
Tuan Rico berlalu, dan hanya tinggal kedua istrinya yang kini berada di ruang keluarga.
"Mbak, bagaimana jika Aisha nanti kembali, suami kita malah memilih Aisha dan membuang kita berdua !" Seru Sari entah kenapa ia mempunyai pemikiran seperti itu.
Mika menatap tajam ke arah madunya, ia bener - bener tidak menyangka jika Sari mempunyai pemikiran seperti itu.
"Kamu terlalu berlebihan !" seru Mika.
"Tapi apa yang ku katakan bisa saja terjadi mbak, lihat suami kita sampai segitunya mencari keberadaan Aisha". ujar Sari.
"Ia mencari karena sudah banyak uang yang di keluarkan olehnya, ia hanya menuntut ganti rugi saja" jelas Mika.
"Ia awalnya seperti itu, tapi bagaimana jika suami kita bener - bener jatuh cinta pada Aisha, lihat kita sudah bertahun - tahun menikah tapi kita belum bisa memberikan keturunan, lalu bagaimana jika nanti Aisha kembali dan bisa memberikan keturunan". Sari menjadi ketakutan saat mengetahui suaminya berusaha membuat Aisha kembali kerumah tersebut.
"Kita menikah dengan suami kita itu sudah jelas karena kita saling cinta, tanpa ada paksaan dari mana pun, sedangkan suami kita menikahi Aisha hanya karena keluarga Aisha terlilit hutang, sudah jelaskan Jika suami kita menikahi Aisha karena hutang bukan cinta, dan Aisha akan di jadikan ladang uang". jelas Mika.
"Tapi mabk, kita gak tau persis hati suami kita".
"Sudahlah buang jauh - jauh pikiran mu itu, jika memang kamu sudah bosan jadi madu ku, silahkan pergi saja, tak usah banyak drama !' seru Mika seraya meninggalkan Sari.
Bukan aku yang akan pergi tapi kamu, aku pastikan kebusukan mu akan ku bongkar. gerutu Sari.
Sedangkan Mika di dalam kamar terlihat sangat panik, apa yang di katakan Sari memang bisa saja terjadi, apa lagi ia tak begitu mengetahui hati sang suami. Mika pun berpikir untuk mencari ide agar dirinya tak terusir dari rumah tersebut.
...🌾🌾...
Waktu terus berlalu, tuan Rico pun belum menemukan keberadaan Aisha, sedangkan Aisha kini di sibukan dengan kerjaannya sebagai spg. karena ke uletannya dalam bekerja membuat Aisha berkali - kali mendapat bonus dari tempat kerjanya.
Matahari bersinar sangat terik, hari ini Aisha baru saja selesai melakukan pekerjaannya, sebelum ia kembali ke ruamhnya, ia pun mampir terlebih dahulu ke sebuah pom bensin untuk melakukan shalat. setelah itu baru ia akan langsung pulang kerumahnya.
Saat baru keluar dari mushola, tiba - tiba Aisha melihat seseorang yang sangat di kenalnya, kali ini ia yakin jika penglihatannya tidak salah lagi. segera ia pun mendekat ke arah seseorang itu.
"Bani, kamu Bani kan !" tegur Aisha.
Pria yang di tegur Aisha terkejut, pria itu terlihat kebingungan, siapa wanita yang menegurnya.
"Maaf siapa ya ?" tanya Pria tersebut.
__ADS_1
"Kamu Muhamad Rabbani Altafaraz kan ?" tanya Aisha lagi. pria itu dengan spontan menganggukan kepalanya.
Aisha terlihat meneteskan Air matanya, ia sangat terharu, di saat dirinya mulai menyerah ternyata allah memberikan kejutan terindah ya itu mempertemukannya dengan cinta pertamanya.
"Ini Aku Aisha !!" seru Aisha dengan perasaan yang sangat senang.
Pria yang bernama Bani itu, terlihat sedang berpikir, mungkin ia sedang mengingat - ngingat siapa Aisha.
"Aisha yang mana ya ?" tanya Bani lagi.
"Ini aku Aisha, teman special kamu waktu kuliah" jelas Aisha.
Bani terlihat sangat terkejut dengan jawaban Aisha, namun Bani tak langsung percaya karena bisa saja itu orang iseng.
"Buktinya apa ?" tanya Bani lagi.
Aisha teridiam, kemudian ia mengubek - ngubek isi tasnya, mencari sesuatu untuk di jadikan bukti bahwa dirinya adalah Aisha teman special Bani.
"Ini adalah kartu tanda penduduk ku, bisa kamu lihat sendiri" Aisha menerahkan Ktpnya pada Bani.
"kenapa sekarang kamu berubah, dan kemana aja selama ini ?" tanya Bani penasaran dengan perubahan Aisha, nyaris ia tak mengenali Aisha.
"Untuk apa mencari aku, bukankah kamu sendiri yang meninggalkan semuanya dan mengakhiri semuanya". ujar Bani.
"Kita harus bicara agar kamu tau alasan aku kenapa menghilang".
"Maaf aku sibuk" ucap Bani
"Kalau hari ini sibuk, besok juga bisa. yang terpenting aku ingin bicara".
"Hmmm gimana ya" ucap Bani seraya berpikir, dalam hati kecilnya ia ingin sekali mendengar penjelasan tentang kepergian Aisha namun di sisi lain ada hati yang harus di jaga.
"Gini saja deh, aku minta nomor kamu, nanti kalau kamu gak sibuk kita bisa bicara".
Entah kenapa dengan sangat gampangnya Bani memberikan nomornya pada Aisha, tanpa berpikir panjang. menurutnya jika hanya memberikan nomor ponsel itu masih dalam kondisi wajar, karena dalam islam juga melarang umatnya untuk tidak memutus tali silaturahmi antara umatnya.
"Maaf aku sedang buru - buru" ucap Bani.
__ADS_1
"Ya sudah, nanti aku kabarin lagi" ucap Aisha dengan riang gembira.
Aisha kembali pulang kerumahnya dengan perasaan yang sangat bahagia, pria yang di cari - carinya telah di temukan, tinggal selangkah lagi agar dirinya bisa memiliknya untuk seutuhnya.
"Kakak, kok senyum - senyum sendiri ?" tegur sang adik yang melihat tingkah aneh sang kakak.
"Kakak lagi seneng de" ucap Aisha.
Aisha berkali - kali mencoba menghubungi nomor Bani, namun ia harus menerima kekecewaan karena Bani tak sekali pun menjawab panggilannya, hingga Akhirnya Aisha mengirimkan pesan singkat pada Bani.
"Bani, ini aku Aisha, kenapa panggilan ku tak kamu jawab, apa kamu lagi sibuk ? kira - kira kapan kita ketemu, ada banyak hal yang harus aku ceritakan ke kamu".
Hampir satu jam Aisha menunggu pesan balasan dari Bani hingga ia terlelap tidur, saat bangun pagi ia langsung mencari ponselnya dan berharap ada pesan balasan dari Bani.
"Ya Allah semalam aku ketiduran, pasti Bani telah membalas pesan dari ku" gumam Aisha dalam hatinya.
Saat melihat ponselnya hati Aisha merasa kecewa, ternyata Bani tak membalas pesan dari dari dirinya.
"Kenapa Bani tidak membalas pesan dari ku, apa dia masih kecewa dengan semua ini" Gumam Aisha lagi.
Aisha memutuskan untuk kembali mengirim pesan pada Bani.
"Bani, tolong balas pesan ku. aku mau bicara, setelah aku bicara semuanya, terserah kamu mau percaya atau tidak" isi pesan tersebut.
Setelah mengirim pesan, Aisha melanjutkan aktivitas paginya sebelum berangkat bekerja.
"Kenapa wajah kakak kusut sekali tak seceria semalam ?"tanya Ayla yang mengkhawatirkan kondisi sang kakak.
"Kakak baik - baik saja kok" Aisha mencoba menyunggingkan senyumannya agar sang adik tidak ikut bersedih atau pun khawatir.
"Aku berangkat sekolah sekarang ya kak".
"Iya hati - hati di jalannya, belajar yang bener ya".
Setelah kepergian Ayla, Kini Aisha bersiap - Siap untuk berangkat bekerja, sebelum berangkat ia kembali mengecek ponselnya berharap jika Bani membalas pesannya.
...🌾🌾🌾🌾🌾...
__ADS_1
Mohon maaf sebelumnya belum bisa update tiap hari karena masih banyak kesibukan di dunia nyata.
buat yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini makasih banyak, kalian luar biasa membuat Author tambah semangat dalam menulisnya