Sakinah Bersama Mu

Sakinah Bersama Mu
Bab 51


__ADS_3

Sari tiba di kediamannya pada Malam hari. ia pun di jemput oleh supir pribadinya. saat sampai rumah ia langsung mencari keberadaan istri pertama suaminya.


"Dimana Mbak Mika ?"tanya Sari pada pelayan di rumahnya.


"Nyonya Mika sudah lima hari tidak pulang, dia tidak menitip pesan apa pun " jawab sang pelayan.


"Apa lima hari tidak pulang ?" Sari sangat terkejut mendengar penuturan sang pelayan, membuat kecurigaan terhadap Mika semakin bertambah.


"Lima hari tidak pulang, aku hubungi nomornya juga tidak aktif ke mana dia" Gumam Sari dalam hatinya.


"Ya sudah, siapkan makan malam untuk saya" titah Sari, sedangkan dirinya berlalu menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket.


Satu minggu berlalu, keberadaan Mika pun tak di ketahui, hal ini membuat Sari sedikit senang karena tak perlu cape - cape menyingkirkan Mika, dia telah pergi dengan sendirinya. Namun Sari juga kebingungan bagaimana cara mendapatkan bukti jika Mika bener - bener selingkuh karena keberadaan Mika saja tidak di ketahui. sudah berbagai cara Sari lakukan untuk menemukan keberadaan istri pertamanya, dari bertanya ke para teman - temannya bahkan Sari juga telah membayar seseorang untuk mencari keberadaan Mika, namun dari semua cara yang di lakukan belum satu pun yang mendapatkan hasil.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Aisha semakin betah tinggal di yayasan, teman satu kamarnya yaitu Kia telah pulang di jemput oleh keluarganya. untuk mengisi kejenuhannya Aisha sering ikut mengajar anak - anak yatim piatu yang tinggal di sana, hingga Umi dan pengurus lainnya meminta agar Aisha mau mengajar di sana untuk anak yatim piatu karena salah satu tenaga pengajar mengundurkan diri karena ingin menikah. awalnya Aisha sangat ragu untuk menerima tawaran tersebut, namun karena dukungan Umi dan pengurus lainnya akhirnya Aisha menerima tawaran tersebut.


Setiap hari Aisha mengajarkan anak - anak yatim piatu dari menulis, membaca, berhitung hingga bernyanyi, cara Aisha mengajar sangat di sukai oleh anak - anak, hingga mereka sangat antusias saat tau jika guru mereka adalah Aisha.


Semakin hari Aisha semakin dekat dengan para pengurus yayasan, hal itu membuat Aisha nyaman berada di sana. tak satu pun dari mereka yang menyinggung setatus Aisha. bahkan bertanya lebih tentang kehidupan Aisha di masa lalu.


"Ada apa Bayu ?" tanya Aisha saat mendapat telepon dari Bayu.


"Sudah sebulan lebih kamu di sana, kapan rencana kamu balik ke kota, ku lihat sekarang kondisi kamu lebih baik ?"tanya Bayu.


"Aku merasa betah dan nyaman tinggal di sini, bahkan sekarang aku punya tugas di sini ya itu mengajar anak yatim piatu. jadi aku belum punya pikiran buat kembali ke kota" terang Aisha. "Di sini aku seperti punya keluarga, Mereka sangat merangkul ku" sambung Aisha.


"Jika kamu lebih nyaman tinggal di sana itu terserah kamu, yang terpenting kamu baik - baik saja !" ujar Bayu.


"Nanti aku bicarakan lagi ini dengan Abah dan Umi". Sahut Aisha seraya mengakhiri teleponnya.


Setelah selesai menerima telepon dari Bayu, Aisha menuju ke tempat kediaman Abah dan Umi, kebetulan Abah dan Umi sedang bersantai di depan teras rumahnya seraya memperhatikan anak - anak yatim piatu bermain.


"Nak Aisha" sapa Umi. "Sini duduk" ajak Umi.

__ADS_1


"Terima kasih Umi" jawab Aisha dengan sopan.


"Sepertinya ada seuatu yang ingin kamu sampaikan" tebak Umi. dan Aisha hanya menganggukan kepalanya.


"Bicara saja, tak perlu sungkan, siapa tahu kita bisa bantu" sahut Abah Anom.


"Aisha sudah sebulan lebih tinggal di sini, Aisha merasa nyaman dan tenang tinggal di sini, bahkan orang - orang di sini telah mengganggap Aisha seperti keluarga" jelas Aisha.


"Nak, jika kamu masih betah tinggal di sini, boleh ko sampai kapan pun kamu mau tinggal di sini, kami sangat senang jika kamu mau tinggal di sini, lihat anak - anak saja suka dengan cara kamu mengajar" ujar Umi Lilah.


"Apa bener Aisha boleh tinggal di sini selamanya ?" tanya Aisha dan Umi Lilah menganggukan kepalanya seraya tersenyum pada Aisha.


"Terima kasih Umi, Jujur Aisha belum siap untuk hidup berdampingan dengan masyarakat, Aisha takut mereka bertanya tentang status ku, dan juga masa lalu ku". ujar Aisha seraya tertunduk sedih.


Umi memeluk Aisha dengan erat seraya mengusap - ngusap punggungnya, Aisha kini merasakan kembali kehangatan pelukan seroang ibu setelah sekian lama tak merasakan hal itu semenjak sang ibu tiada.


"Terima kasih Umi, Aisha seperti memiliki kembali seorang Ibu" ucap Aisha lirih, ia tak bisa membendung air matanya yang telah menggenang di pelupuk matanya.


"Kamu boleh anggap Umi sebagai ibu kamu, dan Abah sebagai ayah kamu" sahut Uminyang masih memeluk erat Aisha.


Setelah bicara banyak dengan Abah Anom dan Umi Lilah membuat Aisha semakin yakin dengan keputusannya untuk tinggal di yayasan tersebut, dan mengabdikan hidupnya pada yayasan yang telah menerimanya dengan sangat baik.


Sementara di tempat yang berbeda, Mika sedang sibuk mengurus sebuah berkas, entah berkas apa yang sedang di urus oleh Mika, sejak suaminya di tahan Mika tak pernah lagi pulang ke rumah sang suami, Kini Mika tinggal di sebuah hotel, ketika ia ingin keluar ia selalu melakukan penyamaran, entah apa maksud dan tujuan Mika melakukan hal tersebut, namun yang pasti dia sadar jika keberadaannya sedang di cari oleh Sari, istri kedua sang suami.


Sudah beberapa hari ini Mika di sibukan dengan mengurus berkas - berkas penting menurutnya. dan rencananya besok hari ini akan datang menjenguk sang suami yang berada di tahanan jika berkas - berkas yang ia urus sudah selesai.


Sesuai rencana, sejak pagi hari Mika sudah berada di bandara untuk melakukan penerbangan menuju tempat sang suami di tahan, kali ini Mika tak pergi seorang dori melainkan ia di temani oleh seorang lelaki yang sangat tampan, namun sayang penerbangan mereka harus mengalami keterlambatan karena ada masalah di bagian pesawat.


Setelah menunggu hampir satu jam setengah, Akhirnya Mika pun melakukan penerbangan. Tiba di Bandara tujuan, Mika langsung mencari taksi, tujuan pertamanya adalah mencari terlebih dahulu hotel untuknya menginap.


"Pak, apa di sekitar lapas x ada hotel ?" tanya Mika pada pengemudi taksi.


"Ada bu" jawab pengemudi tersebut dengan sangat sopan.


"Tolong antarkan saya ke sana !" pinta Mika.

__ADS_1


"Baik bu"


Setengah jam perjalanan akhirnya, Mika sampai di sebuah hotel, walaupun hotel tersebut bukan hotel bintang lima namun fasilitas yang ada di hotel tersebut cukup lengkap.


"Apa kamu mau pergi ke sana sekarang ?" tanya seorang lelaki yang menemani Mika.


"Tentu tidak, aku cape aku mau istirahat !" Seru Mika.


...๐ŸŒพ...


Mika telah sampai di lapas, ia pun langsung mengungkapkan tujuannya datang ke sana pada petugas lapas.


"Silahkan ibu masuk saja, tunggu di ruang kunjungan !" seru penjaga lapas.


Mika telah menunggu selama lima menit di ruang kunjungan, dan akhirnya sang suami muncul dengan menggunakan baju tahanan.


Tuan Rico tersenyum bahagia, istrinya yang selama ini ia tunggu akhirnya datang juga menjenguknya.


"Kamu ke mana saja, kata Sari kamu tak pernah pulang kerumah, bahkan nomor kamu juga tidak bisa di hubungi !" Seru tuan Rico. ia merentangkan tangan berharap Mika memeluknya melepas rindu yang selama ini tertahankan. namun sayang ternyata Mika menolaknya hal itu membuat tuan Rico sedikit kecewa.


"Bagaimana keadaan mu ?" tanya Mika.


"Aku sangat tersiksa di sini, aku tidak bisa makan dan tidur dengan nyenyak di sini" keluh tuan Rico.


"Aku datang ke sini hanya ingin menyampaikan surat ini" ujar Mika seraya menyodorkan sebuah amplop coklat ke arah tuan Rico.


...๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ...


Jangan lupa baca juga karya author yang lainnya.


๐Ÿ“Aku Memilih_Mu


๐Ÿ“Bertemu Jodoh Di pesantren


๐Ÿ“Hujan Kemarin

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Vote juga agar author semakin semangat dalam melanjutkan cerita ini. berikan juga saran dan kritikannya juga di kolom komentar.


__ADS_2