi ke kota, rencananya mereka akan menginap semalam di kota sebelum terbang ke Bali. untuk urusan tiket pemberangkatan dan kepulangan mereka sudah di urus oleh Bayu.
"Aisha dan Umi mau ke mana nih kok bawa koper segala ?" tanya bu Ambar ketika ia lewat rumah Umi Fatimah.
"Kita mau ke Bali, ada acara" jawab Umi Fatimah.
"Ohh mau liburan yah".
"Iya bu Ambar" jawab Umi Fatimah.
Setelah berbincang - bincang sebentar dengan ibu Ambar, Aisha dan Umi Fatimah pun akhirnya berangkat ke kota, tujuannya adalah rumah Bayu.
Tiga jam perjalanan akhirnya Aisha dan Umi tiba di rumah Bayu, keduanya di sambut oleh Bayu dan juga Tante Rena. karena kebetulan pas jam makan siang, Tante Rena langsung mengajak Aisha dan Umi Fatimah untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mengunjungi pemakaman adik Aisha.
Selesai makan siang, Aisha menceritakan tentang siapa Umi Fatimah, karena sebelumnya Aisha hanya menceritakan nya hanya pada Bayu saja dan ini pertama kali Aisha memperkenalkan keluarganya pada Umi Fatimah.
"Terima kasih Umi sudah mau menerima Aisha dengan berbagai kisah masa lalunya" ujar Tante Rena.
"Sama - sama, semua orang juga punya masa lalu, kita tak perlu memandang masa lalunya selagi mereka mau berubah ke arah yang lebih baik, malah kita harus mendukungnya".
Setelah puas berbincang - bincang, mereka pun berangkat ke pemakaman, Bayu duduk di bangku kemudi, Aisha duduk di samping Bayu, sementara Umi Fatimah dan Tante Rena duduk di jok belakang.Tak butuh waktu lama, Akhirnya Mobil yang di kendarai Bayu memasuki area pemakaman.
"Aisha, kamu di sini !" tegur seorang penjual bunga.
__ADS_1