
Pagi hari yang cerah, Aisha dan Ayla menyambut hari dengan senang hati, mereka mencoba melupakan semua kejadian buruk yang menimpa keluarganya, mencoba untuk membuka lembaran baru demi masa depan mereka.
"Ayo kita berangkat, hari ini hari pertama kamu masuk sekolah di sekolah yang baru" ujar Aisha seraya tersenyum.
"Iya kak" sahut Ayla.
"Oh iya dek, setelah kakak mengantar kamu ke sekolah nanti kakak akan langsung mencari kerja, doain kakak supaya dapat kerjaan yang layak dan juga halal".
"Ayla selalu berdoa yang terbaik buat kakak".
Keduanya saling berpelukan, kini Aisha bangkit keterpurukannya itu semua di lakukan demi adik tercinta.
Sesuai rencananya, setelah mengantar sang adik ke sekolah barunya, Aisha langsung berlalu dari sekolah Ayla, satu persatu perusahaan Aisha datangi namun hingga siang tak ada satu pun kantor yang bisa menerimanya, selain karena tidak ada pengalaman dalam bekerja ada juga perusahaan yang memang sedang tidak membuka lowongan pekerjaan.
Karena waktu sudah siang hari, Aisha pun memutuskan untuk pulang saja, sebelum pulang kerumah Aisha terlebih dahulu mampir ke sebuah warung yang tak jauh dari kontrakannya.
"Orang baru ya neng ?" tegur seorang ibu - ibu.
"Iya bu" jawab Aisha ramah.
"Hmm semoga betah ya tinggal di sini, kalau ada sesuatu jangan sungkan untuk minta bantuan".
"Iya terima kasih bu".
"Sekarang abis dari mana ?" tanya seorang ibu yang lainnya.
"Tadi pagi saya abis nganter adik saya ke sekolah barunya setelah itu mencari kerja" jawab Aisha seraya memilih beberapa macam sayuran.
"Oh di sini tinggal sama adiknya, Ibu dan bapak neng tinggal di mana ?" tanya Ibu - ibu yang mulai kepo.
"Iya saya berdua dengan adik saya, ibu dan Ayah saya baru beberapa minggu yang lalu meninggal".
"Innalilahi, turut berduka cita ya neng".
"Terima kasih bu".
"Oh Iya itu gimana kerjaannya sudah dapat ?" tanya yang lainnya.
"Belum bu" jawab Aisha jujur.
__ADS_1
"Kata anak saya di perusahaan x sedang membutuhkan seorang spg, anak saya gagal karena tingginya kurang dua senti, kalau saya liat neng pasti lolos soalnya neng lebih tinggi dari anak saya" jelas seorang ibu - ibu.
"Perusahaan x itu di mana ya bu ?" tanya Aisha.
"Di jalan xyz, dari sini neng tinggal naik angkot nomor x1 dan nanti bilang saja sama supirnya mau turun di perusahaan x".
"Terima kasih infonya bu, saya permisi pulang dulu".
"Iya sama - sama".
Aisha segera bergegas pulang ke kontrakannya, siang ini dia akan masak makanan ke sukaannya. setelah satu jam memasak akhirnya makanan pun tersaji di meja makan sederhana, sang adik pun sudah duduk manis.
"Wah kakak masak makanan ke sukaan ku !" seru Ayla senang.
"Iya, kamu harus makan yang banyak yah".
"Tentu dong, ini kan makanan kesukaan ku".
Melihat raut bahagia di wajah sang adik membuat hati Aisha senang, ia berjanji akan menjaga adiknya dengan baik hingga sang adik sukses nanti.
"Oh ya kak, gimana sudah dapat kerjaannya ?" tanya Ayla.
"Belum dek, tapi tadi kakak dapat info dari tetangga di perusahaan x sedang membuka lowongan kerjaan bagian spg, menurut kamu gimana dek ?".
"Wah - wah adik kakak sekarang sudah pintar kalau bicara, gayanya sudah seperti orang dewasa". puji Aisha.
"Siapa dulu dong kakaknya" keduanya pun tertawa, dan kembali melanjutkan makan mereka.
...🌾🌾...
Di Bali tuan Rico sudah siap untuk pergi ke bandara, tuan Rico dan anak buahnya akan terbang menuju kota kelahiran Aisha, sesuai informasi yang di dapatkan oleh anak buahnya jika Aisha terbang menuju kota kelahirannya, tujuan mereka mendatangi satu persatu keluarga Aisha, karena mereka yakin jika Aisha pasti minta perlindungan kepada saudaranya.
"Mas kamu mau ke mana ?" tanya Mika heran karena suaminya membawa satu buah koper ukuran sedang.
"Aku mau mencari ke beradaan Aisha di kota kelahirannya" jelas tuan Rico.
"Apa kamu yakin Aisha berada di sana ?" tanya Mika yang kurang yakin.
"Sesuai info yang di dapat jika Aisha dan adiknya kabur ke kota tersebut".
__ADS_1
"Oh ya sudah, hati - hati di jalan, semoga Aisha dan adik nya segera di temukan".
Tuan Rico pun berangkat menuju bandara dengan beberapa anak buahnya. kepergian tuan Rico di sambut bahagia oleh Mika, karena selama suaminya tidak ada di rumah berarti dirinya bebas melakukan apa saja sesuai ke inginannya.
"Mas Rico mau ke mana ?" tanya Sari yang baru keluar dari kamarnya.
"Nyari Aisha" jawab Mika singkat dan ketus.
"Nanya baik - baik jawabannya gitu banget sih" gerutu Sari.
"Masih untung ada yang jawab juga" sahut Mika, lalu ia masuk ke dalam kamarnya, hari ini ia akan pergi bersama teman - temannya.
Malam hari tuan Rico beserta anak buahnya sudah tiba di kota tujuan.
"Kita mau ke mana dulu bos ?" tanya Salah satu anak buahnya.
"Kita cari hotel dulu, saya mau istrirahat, besok saja kita mulai pencarian Aishanya". sahut tuan Rico.
...🌾🌾...
Semilir angin malam menusuk hingga tulang, Aisha belum tertidur, ia masih menyiapkan beberapa berkas untuk besok melamar pekerjaan.
"Akhirnya selesai juga" gumam Aisha.
Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, Aisha pun sudah mulai menguap, namun tiba - tiba dalam pikirannya terlintas tentang sosok seorang lelaki yang merupakan cinta pertamanya.
"Bani Apa kabar mu, aku sudah kembali untuk kamu, apa kamu masih setia menunggu aku ?, dalam hati kecil ku, aku yakin kamu adalah sosok seorang lelaki yang setia, aku masih menjaga kesucian ku hanya demi dirimu" . batin Aisha.
Ia pun pun mencoba membuka beberapa tumpukan buku, seingatnya ia pernah mencatat nomor Bani dalam buku, hal itu ia lakukan jika suaminya kelak menghapus semua nomor di ponselnya, nomor Bani tidak ada akan hilang karena ada di buku.
"Buku yang mana yah" Aisha terus membuka satu persatu buku miliknya, rasa ngantuk pun tak di rasakan lagi, baginya mendapatkan nomor Bani adalah sesuatu yang berharga.
Semua buku ia buka, namun tak ada nomor ponsel milik Bani di sana. namun ia teringat sesuatu, ternyata buku yang ada nomor ponselnya Bani tertinggal di rumah tuan Rico.
"Huhhhfff !!" Aisha menghela nafasnya berat. namun ia tak putus semangat, karena ia yakin berada satu kota dengan Bani maka akan dengan mudahnya ia mendapatkan kabar tentang keberadaan Bani.
...🌾🌾...
Pagi buta Anak buah tuan Rico sudah berada di jalanan ia mencari keberadaan rumah saudara Aisha, hingga pukul tujuh pagi akhirnya mereka menemukan satu alamat rumah yang di sebut - sebut sebagai keluarga Aisha.
__ADS_1
Setelah melakukan sarapan pagi di hotel, tuan Rico beserta anak buahnya mendatangi sebuah alat yang sudah di dapatkannya lewat anak buahnya.
"Di mana Aisha ?" pertanyaan to the ponit yang tuan Rico ajukan ketika bertemu dengan keluarga Aisha.