Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 36


__ADS_3

Tuan Rico tak kehabisan cara, ia terus menawarkan sejumlah uang dengan nominal yang sangat fantastik, namun hal itu tak membuat Bani sedikit pun tertarik dengan nominal yang di tawarkan oleh tuan Rico.


"Begini saja, saya akan bicarakan ini terlebih dahulu dengan pengacara saya, lalu nanti kita temui Aisha bersama - sama di kantor polisi, jika memang Aisha mau di bebaskan maka saya akan mencoba untuk mencabut laporan tentang Aisha" Jelas Bani.


"Baiklah, lalu bagaimana dengan uang ini ?".


"Untuk uang tersebut silahkan tuan bawa saja, karena saya tidak tertarik sedikit pun dengan uang tersebut !" ucap Bani tegas.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Sinar matahari menyambut pagi dengan hangatnya, Bayu sudah bersiap untuk menuju ke kantor polisi, ia ingin memberi tahu tentang kedatangan tuan Rico.


"Ada apa Bayu, Kenapa sepagi ini kamu datang ke sini ?" tanya Aisha.


"Ada sesuatu yang harus aku sampaikan ke kamu".


"Apa itu ?".


"Suami mu sudah mengetahui keberadaan mu".


"Dari mana dia tau tentang keberadaan aku ?".


"Sebelumnya aku minta maaf, Mama yang memberi tahu keberadaan kamu pada tuan Rico, tapi niat Mama hanya ingin kamu mendapat setatus yang jelas".


"Jadi tante Reni yang melakukan ini semua ?" Bayu pun menganggukan kepalanya. "Sudah tidak apa, biarkan dia tau tentang keberadaan saya, lagian saya sedang menjalani proses hukum, maka dia tidak akan berani berbuat macam - macam, saya akan lebih merasa aman berada di sini" ujar Aisha.


"Tapi Aisha, tuan Rico sudah mendatangi Bani, bahkan ia meminta ada Bani agar mau mencabut laporannya, tuan Rico juga menawarkan sejumlah uang yang sangat banyak pada Bani agar mau mencabut laporannya".


"Aku sudah menduga hal tersebut, ia akan melakukan apa pun demi mencapai ke inginannya, namun kamu tenang saja, Bani tak akan pernah tergiur dengan uang yang di tawarkan oleh tuan Rico" jelas Aisha. "Satu lagi aku mau minta tolong sama kamu untuk menyiapkan berkas - berkas karena aku ingin berpisah dengannya". sambung Aisha.


Setelah bicara dengan Aisha,Bayu segera kembali ke kantornya, karena ada pertemuan penting bersama beberapa kliennya, dan setelah itu Bayu akan kembali ke kantor polisi.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...

__ADS_1


Seorang wanita tengah asik bercumbu dengan seorang lelaki yang tak lain adalah kekasih hatinya, suara desahan yang menggairahkan memenuhi seluruh ruangan. cucuran keringat menandakan betapa panasnya permainan mereka saat ini.


"Tubuhmu begitu menggoda, aku tak bisa menahan gairah ku" ujar lelaki tersebut. "Suami mu memang bodoh" lelaki itu terus merancu.


"Jangan pernah bahas dia ketika kita bermain sayang" sahut wanita tersebut.


Seorang wanita terkulai lemas di atas tempat tidur, seluruh tubuhnya sudah bermandikan keringat.


"Sayang sudahi permainan mu, aku lelah" pinta wanita tersebut dengan nada yang begitu sangat lemah.


Setelah menyelesaikan permainannya, kedua pasang yang sedang di mabuk asmara pun tertidur pulas dengan posisi tanpa busana. namun sayangnya tidur mereka harus terganggu saat ponsel milik wanita tersebut berdering.


Wanita tersebut segera menjawab panggilan yang masuk, setelah berbincang cukup lama lewat sambungan telepon, wanita tersebut tersenyum sumringah.


"Hanya tinggal menunggu ke hancuran mu" Gumam wanita tersebut.


Wanita tersebut segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa sakit setelah mengimbangi permainan sang kekasih. Melihat sang pujaan hati masuk ke kamar mandi lelaki tersebut juga mengikutinya, dan akhirnya mereka melakukannya lagi di kamar mandi.


"Sayang apa kamu tau tadi siapa yang menghubungi ku ?" tanya wanita tersebut dengan suara yang begitu manja.


"Tadi pak Handoko bilang jika beliau telah berhasil melakukan perintah ku walaupun hanya sebagian" jelas wanita tersebut.


"Ahhh sayang, kita harus merayakan kemenangan ini". ujar lelaki itu.


"Jangan terburu - buru sayang, karena masih banyak hal yang harus kita urus".


Mereka pun kembali melanjutkan permainan mereka setelah tertunda karena pembicaraan yang menurutnya itu informasi yang penting.


Sedangkan di tempat yang berbeda Bani dan Tama sudah tiba di kantor kepolisan, mereka masih menunggu kedatangan Bayu dan juga tuan Rico. Bani hanya datang bersama Pengacara sekaligus sahabatnya Tama. ia tak mengajak sang istri karena istrnya sedang mengandung calon buah hati mereka.


Tak berselang lama, Bayu dan juga Tuan Rico beserta anak buah dan juga asistennya pun tiba di kantor polisi, lalu mereka berjalan beriringan memasuki ruang khusus kunjungan.


"Aisha, aya yang dingin bertemu dengan anda !" ucap polisi seraya membuka kunci gembok

__ADS_1


"Itu pasti tuan Rico dan yang lainnya". gumam Aisha.


Dengan perasaan yang tak menentu Aisha berjalan dengan di dampingi oleh pihak kepolisian.


"Silahkan !!" ujar pihak kepolisian.


Bener saja dugaan Aisha, di sana sudah ada Bani, Tama, Bayu, tuan Rico dan juga anak buah tuan Rico. Aisha sangat hapal dengan anak buah tuan Rico.


"Aisha kemana saja kamu, aku sudah mencari kemana - mana, namun hasilnya zonk, ketika mendapat kabar jika kamu berada di sini aku sangat syok, sehingga aku langsung buru - buru untuk datang ke sini" ucap tuan Rico dengan mimik wajah yang begitu sedih.


mendengar ucapan suaminya Aisha hanya tersenyum kecut, ia tahu jika suaminya sedang bersandiwara agar yang lain tidak mencurigai ke jahatannya.


"Kenapa kamu pergi tak member kabar, aku sangat terpukul atas kepergian mu, bahkan aku sangat sedih dan merasa tak berguna menjadi suami kamu, karena di saat kamu dalam keadaan terpuruk aku tak berada di samping mu" ucap tuan Rico, matanya sudah berkaca - kaca seakan - akan dia bener - benar sedih. "Aisha, aku datang ke sini untuk menjemput mu, pulang yah, kita jalani kehidupan kita dari awal lagi" sambung tuan Rico seraya ingin menggenggam tangan Aisha, namun dengan spontan Aisha menghindar.


"Kemaren garang sekali, tapi kenapa sekarang dia seperti ini" gumam Bani dalam hatinya.


"Sudah bicaranya, sebutkan apa tujuan mu datang ke sini ?" tanya Aisha dengan ketus, ia menunjukan sikap ketidak sukaannya terhadap suaminya.


"Aku datang ke sini hanya ingin menjemput mu untuk kembali, dan memperbaiki rumah tangga kita" jelas tuan Rico. "Saya sudah bicara pada Bani, dan beliau sudah bersedia untuk mencabut laporannya" sambung tuan Rico.


"Sudah ku katakan dari kemarena Aisha, jika aku dan istri ku sudah memaafkan kamu, bahkan kemaren kami sudah sepakat untuk mencabut laporannya namun kamu menolaknya. dan sekarang jika kamu setuju maka aku akan mencabut laporannya". jelas Bani.


Aisha terdiam, lalu ia menatap sinis ke arah sang suami dan setelah itu tatapannya beralih pada Bani.


"Bani aku sangat malu pada kamu dan juga istri mu, perbuatan ku kemarin sangat memalukan, aku tau kamu dan istri kamu adalah orang baik, sebab itu aku mohon pada kamu jangan cabut laporan ini" pinta Aisha dengan wajah yang memelas.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren

__ADS_1


๐Ÿ“Hujan Kemarin


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2